Saturday, July 13, 2013

Hati Yang Mati

"Diantara tanda-tanda hati yang mati ialah tidak ada rasa sedih,  apabila telah kehilangan kesempatan untuk melakukan taat kepada Allah, tidak juga menyesal atas perbuatan (kelalaian) yang telah dilakukannya."

Tanda-tanda hati yang didalamnya ada keimanan yaitu hati yang akan merasa sedih apabila iman dan taat itu hilang darinya. Hati yang beriman akan sangat menyesal apabila melakukan kemaksiatan dan sebaliknya akan merasa senang apabila melakukan ketaatan

Amal perbuatan manusia yang dikendalikan oleh hati yang beriman akan selalu mengarah pada ketaatan dan keimanan serta meninggalkan kemaksiatan sehingga hatinya tidak gelisah oleh dosa dan jiwanya tidak resah oleh maksiat. Kejahatan yang selalu mencari kesempatan mendobrak benteng dalam hati mampu meluluh-lantakkan benteng itu,  apabila pertahanan iman yang menjaga benteng hati itu lemah

Sebaliknya benteng hati itu akan kokoh walau dengan serbuan dan serangan apapun apabila iman yang menjadi perisai didalamnya kokoh kuat bagai batu karang ditengah samudra. Seorang hamba mukmin akan terus mencegah masuknya kemaksiatandan kotoran di dalam hatinya, membentenginya dengan amal ibadah. Merasa sedih bila dihinggapi dosa dan gembira bila melakukan kebaikan.

Dalam sebuah atsar "Barang siapa yang merasa senang menjalankan kebaikan dan merasa sedih menjalankan kejahatan, maka ia adalah orang yang beriman." Sebaliknya hati yang suka dihinggapi kotoran kemaksiatan tidak merasa sedih menjalankan maksiat dan kotoran jiwa, itulah hati yang mati dan buta. Tanda Allah Ta'ala ridha kepada hambanya maka hatinya akan terang benderang menerima kebaikan dan mampu menghindari kemaksiatan.



Kearifan hati itu dapat dilihat dari perbuatan manusia dalam hidupnya. Hati yang hidup akan nampak pada wajah pemiliknya, hati yang jauh dari dosa dan kemaksiatan akan tercermin dari kecenderungan hati serta pembicaraannya. Ucapan seseorang terbias jelas dalam setiap susunan kata-katanya. Hati yang terbuka oleh iman akan keluar dari bibirnya sebuah ucapan yang halus, jujur dan tidak berbelit, sebaliknya hati yang hitam tertutup noda akan terbias dari setiap kata-katanya yang cenderung mengucapkan kalimat-kalimat kotor seperti mengumpat, memaki, bergibah dan lain-lainnya.

Sahabat Ibnu Mas'ud mengatakan, "Orang yang benar-benar beriman ketika melihat dosa-dosanya, seperti ia sedang duduk dibawah gunung. Kuatir kalau-kalau puncak gunung ini jatuh menimpamya. Adapun orang munafik, ia memandang dosa-dosanya seperti menghalau lalat di ujung hidungnya."

Orang beriman selalu memandang dosa kesalahan sebagai beban yang sangat berat karena dosa dan kesalahan akan membawa akibat buruk serta menyiksanya di hari akhirat untuk itu ia sangat berhati-hati. Kehati-hatian seperti ini adalah cahaya iman yang masih bertahta di hatinya. Sebaliknya bagi orang munafik menganggap dosa dan kesalahan sebagai hal biasa yang tidak meruntuhkan kedudukannya, merusak dan menganiayanya. Hanya ibarat mengusir lalat dari ujung hidungnya. Tanpa memperdulikan kadar iman dan Islam dalam membentuk pribadinya


Peranan hati yang penuh dengan hiasan iman yang membentuk manusia muslim sangat mempengaruhi bagi perkembangan tingkah laku manusia. Apakah ia suka pada kemaksiatan atau ketaatan. Dua perbuatan yang saling bertentangan ini memang selalu bertahta di hati manusia. Hanya cahaya iman dan ketaatan yang mampu menyinari dan memberi arah kepada manusia untuk memilih perbuatan mana yang diridhai Allah dan perbuatan mana yang di murkai-Nya.

Banyak hal yang perlu dipelajari oleh manusia tentang hatinya sendiri, sebab suatu saat hati bisa putih dan terang benderang, terbuka dan hidup tetapi disaat lain bisa hitam pekat tertutup rapat-rapat dan mati.

Waspadalah dengan hati sendiri, agar iman tetap menjadi penguasa didalamnya dan waspada pulalah terhadap pengaruh luar agar iman yang sedang bersemi dan tumbuh berkembang dalam ketaatan tidak layu dan mati oleh godaan syetan yang selalu mencari celah untuk mengelabuhi iman yang ada dalam sanubari.


~ oOo ~



Pustaka:
"Al Hikam"

33 comments

July 13, 2013 at 5:35 AM

Waspada dengan hati sendiri, rasanya ini yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum menyalahkan pengaruh dari luar. Sampai menitikkan air mata saya membaca tulisan ini.

Nasehat yang datang pada saat yang tepat, mas Insan. Memang enak kalau selalu pas, ya. Terima kasih.

July 13, 2013 at 5:39 AM

baru aja mau nulis ttg hal yg sama,ya udah lah nambahi sini dikit aja ^_^
apa ygn disampaikan Sahabat Rasul, Ibnu Mas'ud mengatakan, "Orang yang benar-benar beriman ketika melihat dosa-dosanya, seperti ia sedang duduk dibawah gunung. Kuatir kalau-kalau puncak gunung ini jatuh menimpamya. Adapun orang munafik, ia memandang dosa-dosanya seperti menghalau lalat di ujung hidungnya."
sebenarnya bisa kita jadikan sebagai tolok ukur hati kita, apakah termasuk orang beriman (semoga ya) atau justru cenderung yang ke munfaik (semoga tidak). ada rasa sesal ketika kita khilaf ada rasa ingin semakin memperbaiki diri ketika cahaya itu menyinari hati. Dan semoga kita mendapatkan cahaya di hati kita masing2, jangan sekedar menunggu cahaya itu tapi carilah cahaya itu. makasih pak insan atas nasihat tuk menuju cahaya..

July 13, 2013 at 9:07 AM

astagfirullah... semoga sy gak seperti itu, hati yg mati. itu sebabnya sy ngurangi blogwalking, mending waktu yg tersisa buat nemenin anak istri

July 13, 2013 at 10:13 AM

Tulisan yang sungguh mengena, dari Media Robbani, seperti biasanya. Trimakasih, Mas Insan, atas pencerahan ini.

"Banyak hal yang perlu dipelajari oleh manusia tentang hatinya sendiri, sebab suatu saat hati bisa putih dan terang benderang, terbuka dan hidup tetapi disaat lain bisa hitam pekat tertutup rapat-rapat dan mati." <-- Bener, Mas, dan saya ingin sekali belajar agar bisa mendapatkan dan mempertahankan hati yang putih dan terang benderang.

Trims again, Mas Insan. Saleum. :)

July 13, 2013 at 10:15 AM

Tulisan Mas Insan, emang selalu mampu meneduhkan. Keep sharing ya, Mas!

July 13, 2013 at 10:57 AM

ya Allah jagalah hati kami dari hal-hal yang tidak Engkau ridhoi aminn....
menyejukkan hati mas

July 13, 2013 at 11:25 AM

Astaghfirullah.. mudah-mudahan hati ini masih bisa bersemi dan selalu dalam keridhoanMu yaa Allah..

Bagus nih tulisan Mas Insan,, Saya follow blog nya deh.. :-D

July 13, 2013 at 2:12 PM

jadi ke ingat sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.”
memang segala sesuatu harus dimulai dari hatinya dulu..
tapi ya itu masalahnya, hati terkadang cerah merona, menerima segala kebaikan dan memandang positif banyak hal, tetapi terkadang juga tertutup awan gelap sehingga tak tahu arah pasti...
dan utk itu, yg harus dilakukan memang harus pandai2 menjaga hati.. ^_^

July 13, 2013 at 3:28 PM

Banyak hal yang perlu dipelajari oleh manusia tentang hatinya sendiri <-- terimakasih sdh mengingatkan akan hal ini, mas... kadang kita cenderung menyalahkan pengaruh luar, tanpa mengetahui kondisi hati sendiri..

July 14, 2013 at 2:14 AM

@Niken KusumowardhaniAneh kok bisa pas ya mbak..? aneh bin ajaib

July 14, 2013 at 2:19 AM

@TopicsCahaya Allah yang berupa sifat-sifat Allah yang suci dan mulia bersinar kedalam hati sanubari manusia, memperteguh keyakinan sehingga si hamba mendapat kesejukan dan kenikmatan dalam jiwanya.

Selengkapnya: http://www.mediarobbani.com/2013/01/cahaya-yang-tidak-pernah-redup.html

July 14, 2013 at 2:20 AM

@Rusydi HikmawanYups Bener mas, tapi asal jangan sampai asyik dengan nya hingga melupakan dakwah dan amar ma'ruf nahi mungkar

July 14, 2013 at 2:23 AM

@alaika abdullahTerima kasih mbak Al.
yuk mari kita belajar bersama dengan dzikir dan amal sholeh

July 14, 2013 at 2:23 AM

@meAlhamdulillah, semua karena Allah yang membimbing

July 14, 2013 at 2:24 AM

@Hanna HM ZwanAamiin..
Alhamdulillah ya mbak

July 14, 2013 at 8:02 AM

kita selalu dinasihati untuk menjaga hati, karena hati ini adalah yang paling rapuh, bila tergoda untuk kejahatan maka rusaklah seluruh tubuh, namun bila terjaga untuk kebaikan..insya ALLAH kan terbuka jalan untuk menuju surga-NYA,
artikel yang sangat menginspirasi...terimakasih atas pencerahannya...salam hangat selalu dari Makassar :-)

July 14, 2013 at 12:26 PM

@@Chaidir15Aamiin...
Beruntunglah bagi yang masih beristighfar

Terimakasih Mas dan salam dari Surabaya

July 14, 2013 at 12:28 PM

@JeQGambaran secara isyarah memang begitu mas. Hati ibarat Perdana menteri yang menasehati, jika penasehatnya buruk pasti akan rusaklah semuanya

July 14, 2013 at 12:29 PM

@Mechtamakanya saya harus sering2 bertafakur dan introspeksi diri.., karena masih banyak celah kosong dlm diriku.

July 14, 2013 at 12:30 PM

@BlogS Of HariyantoPaling rapuh sekaligus berdapak besar bagi manusia..

Salam dari Surabaya

July 14, 2013 at 10:34 PM

Hati memang sangat perlu diperhatikan, karena semua perbuatan kita pada dasarnya dimulai dari hati :)
terima kasih mas atas sharingnya :)

July 15, 2013 at 2:05 PM

Beruntung lah mereka yang punya hati yang hidup dan terus merawat dan mensejahterakannya dengan lewat peribadatan hanya kepada Allah SWT..

Selamat berpuasa Mas Insan..

July 15, 2013 at 10:17 PM

kalau di kedokteran, hati yang sudah tidak berfungsi lagi alias mati itu namanya sirosis hepatis mas. hehhehe. semoga hati kita.tidak mati ya. baik mati secara biologis Maupin spiritual. Amiin

July 16, 2013 at 3:39 AM

@HeQrisSetuju banget mas.. karena hati ibarat perdana menterinya

Salam dari Surabaya

July 16, 2013 at 3:40 AM

@eviSeperti saya yang beruntung kenal dengan mbak Evi yang berhati lembut

Selamat berpuasa juga mbak.

July 16, 2013 at 3:42 AM

@Lizawah terimakasih sudah ditambahain istilah secara medisnya...
saya selalu berharap demikian mbak Liza

July 16, 2013 at 2:58 PM

makasih pencerahannya

July 17, 2013 at 3:38 PM

terima kasih selallu diingatkan mas insan

July 17, 2013 at 6:45 PM

Selalu berusaha dan terus berusaha semoga hati ini tak mati dan berwarna hitam kelam.. aamiin

July 17, 2013 at 8:01 PM

@Honeylizious Rohani SyawaliahTerimakasih kunjungannya...
salam

July 17, 2013 at 8:02 PM

@Lidya - Mama Cal-VinTerimakasih juga mbak Lidya yg selalu menyemangati

July 17, 2013 at 8:03 PM

@Lozz AkbarInsya Allah demikian Sam, kuncinya sabar dan tawakal

July 18, 2013 at 2:08 PM

Ngomongin hati..jd ingat sebuah riview SUrat DAhlan oleh Mbak Reni: bahwa daging yg paling sekaligus tidak enak adalah hati [kita] sendiri.

Semoga kita bisa mengelola hati dengan lebih baik:)

Post a Comment

"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes