Sunday, April 21, 2013

Apa Yang Kau Cari Muslimah.

"Dunia ini adalah perhiasan
dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah".

Itulah sedikit gambaran bahwa Islam sangat memuliakan keberadaan wanita yang shalihah, digambarkan bahwa sebaik-baik perhiasan bukanlah emas atau permata berlian melainkan wanita shalihah. Artinya seluruh yang menjadi bagian dari kewanitaan adalah sesuatu yang sangat berharga tidak ternilai dengan apapun. Begitu berharganya maka Islam menghendaki agar dijaga sebaik mungkin dan disimpan rapat-rapat.

Islam sangat menghargai wanita melebihi emas permata. Namun kadang berbanding terbalik dengan apa yang terjadi dikalangan muslimah sekarang ini. Mereka lebih menghargai barang-barang berharganya dibanding menjaga aurat sebagai symbol kemuliaan wanitanya. Itu terlihat dari kehidupan sehari-hari makin  terjadi degradasi moral. Dari cara berbusana, sikap dan tingkah laku dalam pergaulan. Sedikit demi sedikit mulai jauh dari sikap yang Islami.

sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah
Jika kita memiliki sebuah perhiasan yang sangat mahal tentu dengan sangat hati-hati menjaganya bahkan disimpan rapat-rapat agar tidak semua mata bisa melihatnya apalagi terlihat mata penjahat. Karena tidak ingin barang berharganya diambil atau dicuri orang. Tapi tahukah kalian para muslimah bukankah aurat jauh lebih mahal dibanding perhiasan-perhiasan yang kalian genggam erat-erat, maka sudah sepantasnya jika kalian menjaganya dengan lebih ekstra, jangan sampai mata liar menatap dengan tatapan penuh syahwat.

Sungguh sangat ironis jika seorang muslimah mengkuti kontes ratu kecantikan, peragaan busana yang melenggak-lenggok dihadapan ratusan pasang mata dengan memamerkan lekuk tubuhnya hanya untuk mendapat penghargaan dan kemuliaan dari manusia. Tidakkah muslimah sadar bahwa hakekatnya semua wanita diciptakan cantik bak mutiara, dilahirkan sebagai lambang kecantikan, keindahan, kelembutan  dan kasih sayang. 

Allah dan Rasulnya sangat memuliakan keberadaan seorang wanita, terbukti diturunkan sebuah surah dalam Al Quran dengan nama An-Nissa (wanita-wanita) serta banyak ayat yang memuliakan seorang wanita. Apa masih belum cukup kemuliaan yang diberikan Allah Tuhan kita?  Apa masih perlu pengakuan kemuliaan dari manusia? Entahlah !

Ada lagi wanita yang menggembar-gemborkan tentang emansipasi dan kesetaraan gender. Emansipasi bagaimanakah yang dikehendaki? Padahal kedudukan wanita dalam pandangan ajaran Islam tidak sebagaimana diduga atau dipraktekkan sementara masyarakat. Ajaran Islam pada hakikatnya memberikan perhatian yang sangat besar serta kedudukan terhormat kepada wanita.

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi laki-laki, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Terjemahan QS. Al Baqarah: 228)

Mari Kita tengok sejarah kebelakang dimasa sebelum datangnya Islam maka manusia memandang hina terhadap keberadaan wanita. Orang-orang Yunani memandang wanita sebagai alat pemuas dan kesenangan belaka. Di Romawi orang memberikan hak atas Ayah dan suami untuk memperjual-belikan anak perempuan atau istrinya. Orang Arab memberikan hak atas anak untuk mewarisi istri ayahnya (naudzubillahimindzalik). Anak perempuan juga tidak berhak atas harta waris dan dilarang memiliki harta. Hal itu juga banyak terjadi di berbagai negara yang mendiskriminasikan wanita seperti di Persia, Hindia dan lain-lain.

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (Terjemahan QS. An-Nahl: 58)

Bandingkan dengan posisi wanita setelah datangnya Islam. Islam telah menghargai kewanitaan wanita dan Islam menganggap wanita sebagai unsur penyempurna bagi kaum laki-laki, sebagaimana laki-laki juga penyempurna bagi wanita. Maka bukanlah antara satu sama lain dari mereka itu sebagai musuh, bukan pula sebagai pesaing, akan tetapi wanita sebagai penolong bagi kaum laki-laki untuk menyempurnaan kepribadian dan jenisnya, dan begitu pula sebaliknya 

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Terjemahan QS. Al Taubah: 71)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Terjemahan QS. Al Rûm: 21)

Banyak ulama besar yang mendiskripsikan kemuliaan wanita sebagai berikut

Imam Al Ghazali
Al-Ghazali, salah seorang ulama besar Islam kontemporer berkebangsaan Mesir, menulis: "Kalau kita mengembalikan pandangan kemasa sebelum seribu tahun, maka kita akan menemukan perempuan menikmati keistimewaan dalam bidang materi dan sosial yang tidak dikenal oleh perempuan-perempuan di kelima benua. Keadaan mereka ketika itu lebih baik dibandingkan dengan keadaan perempuan-perempuan barat dewasa ini, asal saja kebebasan dalam berpakaian serta pergaulan tidak dijadikan bahan perbandingan

Mahmud Syaltut
Almarhum Mahmud Syaltut, mantan Syaikh (pemimpin tertinggi) lembaga-lembaga Al-Azhar di Mesir, menulis: "Tabiat kemanusiaan antara lelaki dan perempuan hampir dapat (dikatakan) sama. Allah telah menganugerahkan kepada perempuan sebagaimana menganugerahkan kepada lelaki. Kepada mereka berdua dianugerahkan Tuhan potensi dan kemampuan yang cukup untuk memikul tanggung jawab dan yang menjadikan kedua jenis kelamin ini dapat melaksanakan aktivitas-aktivitas yang bersifat umum maupun khusus. Karena itu, hukum-hukum Syari'at pun meletakkan keduanya dalam satu kerangka. Lelaki menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum, menuntut dan menyaksikan. Begitu juga perempuan juga demikian, dapat menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum serta menuntut dan menyaksikan.

Banyak faktor yang telah mengaburkan keistimewaan serta memerosotkan kedudukan wanita. Salah satu di antaranya adalah kedangkalan pengetahuan keagamaan, sehingga tidak jarang agama (Islam) diatas namakan untuk pandangan dan tujuan yang tidak dibenarkan itu.

Jika hari ini kalian para muslimah masih menuntut emansipasi, kesamaan gender atau persamaan hak atas kaum pria maka sesungguhnya adalah langkah mundur dan ketinggalan jaman, karena Islam sejak awal sudah sangat konsen memikirkan tentang emansipasi. Tetapi tentunya bukan emansipasi seperti yang didengung-dengungkan barat yang sengaja ingin merongrong Islam dan solidnya ukhuwah muslimah dengan mengatakan bahwa Islam bersikap diskriminsi terhadap wanita.

Bagaimana pendapat kalian para Muslimah ? Silakan dishare dikolom Komentar.




66 comments

April 21, 2013 at 2:57 PM

Jazakallou khair kak... telah mengingatkan kembali tentang betapa Islam menempatkan seorang wanita begitu mulia. Allah sang pencipta insan hawwa ini tentu lebih mengenal dan mengetahui peran apa yang sesuai baginya. emansipasi yang diusung para perempuan masa kini seperti yg banyak disiarkan di media sungguh sangat memilukan hati.

jadi teringat ibunda RA kartini... berapa banyak wanita mengatasnamakan 'pelanjut' perjuangan beliau utk menyokong dan mengukuhkan kekeliruan hasrat mereka... Astaghfirullah. Betapa pentingnya menelaah sejarah dengan benar sebagai langkah utk menjaga Izzah diri dihadapanNya.. Wallohu'alam.

April 21, 2013 at 3:14 PM

@Zeal*LiyanfuryYups makna emansipasi yang dituntut para wanita sekarang sudah jauh dari pemikiran Ibu Kartini.

bahkan saya bilang tuntutan sekarang sudah mengarah pada mendzalimi muslimah sendiri.

April 21, 2013 at 4:06 PM

Pada dasarnya perempuan memang berbeda dengan laki-laki. Tidak boleh perempuan menyerupai laki-laki dan begitu pula sebaliknya. Bagi saya Laki-laki dan perempuan tidak akan pernah setara karena laki-laki dilahirkan untuk jadi pemimpin dan perempuan dilahirkan bukan untuk jadi bawahan, tetapi partner yang juga tak kalah tinggi derajatnya. Tak ada emansipasi karena kedudukan perempuan sudah tinggi di mata Alloh.

Terimakasih mas insan atas tulisan yang indah nya

April 21, 2013 at 4:48 PM

Demikianlah adanya perempuan. Selalunya ingin mendapat pengakuan. Melakukan apa saja agar mengalir pujaan dan pujian. Banyak yang silap melangkah mencari2 'pengakuan'. Tapi semoga yang lainnya tak lelah mengingatkan. Bahwa pengakuan tentang kemuliaan yang didapat perempuan, sudah jelas2 dijelaskan oleh Tuhan :)

Thank you for this inspiring note. Mari kembali saling mengingatkan. :)

April 21, 2013 at 4:52 PM

jazakallah atas postingan ini mas insan, betapa islam sangat memuliakan wanita, laki-laki dan perempuan diciptakan masing2 dengan kelebihannya, jadi teringat saat membaca sirah bahwanya jaman jahiliyah dulu setiap lahir bayi perempuan lantas mereka membunuh lalu datang islam yg sangat memuliakan wanita, bagi saya wanita pastilah punya kelebihan yg tidak dimiliki oleh kaum pria begitu juga sebaliknya, justru itu untuk saling melengkapi...

April 21, 2013 at 5:02 PM

Sungguh Islam telah memuliakan muslimah. Semoga muslimah menyadari hal itu, sehingga mereka (kami) bisa menjaga kehormatan/marwah masing2...

April 21, 2013 at 5:04 PM

Yup benar, apalagi yg wanita cari?? apalagi yang wanita tuntut??
yang perlu muslimah cari n tuntut saat ini adalah memperdalam ilmu agamanya biar tidak t'pengaruh dengan konsipirasi emansipasi wanita dan kesetaraan gender.

April 21, 2013 at 5:12 PM

wanita, dihargai tp kdag g menghargai dirinya sendir. miris....

April 21, 2013 at 5:26 PM

Tulisan ini seperti mewakili perasaanku sekarang ini. Aku sering merasa resah dengan apa yang ada di sekitarku. Pernah aku bersuara, tapi tanggapan yang aku dapat malah menganggap apa yang aku yakini aneh dan "sendiri". Maka akhirnya aku memilih diam. Karena memang kita sulit menyampaikan sesuatu bila dimulai dengan perbedaan.
Bahkan menyebutkan ayat Qur'an pun masih disanggah dengan remeh dan tak mau terima. Kalau perkataan Allah di Alqur'an saja dibantah, apalagi perkataanku? Maka sekali lagi, aku hanya bisa diam. Dan mendoakan agar Allah memberi petunjuk. Bahkan andai apa yang aku sampaikan memang bukan kebenaran, semoga Allah memberikan hidayahNya padaku.

Makasih tulisannya Mas Insan.

April 21, 2013 at 6:03 PM

@hana sugihartiPada dasarnya Alloh sudah memberikan tugas dan peran masing2 sesuai dengan porsi dan kodradnya ya mbak, dan jika peran itu dijalankan dengan baik sudah bernilai ibadah ya mbak..

terimakasih sudah berkunjung

April 21, 2013 at 6:06 PM

@RinTerimakasih sudah menambahkan mbak Rin, dan ingatkan saya jika posting di Media Robbani mulai melenceng

terimakasih sudah berkunjung

April 21, 2013 at 6:30 PM

@meutia rahmahBetul sekali Tia, Allah menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan keterbatasan, maka disitulah perlunya saling melengkapi dan saling bernasehat dalam kebaikan

April 21, 2013 at 6:31 PM

@kakaakinAamiin...
Tidak ada yang lebih baik selain wanita shalihah yang menjaga dirinya sebaik2nya dan tidak melupakan kodrad sebagai wanita.

April 21, 2013 at 6:32 PM

@NunuSangat setuju Nunu..., tidak diharamkan muslimah untuk pandai terutama dibidang agama

April 21, 2013 at 6:33 PM

@jiah al jafaraInsya Allah sahabat muslimah Robbani tidak demikian halnya

April 21, 2013 at 6:37 PM

@Niken KusumowardhaniBahwa kemenangan terbentuk dari sikap istiqomah terhadap agama dan tidak mundur dari apapun yang diderita dan dialaminya

Allah tdk hanya menilai hanya dari hasil akhir, tapi juga melihat dari proses menuju hasil akhir, barangkali orang akan menganggap Dakwah Nabi Nuh adalah sebuah kegagalan, tapii ke-istiqomah-an Nabi Nuh selama 950 tahun tanpa mengenal putus asa tanpa ada kecenderungan mengikuti kehendak kaumnya serta tidak terpengaruh olok-olok dari kaumnya itulah sebenarnya hakekat sebuah kemenangan.

ini saya petik dari postinganku terdahulu

April 21, 2013 at 8:07 PM

di zaman kini, saya berdoa, semoga saudari2 muslimah bisa terhindar dari segala fitnah dunia yang keji yang bisa memporak-porandakan akidah dan iman, serta meluluhlantakan segala ibadah kita....salam :-)

April 21, 2013 at 9:32 PM

Pertama kali dtg ke blog ini,alhamdulillah dpt pengingat.. betul, emansipasi bkn berarti menyamakan kedudukan wanita= pria,,bgaimn pun Allah menciptakan kita untuk saling melengkapi, saat wanita tdk bs seperti pria, bukan berarti harus dituntut untuk menjadi sama...

April 21, 2013 at 11:19 PM

saya mencari keridhoan Allah aja mas , bukan menuntut emansipasi :) Posisi wanita dan laki-laki pada dasarnya berbedakan, saya tidak mau disamakan

April 22, 2013 at 12:06 PM

^_^ artikelnya bermanfaat.... Subhanallah....
Sama nice nya dgn blog ku... ^_^

Salam Ukhwah

April 22, 2013 at 12:33 PM

Bagi wanita yang menuntut emansipasi dan kesetaraan gender saya rasa wajar, toh tidak banyak yang mereka ketahui bahwa dalam Islam kesetaraan tidak melulu berimbang 50-50. Tapi bagi seorang muslimah, apabila masih pula mengekor pemikiran barat sana atau malah mau kembali ke zaman primitif dulu saya bilang "Sungguh terlalu" :p ., sebab bagaimana mungkin seorang muslimah masih menuntut emansipasi padahal Allah mencintai mereka 'lebih'. Tengok Al Qur'an... ada surah An Nisaa, tapi tak ada Ar Rijal bukan? Pun untuk masuk surga-Nya tidak perlu berdarah-darah di medan perang, cukup : Sholat limat waktu, puasa Ramadhan dan Tho'at pada suami (dalam hal yang ma'ruf)

Sebelum komen saya berkepanjangan... saya mau bilang, "Sungguh terharu membaca postingannya" ., well done ^_^)b

April 22, 2013 at 9:25 PM

menurut saya, muslimah itu sudah punyaemansipasi tinggi. berkerudung, menutup aurat, itu emansipasi wanita menurut saya. dengan itu, wanita dapat bebas dan tenang untuk menutup hartanya yang berharga. jadi, muslimah sendiri adalah emansipasi wanita yang selayaknya delamanya dijalani :)

April 22, 2013 at 11:25 PM

Terimakasih Ka, atas postingannya, benar-benar menyentuh.
Saya sendiri masih selalu terngiang petuah dari mama saya, bahwa "setinggi" apapun kamu, jangan pernah merasa "tinggi" dihadapan suami kamu. Maksudnya, semampu, sepandai ataupun sekaya apapun saya sebagai wanita, saya tidak boleh merasa apalagi menunjukkannya didepan suami saya. Semua yang akan saya lakukan harus atas seizin suami saya. InsyaAllah akan terus begitu, jadi itu juga agar tidak menimbulkan fitnah atau curiga pada kami..
Untuk emansipasi wanita, saya sedikit saja komennya, karena pandangan setiap orang berbeda dalam menanggapinya, nah sekarang menurut saya sudah agak berlebihan ya emansipasi wanita itu.. terimakasih :)

April 23, 2013 at 7:12 AM

Islam sudah begitu memuliakan wanita ya Mas
Pria dan wanita tidak mungkin setara karena punya hak dan kewajiban masing2

April 23, 2013 at 8:58 AM

@BlogS of HariyantoAamiin... semoga para ukhti juga menyadari akan eksistensinya

salam...

April 23, 2013 at 9:00 AM

@Rumah Buku IqroSetuju.., masing2 sebagai penyempurna saling menutupi kekurangan bukan sebagai pesaing

April 23, 2013 at 9:02 AM

@Lidya - Mama Cal-VinBetul mbak Lidya, masing2 punya peran sendiri yang sangat besar dlm keluarga

April 23, 2013 at 9:02 AM

@Desir SyairYups Alhamdulillah
terimakasih sdh berkunjung

April 23, 2013 at 9:04 AM

@Gen - QSubhanallah. komentar yang bagus dan positif banget, trimakasih sudah menambahi posting diatas

April 23, 2013 at 9:04 AM

loh saya bukan Muslimah, enggak boleh share dong sam hehe

Yups. sudah dijelaskan segamblang-gamblangnya di Islam yo sam, tapi kenapa saja di pojok sana masih saja ada yang bilang jika Islam itu tak menghargai harkat wanita.. eh dieman ora gelem

April 23, 2013 at 9:07 AM

@Riski FitriasariSubhanallah semoga Riski kelak jadi penghuni Surga-Nya, betul jika emansipasi yang dituntut sekarang sudah kelewat batas bahkan sdh menzalimi diri sendiri, karena Allah tidak akan memberi beban diluar batas kemampuan.

April 23, 2013 at 9:10 AM

@Esti Sulistyawanmemang dalam hal tertentu seperti masalah pendidikan bisa disamakan tapi ada hal lain yang seharusnya menjadi tugas laki2 seperti berperang, mencari nafkah keluarga, kendati Istri juga blh mencari nafkah tapi sifatnya membantu.

April 23, 2013 at 9:13 AM

@Lozz Akbarboleh kok share...

mungkin mereka belum mau belajar secara mendasar sam..

April 23, 2013 at 6:12 PM

Wanita banyak yg menuntut emansipasi tapi kadang2 lupa akan kodratnya sebagai wanita. Kalau di tempat saya banyak yang kerja di luar negeri dan punya uang banyak terus semena-mena sama suaminya. Semoga saya dijauhkan dari sifat2 buruk. AMiiin

April 23, 2013 at 10:33 PM

@Tarry KittyHolicAamiin...
yang penting saling menyadari akan perannya masing2 ya mbak

April 24, 2013 at 9:36 AM

jazakallah .. ka Insan, postinganya mengetuk hati saya untuk tetep istikomah menjaga aurat ini...saya ingin menjadi perhiasaan ituuu...amiiiinnn
ditunggu postingan selnjutnya, subhanallah

April 25, 2013 at 7:17 PM

@pena kecil sativaAamiin, semoga dirimu tetap istiqomah dan tetap menjadi perhiasan yang indah didunia dan akhirat
Terimakasih kunjungannya Satifa

April 26, 2013 at 7:15 PM

^_^

May 6, 2013 at 10:04 AM

memang benar kang. sekarang agama ini sudah menjadi hal aneh di tengah mereka yang menyatakan dirinya sebagai muslim sejati. mereka (mungkin kita juga) muslim, tapi hidup jauh dari tuntunan agama, kurang (atau bahkan tidak sama sekali) mengerti agama ini bagaimana dan apa di dalamnya. kita cuma tahu islam itu solat (banyak juga yang tidak), zakat (banyak yang enggan), puasa (banyak yang hanya mengaku menjalankan saja) dan hal hal yang terlihat saja. kita tidak menelaah secara keilmuan islam itu sebenarnya seperti apa. apa yang terkadung di dalamnya kita kebanyakan tidak tahu, bagaimana akan mengamalkannya? hajipun sekarang cuma sebagai simbol sosial saja (kemana aspek religinya?). islam di indonesia itu ramai hanya pada saat lebaran saja. gegap gempita, tapi kembali lagi, adakah makna di dalamnya yang merasuk di hati dan diterapkan dalam kehidupan nyata?

kerudung sekarang juga begitu. banyak yang hanya sebagai simbol saja. biar dikata muslim sejati? padahal banyak teman-teman saya yang berkerudung rapat tapi sama sekali tidak pernah solat. apa yang salah? banyak juga yang postingan di sosial medianya (facebook, twitter dll) yang begitu bijak, bahkan seolah tahu banyak tentang agama ini, tapi dalam praktek kehidupannya, yang bersangkutan bejat sekali.

sebenarnya komen ini nyambung gak sih? :D

intinya, pahami dulu apa ajaran agama ini, lalu lakukan apa yang ada di dalamnya, maka insyallah, pemahaman tentang emansipasi wanita akan jadi jelas sebening embun. bukankah air yang bersih akan tetap bersih di tempat yang bersih?

May 7, 2013 at 9:50 AM

izin nyimak dulu

May 9, 2013 at 10:37 PM

bagaimanapun juga, laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan :) padahal sudah dimuliakan tapi ada-ada saja perempuan yang menghinakan diri, na'udzubillahi min dzalik. Ya Allah~

Anonymous
May 10, 2013 at 6:41 AM

Thаnκs in favοr of shаring such
a faѕtіdiouѕ opinion, article iѕ nice,
thatѕ ωhy i hаve read
іt comрletеly

Here iѕ my website :: http://iphonerepairmalaysia.blogspot.com/

May 11, 2013 at 5:55 PM

Dan masih banyak lelaki yang bangga akan ke"seksian" pasangannya.. bukankah mereka telah berbagi dengan yang lain akan keindahan itu..??
dan wanita berusaha tampil cantik dihadapan orang banyak, kemudian tampil urakan dihadapan suaminya..

Salam kangen mas.. :)

May 12, 2013 at 12:08 PM

@Obat Kanker Paru ParuSilakan

May 12, 2013 at 12:08 PM

@Phuji Astuty Lipiwah senyumnya

May 12, 2013 at 12:20 PM

@muhammad ridwanwah jangan begitu ah, sangat tidak bijak memberikan contoh seperti itu, nah yang abal2 itu tugas kang Rd yang ngingetin..

masa tau salah dibiarin...

May 12, 2013 at 12:22 PM

@Nurmayanti Zaindijadiin ibrah aja ya May, belajar dai pengalaman orang lain.

May 12, 2013 at 12:24 PM

@Andro BhaskaraNah itu dia yang saya tidak habis pikir, plat itam disamain plat kuning..

Salam kangen juga Ndro

May 12, 2013 at 12:37 PM

@Anonymousthanks for visit
I will soon visit your sitee

May 12, 2013 at 3:33 PM

Saling menghargai dan menghormati akan peran dan kwajibannya..di rasa akan selalu terasa sejuk dan indah ya mas :)

#salam sehat selalu :)

May 12, 2013 at 4:07 PM

cita-cita ku menjadi wanita shalihah
untuk lelaki yang jadi milikku sah
dalam restu yang berkah

May 16, 2013 at 4:17 PM

aku ingin sekali menjadi muslimah sholihah,,

May 17, 2013 at 11:11 AM

@Insan Robbani sependapat dengan Mas Robbani, jika saat ini makna dan lingkup emansipasi yang diinginkan para wanita kebanyakan [tidak semuanya kok] melenceng dr hakekat emansipasi yg diperjuangkan Ibu Kartini.

Menurut saya dan bagi saya, emansipasi itu haruslah tdk melintasi batas fitrah dan kodrat serta tdk merebut peran dan tanggung jawab laki-laki.

Emansispasi adalah ketika wanita mampu bereksitensi tanpa kehilangan jati dirinya, dalam rangka mendapingi suami meraih prestasi terbaiknya dan mengantar anak-anaknya menjadi generasi yg bermanfaat dimanapun berada

May 18, 2013 at 5:30 PM

Membaca semua, termasuk di kolom komentar. malah jadi speechles.

Yg jelas saya bangga menjadi wanita dan tak berhasrat merubah diri menjadi pria. :D

May 20, 2013 at 12:09 PM

Sudah sebulan blog ini belum diupdate lagi, Mas Budhi? Apa kabarnya, semoga senantiasa dalam ridho Allah SWT. amin.

May 22, 2013 at 12:47 AM

semoga semua wanita dapat menjadi wanita shalihah, Amin

May 22, 2013 at 5:41 AM

pkiran kita tlah di cuci oleh media utuk mnuntut emansipasi. pdahal di dlm islam wanita itu lbih di hargai.

untuk mwakili komen saya ini bs anda dengarkan lagunya MUSE yg judulnya SUPREMASI.
bgus jg makna dr lagunya. yg mnceritakan keunggulan umat manusia yg tlah punah tgl sjarah. emansipasi dijadikan dalil kbebasan tuk berbuat sesuka hati. umat manusia mnjadi bobrok. coba dngar aja deh sndri..hehehe...

May 22, 2013 at 11:12 PM

@budi os 19Setuju.. lebih sehat dan menyehatkan kan?

May 22, 2013 at 11:12 PM

@anisayuAamiin.., semoga tercapai..

May 22, 2013 at 11:13 PM

@Noorma FMZinsya Allah, Noorma sdh mmenjadi wanita shalihah kok

May 22, 2013 at 11:14 PM

@Susi SusindraSetuju mbak, bersyukur dengan takdir-Nya

May 22, 2013 at 11:15 PM

@Abi SabilaAlhamdulillah sudah update mas, dan Alhamdulillah kabar baik, ikut mengamiinkan doanya

May 22, 2013 at 11:16 PM

@Lisa Tjut AliAamiin...
Semoga menyadari keagungan seorang wanita

May 22, 2013 at 11:17 PM

@andy langitSepertinya begitu ya mas


coba deh saya cari lagunya...
makasih

May 29, 2013 at 11:32 AM

Wanita memang sungguh mulia di mata islam

September 16, 2013 at 2:07 PM

proud to be muslimah :)

Post a Comment

"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes