Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Setelah memposting Kado Terindah dari Allah, ternyata banyak pertanyaan yang meluncur di inbox FB. Macam-macam pertanyaannya, tapi kalau ditarik benang merah intinya “apa alasanku masuk Islam”. Well, terima kasih atas atensinya, dan terima kasih bagi teman-teman yang sudah meninggalkan jejak tulisan di blog Media Robbani
Sebenarnya aku sendiri bingung kalau menjelaskan mengapa harus memilih Islam, semua mengalir begitu saja tanpa bisa aku cegah dan aku rencanakan, semua karena kehendak Allah.. Tapi sebagai manusia memang harus berikhtiar mencari kebenaran dan kebenaran yang hakiki hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita adalah makhuk yang paling sempurna, kehadirannya dibekali hati dan akal, sangat beda dengan makhluk lain ciptaan-Nya, sudah seharusnya kita mengoptimalkan hati dan akal ini untuk merenungi kebesarannya serta mencari kebenaran yang hakiki.
Sungguh beruntung sejak kecil aku sudah ditanamkan jiwa kritis oleh orang tua, itu pula sebenarnya sifat dasar yang dimiliki manusia sejak dia kecil, terbukti seorang anak selalu tidak henti-hentinya bertanya tentang apa yang dilihat dan yang dirasakan. Hanya karena perjalanan waktulah sering membuat kita bersikap apatis bahkan masa bodoh terhadap sebuah keadaan dan kebenaran, terkadang malah mempercayakan suatu kebenaran kepada sesuatu yang belum terjamin kredibilitas dan ke-maksum-annya, budaya taqlid lebih dipilih daripada harus mengurai sendiri kebenaran yang benar-benar haq sesuai dengan ketentuan syariat.
Seperti sudah aku jelaskan diposting sebelumnya, aku dilahirkan dari keluarga non muslim, yang taat dengan ibadahnya. Kami sekeluarga sering bersama mendatangi tempat peribadatannya, tapi hati ini merasakan ketidak puasan, akal ini tidak terima dengan asupan pemahaman yang akal-akalan dan dipaksakan. Dalam hati aku mengatakan ini memang kebenaran, tapi aku yakin masih ada kebenaran lain yang lebih hakiki, dalam ketidak puasan aku mencari dan terus mencari kebenaran itu, sampai benar-benar kutemukan kebenaran itu.
***
Rumahku tidak jauh dari masjid, setiap hari sebelum datangnya saat Maghrib ada lantunan ayat-ayat yang diperdengarkan lewat pengeras suara, makin hari terasa indah kedengarannya. Ada perasaan lain di hati ini, terasa tenang, teduh, indah dan berbagai rasa yang mewarnai hati ini, semakin hari kudengar semakin rindu dengan lantunan suara itu, satu hal yang membuatku tergelitik adalah ada ayat yang di ulang-ulang “fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaani”. Ada apa dengan ayat tersebut sampai diulang-ulang beberapa kali, akhirnya ku tahu arti ayat itu adalah sebuah sindiran kepada manusia dari sang Maha Pencipta atas nikmat yang telah diberikan-Nya
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Sangat luar biasa ayat ini di ulang sampai 31 kali, sungguh malu rasanya jika selalu diingatkan dengan pertanyaan itu. Aku mulai respek dengan Islam, tapi dimana dan bagaimana aku harus memulainya?. Sebuah keputusan yang sangat sulit tentunya, karena aku tahu persis dalam lingkungan keluargaku sudah terlanjur apriori terhadap masyarakat muslim, entah mengapa..? aku sendiri tidak tahu alasannya, jiwa ini memberontak! aku yakin dimanapun dan ajaran agama apapun tidak ada yang mengajarkan kebencian tanpa alasan yang jelas, justru dari sikap apriori dan antipati inilah pemicu diriku untuk menggali tentang Islam.
Siang itu aku pulang kuliah bareng-bareng dengan tiga teman, aku masih ingat waktu itu hari Jum’at, sebagai muslim otomatis ketiga teman tadi menunaikan ibadah sholat jum’at. Karena aku numpang maka sudah barang tentu harus ikhlas nunggu di mobil, disela-sela penantian itu kudengar dengan jelas khutbah dari mubhaliqnya, sangat jelas sekali karena tempat parkirku tidak jauh dari area masjid. Diantara khutbah yang kudengar adalah sebuah cerita tentang sahabat Adi Bin Hatim yang masuk Islam karena kemuliaan akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, sepenggal kisah dari Adi Bin Hatim ini yang menginspirasiku hingga semakin kuat keinginanku untuk menjadi muslim.
“Rasululah saw berdiri menyongsongku. Beliau menggandeng tanganku lalu dibawanya ke rumahnya. Ketika beliau membawaku, tiba-tiba seorang wanita tua yang dhaif (lemah) sedang menggendong seorang bayi, menemuinya minta sedekah. Wanita tua itu berbicara dengan beliau mengatakan kesulitan hidupnya. Beliau berhenti mendengarkan bicara wanita itu sampai selesai. Dan aku pun tegak menunggumu.
Aku berkata kepada diriku, "Demi Allah! Ini bukan kebiasaan raja-raja!" Kemudian beliau menggandeng tanganku dan berjalan bersama-sama denganku sampai ke rumah beliau, tiba di rumah, Beliau mengambil sebuah bantal kulit yang diisi dengan sabut kurma, lalu diberikannya kepadaku. Beliau berkata, "Silahkan Anda duduk di atas bantal ini!" Aku malu. Karena itu aku berkata, "Andalah yang pantas duduk di situ." Rasulullah menjawab, "Anda lebih pantas." Aku menuruti kata Beliau. Lalu aku duduk di atas bantal. Rasulullah duduk di tanah, karena tidak ada lagi bantal lain selain yang satu itu. Aku berkata dalam diriku, "Demi Allah! Ini bukan kebiasaan raja-raja." Kemudian, beliau menoleh kepadaku seraya berkata, "Hai Adi! Sudahkah engkau membanding-bandingkan agama yang engkau anut, antara Nasrani dengan Shabiah?" Jawabku, "Sudah." Beliau bertanya lagi, "Bukankah engkau memungut pajak dari rakyatmu seperempat penghasilan mereka. Bukankah itu tidak halal menurut agama Anda?" Jawabku, "Betul". Sementara itu, aku telah yakin Muhammad ini sesungguhnya Nabi dan Rasul Allah. kemudian, Beliau berkata pula, "Hai 'Adi! Agaknya engkau enggan masuk Islam karena pernyataan yang enkau lihat tentang kaum muslimin, mereka miskin. Demi Allah! Tidak lama lagi harta akan berlimpah-ruah di kalangan mereka, sehingga susah didapat orang yang mau menerima sedekah.
Atau barangkali engkau hai Adi enggan masuk agama ini karena kaum muslimin sedikit jumlahnya sedangkan musuh-musuh mereka banyak. Demi Allah! Tidak lama lagi engkau akan mendengar berita seorang wanita datang dari Qadisiyah mengendarai onta ke Baitullah tanpa takut kepada siapa pun selain kepada Allah.
Atau mungkin juga engkau enggan masuk Islam karena ternyata raja-raja dan para Sultan terdiri dari orang-orang yang bukan Islam. Demi Allah! Tidak lama lagi engkau akan mendengar Istana Putih di negeri Babil (Iraq) direbut kaum muslimin dan kekayaan Kisra bin Hurmuz pindah menjadi milik mereka.
Aku bertanya kagum, "Kekayaan kisra bin Hurmuz?" Jawab beliau, "Ya kekayaan Kisra bin Hurmuz." Adi berkata, "Maka seketika itu juga aku mengucapkan dua kalimah syahadat di hadapan beliau dan aku menjadi muslim."
“Ya Tuhan begitu mulianya Nabi Muhammad” gumamku dalam hati. Berarti ada yang salah dengan informasi yang diterima dikeluargaku. Dari kisah itu membuatku makin yakin dengan Islam, yakin dengan kebenaran Islam dan yakin dengan akhlak pembawa risalah Islam, aku berjanji pada diri sendiri akan memberikan informasi yang benar kepada keluargaku, akan kutunjukkan bahwa Islam bukan agama yang mengedepankan pedang dan kekerasan. Semangatku semakin kuat tak mungkin terbendung lagi. Tidak bisa tidak, aku harus menjadi muslim, apapun resikonya, apapun konsekwensinya.
Alhamdulillah dengan Rahmad Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bantuan sahabat-sahabatku akhirnya terwujud keinginanku menjadi muslim. Dengan membaca “Asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah” maka ku mantabkan hatiku untuk mengatakan tidak ada yang layak disembah selain Allah, serta berusaha meneladani Rasulullah sebagai utusan Allah. Aku telah menjadi muslim, akan ku katakan pada dunia bahwa “AKU BANGGA MENJADI MUSLIM”
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
58 comments
hidayah bisa datang kapan saja dan dimana saja, dan ketika hati sudah tergerak dan niat sudah kuat tidak ada yg tidak mungkin..kak!!tetap istiqamah dalam dienul islam ^__^
Insya Allah Meutia, pilihan sudah dijatuhkan, tidak ada alasana utk berpindah kelain hati... eh salah.. kelain agama...
saya nda berani banyak ngasih komentar disini, karena kalo bertandang kesini...saya ibaratnya murid yang minta seonggok ilmu sama si tuan rumah...
^^
Uty... Uty... dirimu membuatku senyum2 sendirian didepan compi... ^_^
Subhanallah... Bahagia dan haru, terima rengkulan dariku, "Akhukum fillah", Saudaramu di jalan Allah ^^
Syukron saudaraku Fahrie, Barakallahu fiika. Akhukum fillah
Dan mari kita berdoa, semoga kebanggaan itu bukan hanya kata slogan semata yaaaa.... :)
Makasih, maka insya Allah diri ini sudah merasakan bahagia menjadi bagian dari muslim sedunia..
maaf banget mas atas komen saya sebelumnya... saya bener-bener ga tau kalo ini adalah kisah mas Insan sendiri.. Soalnya sampai saat ini saya masih berpikiran kalo di luar sana masih banyak di antara mereka yang bilang bangga menjadi seorang Muslim, tetapi kebanggaannya itu tidak tercermin dari sikap sehari-harinya.
Buat mas Insan sendiri, selamat ya mas, Alhamdulillah dirimu mendapat Hidayah Allah untuk bisa berada di jalan Islam. Dan semoga bisa tetap Istiqomah di jalan-Nya sampai akhir hayat... :)
tidak apa, yang pasti dengan perjuangan panjang dan Ridhonya Allah saya bisa berhijrah menjadi muslim, suatu situasi yang sangat sulit dilupakan
Subhanallah... Baru aku tau kalo mas Insan ternyata seorang muallaf. Baru selesai baca yg "Kado Terindah dari Allah" juga..
Perjalanan meuju Islam sangat indah ya mas, semoga selalu istiqomah di jalannya, mas Insan dan keluarga :)
Terima kasih Rie..., suport dan doa kalian yang menguatkanku
mantappp kawan..
terimakasih kawan atas kunjungannya
subhanallah... keep istiqomah, mas insan :D salut... kita slg mendoakan ya..
terimakasih ya Mbak, sesama muslim akan lebih baik bila saling mengingatkan dan mendoakan.
subhanallah kang, posting mana di blog ini yang gak bikin aku merinding n salut.....
selamat datang saudaraku di agama ini .....
makasih Kang, postingan di blognya kang Ridwan juga sangat bagus, saya ngefans banget.
Subhanallah Mas... cerita ini bikin aku sedikit menitikkan air mata. sungguh hidayah itu akan selalu hadir pada setiap orang yang menginginkannya. Semoga kita bisa menjadi seorang muslim/muslimah yang lebih tawadhu, Aamiin
terimakasih atas apresiasinya, hidayah dari Allah memang tidak bisa diprediksi, dan tidak akan salah alamat, maka berbahagialah mbak Mira yang sudah menjadi muslimah yang baik dan berhijab...
Subhanallaah.. Lagi-lagiii.. baca postingan kang Insan selaluu membuat saya merenung..
Tetep istiqomah kang.. Semoga kelak kita bisa bertemu di SurgaNya..
Aaaamiiin...
Eh, kang Insan juga bikin buku duuunk...Kalo kang Insan bikin buku, Uthe pastiii beli.. Sekalian beli bukunya kak Tia sama mbak Nick nanti.. hehehhee....^-^
Amin ya Robb, makasih Uthe, yg sdh meluangkan waktu berkunjung kelapakku
Membuat buku..?? waow masih jauh sepertinya untuk kearah itu, tapi jika Allah berkehendak tidak menutup kemungkinan kearah itu
Pena hadir dan absen malam sobat...Assalamu'alaikum
Alhamdulillah masih diberikan hidayah Islam dan pena bangga menjadi muslim
Alhamdulillah, kata2 sahabatku pena membuatku makain semangat...
allahuakbar..[hanya sekilas saya baca artikel ini], yang pasti saya malu pada sohib insan robbani, malu pada Allah SWT, malu pada Rasullullah SAW, malu pada jiwa dan raga yang jadi tempat persinggahan roh ku...semoga setelah dari sini perbaikan dapat dilakukan. blog yang menggetarkan...amin..terimakasih gan
Subhanallah komen ini yang membuat hati bergetar, mari kita sama2 membudayakan rasa malu dan mewujudkan dlm bentuk hijrah menuju yang lebih baik
Kunjungan menjelang tengah malam sobat sambil menyimak postingannya...
Terima kasih sobat telah berbagi artikelnya yang menggugah keimanan kita dan sudah seharusnya kita bersyukur dan bangga menjadi muslim sobat
terimakasih juga mas Ferry, rasa syukur dan bangga itulah yang membuat kita bisa berkontribusi dalam kebaikan.
proud to be muslimah~
I hope you can be a pride for Muslimah...
Subhanallah yah mas insan. Hidayah adalah sesuatu yg tak mampu dipaksakan, juga dihindari. Maka bersyukurlah kita termasuk bagian dari org2 yg mndapat hidayah. Moga sampai akhir zaman..tetap dalam keimanan..amin..^_^
Amin....,Setuju banget, hidayah mutlak hak prerogatif Alloh, tdk ada satupun yg bisa intervensi, sungguh alhamdulillah bila kita diposisi sbg umat muslim/ah.. saat ini dan mati dgn keadaan khusnul khotimah..
subhanalloh, ahlak yang begitu mulia, walau berabad jarak darinya, ternyata pesonanya tak pernah lekang oleh waktu dan ruang, salam bagimu wahai Rosululloh... semoga qt dimatikan dalam keadaan istiqomah dalam iman dan dien ini
jika umat Islam di jaman para sahabat sangat taqwa, tawadhu dll, itu sdh biasa karena mereka dekat dengan Rasulullah, yang luar biasa umat Islam di jaman sekarang tapi tetep takwa, tawadhu, berakhlakul kharimah dsb, karena jauh dari kenabian, pilihan pada kita, mau jadi yang biasa atau luar biasa,.?
jelas sangat sangat SANGAT bangga sekali sob..
^_^
alhamdulillah semangat sekali sobat Penghuni 60
alhamdulillah saya pun bangga menjadi seorang muslimah kang.. meskipun saya lahir dalam keadaan muslim, tapi itu tidak membuat saya lantas menerima begitu saja agama yang saya anut.. semakin saya mendalami, semakin saya tau bahwa memang Islam agama yang diakui olehNya.. bahagia bisa mengenalmu kang, bahagia juga bisa membaca kisah ini.. :)
kebanggaan itu yang berbuah cinta dan mahabatullah, setuju Dhe.., kita harus kritis menyikapi sebuah ajaran yg datang, smakin byk fenomena aliran yg sesat dan menyesatkan, hanya Al Qur'an dan Assunah jaminan ma'sum...
bahagia juga bisa mengenal dirimu Dhe-bie...
Merinding membacanya, terharu .. kapan2 saya share ini ya.
Membaca ttg pribadi Rasulullah selalu mengagumkan.
Semoga istiqamah dan ridha Allah selalu bersamamu :D
Oya, tolong ke blog saya ya, ada award yang mau saya sampaikan buat Insan ^__^
Di tulisan
http://mugniarm.blogspot.com/2012/01/award-versatile-for-amazing-bloggers.html
Terimakasih :)
Terimakasih Bundanya Fiqthiya, telah meluangkan waktunya datang dilapak ini, tentunya sangat ditunggu share ttg Sirah Nabawiyahnya, insya Allah akan berkunjung...
oh ia terimakasih sangat untuk awardnya... bener2 surprise..
barakallahu fiikum ya akhuna.., sy baru tau klo antum dibesarkan dilingkunga Non muslim, klo mau dilihat2 ada perbedaan mencolok antara muslim keturunan & muslim yg emank masuk islam cz BELAJAR & PAHAM. muslim keturunan identik dgn sifat malas2an seolah2 ada stempel masuk sorga dikantongnya heheh..., beda dgn muslim yg emank masuk islam cz hidayah, mereka benar2 semangat belajar mengkaji islam.
semoga Hidayah ISLAM selalu menyertai kita semua sahabat Aamiin3 yaa Rabb..
syukron sahabat Rohis Facebook..., saya masihsangat minim dlm hal ttg Islam, hanya kemauan dan semangat yg saya miliki selain selalu berharap pada kemurahan Allah...
masya Allah ane baru tahu moga mas insan benar2 menjadi insan rabbani.... amin ya rabb...
amin... demikian juga untuk mas Nitnot, lebih dari insan Robbani..
aku juga bangga menjadi seorang muslim :)
salam kenal sob :)
ijin follow blog ini ya..
Alhamdulillah... salam kenal juga
subhanallah..
cuma mo bilang, sy bangga menjadi seorg muslimah, pun bangga mengenal orang sperti kk yg punya kisah yg membanggakan. keep istiqomah k', sy minta utk slalu didoakan yaa.. :)
walau sy jarang BW, tak sperti tmn2 lain yg rajin BW, hhe. tp tiap ada ksempatan, slalu mampir disini, dengan atau tanpa komen.. :p
*keren*
Terimakasih Adik Phipi... saya jd bangga kenal denganmu, muslimah yg shalihah...
iya gpp... kakak tau seorang dokter pasti sibuk...
tp ttp berkarya kan... sipp
sering sekali dalam diri menggunjing orang tp itu muncul secara spontan... gimana resepnya biar terkontrol..???
Resepnya gampang.. selalu Dzikir pada Allah..
Subhanallah..
Saya nga bisa berkomentar banyak... cuma kata2 yang sama AKU BANGGA SEKALI JADI SEORANG MUSLIM...
Smoga kita tetap istiqamah di jalan Allah SWT.. Amin
Alhamdulillah,,,,Amin, kalau bukan kita sebagai muslim yg bangga... lantas siapa lagi...
Subhanallah.. Merinding saya bacanya.... ^_^
Terima kasih ya Latifah Ratih, saya lebih merinding lagi
Jazakallahu kaoir....bacanya di tunda dulu. Insya Allah mo ke istiqlal, denger ceramah ust. Yusuf mansur :-)
Wassalam
"Jamaah, tolong doakan saya, agar Allah memberi kesempatan 10 detik saja tubuh saya bisa bergerak normal sehingga saya bisa bersujud kepada-Nya,'' pinta Syeikh Ammar Haitsam Bugis di masjid istiqlal.
Ustadz ini "cacat" tp insya Allah dimuliakan Allah.
Wassalam
http://www.hidayatullah.com/read/26498/26/12/2012/syeikh-ammar-bugis-kunjungi-daarul-qur%E2%80%99an-ketapang-.html
Just share
Salam
Yusran :-)
Subhanallah....ilmu hukum dipadu dgn ilmu agama, semoga dimudahkanNya dalam memberi teladan kpd bangsa ini.....Amin ya Rabb!
Salam :-)
Post a Comment
"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"