Wednesday, May 9, 2012

Engkau Matahari Bagi Siangku


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirahmanirahim
Sebelumnya aku pernah memposting "Pesan Terakhir dan Nasehat Matahari" yang aku dedikasikan untuk Ayah, kali ini rasa rinduku pada mereka kian membuncah, rasa rindu pada ibu tercinta rasa rinduku pada ayah tercinta membuatku ingin menuliskan sesuatu di ruangan ini, semoga selalu ada manfaat bagi saudaraku semua, terutama buat yang masih didampingi kedua orang tuanya, sayangilah mereka, hormatilah mereka, karena sesungguhnya mereka adalah ladang amal untuk bekal kehidupan diakhirat nanti

Setelah Ayah meninggal beberapa tahun lalu tidak lagi kudengar nasehat serta motivasi beliau. Kerinduan ini kadang menyeruak hadir ketika sesekali kami berkumpul dan makan malam bersama. Setelah aku dan kedua kakakku berkeluarga masing-masing sudah memisahkan diri, kebetulan aku yang tinggalnya paling dekat dengan ibu, jadi bisa setiap hari datang dan mengunjungi. Sudah lama kami tidak makan malam bersama, dari kami masih kecil ayah selalu membiasakan untuk makan malam bersama, makan malam selalu menjadi waktu yang favorite bagi kami dari situlah selalu terjalin komunikasi antara kami, makan malam ini terasa ada yang kurang dengan tanpa kehadiran ayah.

Dulu semasa anak-anaknya masih kuliah ayah yang selalu menanyakan masalah tentang bagaimana kuliah hari ini, ada kesulitan apa, masalah seputar kehidupan anak-anak muda. Singkat kata tidak ada satu peristiwapun yang luput dari perhatiannya, ayah type orang yang demokrasi, selalu memberikan kepercayaan pada anak-anaknya, aku masih ingat pesan-pesan ayah "kalian sudah dewasa bisa menentukan pilihannya sendiri, nanti kalau kalian berhasil kalian sendiri yang menikmati" justru kepercayaan inilah yang membuat kami makin terpacu untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaannya.
***
          "Ayo dimakan", teguran ibu mengagetkanku dari lamunan masa lalu.

        "Kenapa gak dimakan” tanya ibu sambil melirik kursi kosong yang biasa ditempati ayah, ibu seperti tahu yang aku pikirkan.

         "Biasanya kursi ini ayah kalian yang yang menduduki, tapi makan malam kali ini ayah kalian tidak lagi bersama kita". ibu mencoba tersenyum. Senyum yang dipaksakan untuk menyenangkan anak-anaknya, walau sebenarnya aku tahu ibu memendam kesedihan dalam hatinya.

          "Ayo dimakan keburu dingin nanti" ucap ibu kembali mengingatkanku.

         "Ini kan sayur kesukaanmu" kata ibu sembari mengambilkan sayur nangka muda yang memang menjadi kegemaranku.

Aku dan kedua kakakku akhirnya menyantap masakan ibu, yang sudah lama tidak aku  rasakan, sungguh merindukan saat-saat kebersamaan seperti ini, tapi waktu akan terus berjalan dan akan merubah apapun yang ada didunia, satu yang tidak akan berubah adalah rasa cinta dan kasih-sayang dari ayah ibu kepada anak-anaknya.

Ah ternyata malam itu adalah malam terakhir aku bisa makan malam dan merasakan nikmatnya masakan ibu. Sebulan setelah itu beliau jatuh sakit, harus dirawat dirumah sakit, karena darah tingginya membuat ibu tergolek lemah di tempat tidur dalam keadaan tidak sadarkan diri. Masih beruntung ibu bisa dirawat dirumah sakit haji, selain suasananya nyaman, nuansa islaminya juga sangat di utamakan dan yang terpenting lokasinya tidak jauh dari rumah dan kantorku. Hal itu yang membuat aku bisa merasa agak tenang, bisa sewaktu-waktu menjenguk ibu. Sudah dua minggu lebih ibu dirawat di rumah sakit, sudah dua minggu pula ibu akrab dengan obat-obatan dan selang infus, satu hal yang membuatku tidak akan pernah terlupakan adalah ketika datang seorang suster menghampiriku, seraya bertanya padaku

          "Apakah Anda keluarga dari nyonya Titik..?

          "Iya betul suster, saya anaknya" kujawab dengan tegas.

          "Nyonya Titik sudah waktunya makan malam, silakan disuapin ibunya" ucap suster seraya memberikan mangkuk dan injeksi

          "Untuk apa alat suntik ini sus?"  setengah bingung aku menerima mangkuk ini

          "masukkan bubur ini ke injeksi ini kemudian dimasukkan lewat selang ini"

          "haahh..!!, aku harus memasukkan makanan ini lewat selang yang dimasukkan kehidungnya ibuku sendiri.?" kataku dengan agak histeris.

          "Iya memang begitu caranya" jawab suster santai

          "Tidak mungkin, tidak mungkin aku melakukan itu, aku gak bisa melakukannya suster" mataku mulai berkaca-kaca

          "Kalau bukan anaknya siapa yang akan menyuapi" balas suster lirih.

          "Please suster.., please untuk kali ini saja aku mohon dibantu menyuapi ibuku" kataku sambil memohon-mohon, seperti anak kecil yang merajuk keibunya minta mainan.
suster diam sepertinya sedang berpikir.

          ”Please untuk kali ini saja aku mohon dibantu menyuapi ibuku sus" aku kembali memohon

          "Ok kali ini saya bantu, tapi lain kali mas harus berani ya"

Tanpa berpikir panjang aku langsung mengangguk, padahal sulit untuk membayangkan melakukan hal itu.


Kulihat kondisi ibu sudah ada perkembangan tapi dokter bilang harus tetap dirawat di rumah sakit karena masih perlu perawatan khusus. Entahlah apa maksudnya, yang pasti kondisi ibu mulai membaik dan mulai sadarkan diri serta sudah bisa berbicara walau masih pelan. Karena keadaannya memang masih lemah, cuma yang harus dipikirkan adalah bagaimana mendapatkan uang untuk menebus resep-resepnya.

Karena membeli obatnya sudah bukan hitungan hari lagi tapi sudah hitungan jam, setiap hari mau tidak mau harus menyiapkan uang untuk membeli obat. Sedangkan Ibu hanya istri seorang pensiunan pegawai PMA dan pensiunan veteran, jadi ibu hanya hidup dari sisa pesangon ayah dan pensiunan veteran, tapi untungnya ada yayasan yang masih memberi santunan kepada WNI keturunan Jepang yang dianggap pernah berjasa bagi negaranya.

Tapi tidak mungkin uang itu cukup untuk beli obat, untuk itu aku harus berpikir keras bagaimana caranya untuk membiayai perawatannya. Uang tabungan untuk masa depan Devonpun sudah ludes, sungguh beruntung aku punya istri yang pengertian dan sangat mengerti akan kesulitan suaminya, dengan sukarela dia rela menyisihkan uang belanja harian untuk dipakai membeli obat. 

Tapi tetap saja belum cukup untuk membiayai sakitnya ibu. Maka benar jika ada pepatah bahwa sehat itu salah satu nikmat yang luar biasa yang tidak bisa dinilai dengan uang, terbukti ketika kita sakit, uang berapapun serasa tidak ada harganya, makanan senikmat apapun terasa pahit dilidah.
RSU Haji tempat Ibu dirawat
Malam ini aku tidak menunggu ibu di rumah sakit, ada famili yang ingin menjaga ibu. Beberapa hari ini sangat kurasakan waktu tidurku sangat berkurang. Dengan ditemani secangkir kopi kusandarkan kepalaku di kursi kamar sembari memutar otak dari mana lagi aku harus mendapatkan uang. Ah entahlah semoga Allah memberikan rizki kepadaku, semoga Allah memberi jalan keluar untukku. 

Mungkin karena terlalu lelah tak terasa aku tertidur dikursi dan terbangun ketika mendengar suara tangis sikecil Devon yang lagi ngompol. Kulihat bundanya dengan sigap membersihkan tubuh mungil Devon dengan air hangat, mengganti popoknya, serta membuatkan susu dengan ikhlas tanpa mengeluh sedikitpun, padahal kulihat jam dinding menunjukkan pukul dua dini hari. 

Sungguh menakjubkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, disaat orang lain terlelap dengan mimpinya, tapi seorang ibu rela berkutat dengan kotoran anaknya. Subhanallah, maka tidak salah jika Islam mengibaratkan surga ditelapak kaki ibu. Aku jadi berpikir, pasti ibuku dulu juga melakukan hal serupa dengan bundanya Devon terhadapku. pasti ibuku merawatku dengan penuh kasih sayang pula

Aku keluar kamar menuju ruang kerjaku, pandanganku kusebarkan keseluruh ruangan. Di sudut meja kulihat ada seperangkat PC, lapstop, ada handpone, ada kamera digital, scanner, printer, semua adalah sarana penunjang kerjaku sebagai design graphic. Aku berpikir apa artinya aku punya semua ini jika di ruangan yang lain ibuku tegolek lemah perlu bantuanku.

Kesehatan ibuku jauh lebih berharga dibandingkan lapstopku, dibandingkan kamera digitalku atau dibandingkan handponeku, aku bersumpah dimasa-masa tua ibuku aku harus berbuat sesuatu. Maka tanpa pikir panjang paginya aku meluncur ke Plaza Marina dengan menenteng lappi, kamera digital dan handpone, berharap bisa melego barang-barang tersebut, setidak-tidaknya bisa mendapatkan uang untuk persiapan membeli obat beberapa hari mendatang.

Dengan rasa haru kulepaskan barang-barang yang telah menemaniku bekerja selama ini, tidak apalah jika aku harus melepaskan barang-barang kesayanganku, karena rasa sayangku pada ibu jauh melebihi sayangku pada barang-barang tersebut. Aku tidak ada pilihan lain, aku hanya berharap untuk kesembuhan ibu.

Telpon dikantor berdering, dengan suara terbata-bata kakak iparku menyuruhku untuk segera datang kerumah sakit, aku sedikit panik, apa yang terjadi atas ibuku, bukankah kondisi ibu sudah mulai membaik pagi tadi. sesampainya di kamar rumah sakit kulihat kakak iparku menangis, dokterpun menyalamiku seraya menyampaikan berita duka. 

innalillahiwainnailaihirojiun..!

Manusia punya rencana tapi Allah yang menentukan, disaat aku ingin berbuat sesuatu untuk ibuku, ternyata Allah telah memanggilnya, Kematian adalah takdirnya Allah yang tidak bisa diprediksi manusia, disaat kondisi ibu mulai membaik disaat itu pula ibu meninggalkan kami, aku berdiri termenung sambil memandangi lembaran uang hasil penjualan barang-barang kesayanganku yang belum sempat kuberikan, tak terasa air mataku menitik, belum juga aku berbuat yang  terbaik untuk ibu, tapi ibu sudah pergi meninggalkanku.

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya." (QS. Ali Imraan : 145)

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.." (QS. An-Nisaa : 78)

Selamat jalan ibu, engkau tetap matahari bagi siangku, engkau berikan banyak nasehat dalam hidupku, engkau selalu berikan kesabaran bagi kebandelanku, semoga Allah menempatkanmu disisi-Nya, di surga yang dimuliakan

"Robbighfirli Waliwalidayya Warhamhuma Kama Robbaya Ni Shogiro"

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



(tulisan ini aku dedikasikan untuk Ibunda tercinta)





59 comments

May 9, 2012 at 4:22 AM

#sedih

tetap kirim doa untuk ibundanya tercinta:)

May 9, 2012 at 5:04 AM

Lagi-lagi speechless .... so touching.

May 9, 2012 at 7:01 AM

nanti giliran kita seperti ayah dan ibu mas insan. semoga anak2 mas insan, saya, dan sahabat bloofers lain pun bisa menangkap banyak hikmah dan teladan seperti yang mas insan dapatkan dari orang tua mas insan :)

May 9, 2012 at 7:49 AM

dan bakti terbaik kita, tetap mendoakannya..

`Robbighfirli Waliwalidayya Warhamhuma Kama Robbayani Shogiro

May 9, 2012 at 9:49 AM

:'( sedih banget, orang tua saya pun sudah ga ada 22nya, hanya tinggal rindu yang tersisa.. ah alangkah beruntungnya yang masih memiliki orang tua, masih punya waktu untuk menyenangkannya, berbakti kepadanya, melihatnya tersenyum, mendengarkan kata-katanya.. pesan untuk yang masih punya orang tua : semua yang bernyawa akan mati so do d best for ur parents before u feel sorry

May 9, 2012 at 10:25 AM

jadi sedih bacax akhi..., yg sabar ya...!

"ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA 'AAFIHI WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI' MUDKHALAHU WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI WA ADKHILHUL JANNATA WA A'IDZHU MIN 'ADZAABIL QABRI AU MIN 'ADZAABIN NAAR

(Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka)."

May 9, 2012 at 10:36 AM

@Atma Muthmainnaterimakasih mbak Atma, terimakasih atas do'anya

May 9, 2012 at 10:37 AM

@Titie Suryaselalu speechless jika di kunjungi mbak Titie Surya

May 9, 2012 at 10:39 AM

@Mulki Rakhmawatisetuju adik Mulki, selagi didampingi ortu, berbuatlah yang terbaik untuknya, jadikan ladang amal didunia

May 9, 2012 at 10:41 AM

@dAnonim™terimakasih mas Ady, dengan doa insya Allah akan meringankan beban orang tua yg sudah menghadap-Nya

May 9, 2012 at 10:43 AM

@NFterimakasih mbak, ikut merasakan kesedihannya pula, semoga kedua orang tuanya mbak, diampuni dosa2nya dan ditempatkan di surga yang dimuliakan-Nya... amin

May 9, 2012 at 10:46 AM

@Lentera Langitsubhanallah, doa yang mulia dan indah, semoga Allah menerima doa2 kita...
terimakasih atas suportnya, semoga kebaikan menyertaimu sahabatku

May 9, 2012 at 12:27 PM

Kewajiban kita sebagai anaknya adalah dengan mendoakan bagi orang tua kita terlebih yang meninggal sahabat.

Berkat orang tualah kita mengenal agama Islam, sunnah rasulullah dan segala amalan kebaikan.

Ikur berduka cita sahabat, semoga amalan beliau diterima Allah Ta'ala amiin

May 9, 2012 at 1:57 PM

@Blog KeperawatanSetuju sobat
karena Surga dan neraka ditentukan sikap kita kepada orang tua
Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua
dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua.

May 9, 2012 at 1:59 PM

allahummahgfirlaha..warhamha,,wa'fu a'nha,,,duhai Rabb pemilik nyawa kami, ampunkanlah dosa dan kesalahan ibunda mas Insan, anugrahkanlah beliau nikmat kubur dan tempatkanlah beliau ditempat terbaik yang telah Engkau siapkan.. aamiin

sedih bacanya, jadi kangen ibu ku yang sendirian dirumah dan rindu ayah yang sedang berjuang di Pulau seberang -_-

May 9, 2012 at 2:28 PM

hiksssss hikkss kenapa aku bisa nangis baca postingan ini,,,jadi kangen sibu di sana

sabar ya Mas semoga beliau mendapat tempat yang layak...

May 9, 2012 at 2:58 PM

Buzzzz Buzzz buzzzz
Asalam Mualakim

Semoga Teladan beliau menjadi kenangan manis yg tak terlupakan untuk semua yang beliau cintai dan kita semua

Ps keren tulisannya

Salam Madu juga Sengat

May 9, 2012 at 3:33 PM

@Rima Auliaaduh kok malah sedih Rima..?

semoga Ayah dan ibunya selalu sehat2, dan terimakasih doanya ya..

May 9, 2012 at 3:34 PM

@Ndearini malah nangis... cup..cup.. kasih tissue,

makasih doanya

May 9, 2012 at 3:36 PM

@lebah Jakartaweh terimakasih kunjungannya bang LJ...

yang keren juga tulisan bang LJ kali, jangan lupa kasih madunya.

May 9, 2012 at 3:38 PM

aku turut berduka cita Kang Insan :')
sedih rasanya kalau orang yang punya peran besar dlm hidup kita harus berpulang. Tinggal lakukan kewajiban kita sebagai seorang anak, mendoakan :)

May 9, 2012 at 4:36 PM

Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Semoga almarhum dan almarhumah Allah jadikan ahli-ahli syurga Nya. Tulisan ini mengingatkan saya pada detik-detik terakhir kepergian almarhumah istri. Tak pernah terpikir sebelumnya bahwa kebersamaan kami hanya bertahan 11 tahun. Gagal ginjal stadium terminal menjadi jalan baginya menghadap Sang Pemilik Segalanya. Semoga Allah juga menjadikannya ahli syurga, Amin.

Maaf, saya tidak bisa banyak berkomentar. Saling mengingatkan,menguatkan dan juga mendoakan ya, Saudaraku...

May 9, 2012 at 4:49 PM

Manusia hanya makhluk.
semua pasti kembali pada Nya.
semoga aku menjadi anak yg shaleha, hingga tiba waktu nya nanti, tak ada kata penyesalan yg terucap :')
terimakasih sudah memosting postingan ini mas Insan..
aku sangat teramat sayang mama ku :)

May 9, 2012 at 4:57 PM

semoga ibunda kang insan ditempatkan yang terbaik Amin.

yup, cintailah apapun itu tidak melebihi akan cinta kita kepada Sang Khalik.

Mkasih kang sharenya

May 9, 2012 at 4:59 PM

harus keluar masuk untuk bisa menyelesaikan membaca posting ini untuk menghindari air mata tumpah di depan teman teman. benar benar menyentuh hati kang...

semoga segala yang terbaik buat ibu dan keluarga yang di tinggalkan ....

May 9, 2012 at 5:33 PM

InsyaAllah ketika saya mendapatkan predikat sebagai anak yang soleh pada akhirnya, maka tulisan ini ikut memberikan peran di dalamnya.. dan tentunya jika penulis meniatkan, maka akan menjadi ladang pahala baginya dan orang tuanya.. :)

May 9, 2012 at 5:40 PM

saya terharu..Allahummaghfirlaha warhamha, smoga allah melapangkan kubur beliau .

May 9, 2012 at 6:02 PM

Ya lambat laun memang semuanya terpisah.. kematian adalah versi terlama dari perpisahan tapi itu langkah awal pertemuan yang lebih abadi kelak.. semoga di temukan di syurga sana amiiin...

May 9, 2012 at 7:50 PM

@Tri HastutiTerimakasih Tri Hastuti
betul banget kewajiban kita sekarang tinggal mendoakan supaya ortu di terima di sisi-Nya

May 9, 2012 at 7:55 PM

@Abi Sabilaaduh maaf mas abi, jika posting ini jd mengingatkan seseorang tercinta yang sdh mendahului, ikut berbela sungkawa, semoga beliau ditempatkan di surga-Nya

May 9, 2012 at 8:10 PM

@Aisa Juliasetuju Aisa...
jika sayang sama mama, maka sayangilah beliau, hormatilah beliau, jgn membuatnya bersedih krn kebandelan kita, suatu saat aisa akan merasakan bgmn sebenarnya pengorbanan seorg mama

May 9, 2012 at 8:15 PM

MasyaAlloh.. ka Insan.. *merindu mamah dan papah.. semoga ana mampu menjaga mereka selagi Alloh masih memberikan ana kesempatan untuk bersama mereka :"(


dan teruntuk orang tua mas Insan.. "ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA 'AAFIHI WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI' MUDKHALAHU WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI WA ADKHILHUL JANNATA WA A'IDZHU MIN 'ADZAABIL QABRI AU MIN 'ADZAABIN NAAR

(Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka)."

Aamiin Ya Rohmaan Ya Rohiim..

May 9, 2012 at 8:37 PM

Subhanallah..
Allah Maha Tahu.
Insyaallah mas insan anak yg shaleh melihat usaha mas insan yg sedemikian.

Mksh ya mas insan...
Mkn trmotivasi utk mmbahagiakan org tua.

Smga ayah dan ibu mas insan ditmpatkan di surgaNya dan bs berkumpul kmbali diakhirat kelak.
Amiin

May 9, 2012 at 9:20 PM

tulisanya membuat saya berusaha menahan gempuran air mata, masalahnya saya juga sudah tak berayah dan tak beribu, beliau meninggal cuma selisih dua bulan. hikzzz... banyak banyak doa mass :)

May 9, 2012 at 9:20 PM

speechless. sya smpe tdak berani berkomentar apa2

May 9, 2012 at 9:47 PM

@Selvi bethariamakasih Selvi
tidak ada cinta yang melebihi cinta pada Allah

May 9, 2012 at 10:01 PM

Innalillaahi,
Semoga Ibunda mendapat tempat yag teraik di sisiNya, Mas Insan.

May 9, 2012 at 10:06 PM

@MUHAMMAD RIDWANAduh kang Ridwan segitunya, pantes surabaya tadi banjir, padahal gak hujan

May 9, 2012 at 10:07 PM

moga bunda ayah tenang di alam sana,,,,
dan bangga punya ank kayak ayah,,,,,,,,,
semoga f bisa tiru sifat ayah,,,,,,
*nanggis*

May 9, 2012 at 10:10 PM

@Andro BhaskaraAndro..., komentarmu selalu membuatku speechless, harus menulis apa.., tp yg jelas dirimu tetap menjadi teman dan adik yg baik bagiku.. sungguh alhamdulillah

May 9, 2012 at 11:23 PM

speechless mas.. Al-Fatihah utk ibunya ya mas..

May 9, 2012 at 11:25 PM

innalillahiwainaillaihiroziun..semoga ibunda dilapangkan kuburnya dan bahagia bersama sang ayah disurga...amin

sabar dan kuat serta do'a yang akan melapangkan semuanya...

May 9, 2012 at 11:48 PM

@meutia rahmahsaya juga terharu dgn doanya Tia

May 10, 2012 at 12:30 AM

@Uzay ^,^terimakasih sdh menambahkan, kami berharap semua bisa bertemu lagi dan merajut kebahagiaan abadi di surga nanti... amin

May 10, 2012 at 12:32 AM

@Anna AQyuanAnna adikku yang santun hanya bisa berucap terimakasih tak terhingga untuk ketulusan doanya, jaga mamah dan papahnya, jangan pernah menyakiti beliau ya...

May 10, 2012 at 12:34 AM

@Kayakubiterimakasih Ayu... saya mengaminkan doamu, alhamdulillah bila tulisan ini ada manfaatnya, bisa makin meningkatkan rasa hormat dan cinta pada kedua org tua.

May 10, 2012 at 12:36 AM

@Yayack Faqihkita sama..., sama2 sdh ditinggalkan kedua orang tua tercinta.

tapi kita masih punya rangkaian doa yg bisa meringankan beban mereka

May 10, 2012 at 12:37 AM

@Accilongmakasih achi, saya juga speechles menyambut kunjunganmu

May 10, 2012 at 12:38 AM

@Anis Nisaamin..., terimakasih tak terhingga untuk doanya, semoga orang tua Anis selalu diberikan kesehatan badan dan kesehatan iman

May 10, 2012 at 12:39 AM

@shofie akmala luthfieamin, terimakasih F, jgn puas spt ayh, hrs lebih baik lagi

May 10, 2012 at 12:41 AM

@ke2naiterimakasih mbak Myra, saya jg speechless denga kiriman Al Fatehahnya..., semoga Alloh menjaga keluarganya, salam utk keke dan Nai

May 10, 2012 at 12:43 AM

@Desa Cilembuamin, terimakasih mas, insya Allah saya akan sabar dan kuat, krn pada akhirnya kita semua akan menghadap Illahi juga

May 10, 2012 at 9:23 AM

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, semoga Ibu dan Ayah...dilapangkan jalan menuju surga-NYA..aammiiinn

May 10, 2012 at 4:41 PM

@BlogS of HariyantoAmin..
terimakasih mas Hariyanto, semoga keluarganya selalu di beri kesehatan yg baik

May 11, 2012 at 11:07 PM

Merinding membacanya. Semoga ibunda berada di tempat yang indah di alam sana. Semoga keluarga mas Insan selalu dalam lindungan Allah SWT. Salut sama ibunya Devon yang mampu berbesar hari "berbagi rezeki" dengan ibu mertua.

May 12, 2012 at 9:10 PM

@Mugniarterimakasih bunda Niar, saya aminkan doanya, semoga keluarga bunda Niar juga baik2, sehat2 selalu dlm lindungan Alloh

August 8, 2012 at 12:29 PM

Biar ga boros tissue, ambil sapu tangan aja deh...

Waktu ibuku meninggal, aku yang memandikan jenazahnya. Tak ingin meratapi kepergiannya, tapi tak bisa menahan airmata yang mengalir tiap aku mengusap tiap bagian tubuhnya. Membelai rambutnya, mengusap wajahnya...

Semoga ibu-ibu kita mendapatkan tempat yang layak disisi Allah.

Ngga bisa nerusin mas... aku malah jadi ingat almarhumah ibu...

December 22, 2012 at 12:19 PM

@nikenwah, jangan malah sedih gitu mbak...
meng Aaminkan doa dan harapannya...
ikut bela sungkawa juga..

February 8, 2013 at 9:06 PM

Nangka muda...

Masakan ibu... #mataku berlinang

Post a Comment

"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes