Wednesday, January 4, 2012

Kado Terindah Dari Allah

"Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya."

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah akhirnya di awal tahun 2012 M, aku bisa posting artikel lagi, agak berbeda postingan dari terdahulu kali ini aku ingin berbagi sedikit cerita tentang seorang anak manusia yang berjuang untuk mempertahankan keislamannya dari serangan orang-orang terdekat yang justru sangat di cintai. Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang istimewa memang dari kisah ini tapi mudah-mudahan bagi kalian yang dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga muslim bisa lebih menghargai islam karena yakinlah tidak ada yang lebih baik dan lebih sempurna kecuali Islam

Aku dilahirkan dari keluarga non muslim, ibu berdarah Jawa sedang Ayah dari Jepang. Sebuah keluarga sederhana tapi taat dengan agama yang kami anut sebelumnya. Sejak kecil aku diajari untuk menghormati orang tua dan bersikap santun pada sesama, tapi maafkan aku ayah dan ibu bukannya tidak menghormati tapi aku harus keluar dari agama kalian dan memilih Islam sebagai sandaran dan jalan hidupku…

Siang itu sepulang kuliah aku langsung masuk kekamar kutaruh tas dan buku yang kupinjam dari perpustakaan kampus, kulihat disudut kamar ada sebuah kado yang dibungkus rapi tersemat diatas meja belajar, “ada apa ini.?, pikirku dalam hati. Ya Allah ya Rabbi ternyata hari ini adalah ulang tahunku. Baru ingat 5 Januari adalah hari ulang tahunku.., ah..!!. Dengan kondisiku sekarang ini rasanya hari ulang tahun bukan moment yang penting lagi bagiku, segera aku keluar kamar untuk mencari tahu. Tapi dirumah tidak ada seorangpun kecuali bibi yang lagi sibuk seterika pakaian

"Bibi..!!, ini kado dari siapa..?", tanyaku dengan suara agak keras. 

“saya tidak tau mas..” jawab bibi tidak membuatku puas. 

Sembari ngeloyor ke kamar kurebahkan tubuhku di atas ranjang yang berseprei biru, kuperhatikan dengan seksama kubolak-balik kado tersebut tapi tidak kutemukan tulisan apapun. Perlahan kubuka bungkusnya, “Haah!!, terperangah melihat isinya sebuah terjemah Al Qur’an dengan sampul warna biru yang belum bisa kubeli,  dan yang membuat aku tersentak adalah selembar kertas putih yang diselipkan didalam Al Qur’an. Dengan bibir bergetar kubaca perlahan kata demi kata


"Ananda......
Ayah ucapkan selamat hari ulang tahun untukmu, Ayah sengaja memberikan sebuah Al Qur’an sebagai tanda bahwa ayah sudah merestui kamu menentukan keyakinanmu, mungkin ananda tidak pernah menduga ayah akan memberikan hadiah ini, dari hari ke hari ayah memperhatikan perkembanganmu, ternyata dengan keyakinanmu yang baru ananda tampak lebih baik dan bersikap positif, maafkan jika selama ini ayah menafsirkan salah terhadap Islam, tanpa sepengetahuanmu ayah sering membaca buku-buku agama dikamarmu, sampai akhirnya ayah dan ibu membulatkan tekad untuk mengikuti jejakmu, ayah dan ibu ingin masuk islam, semoga ananda memaafkan ayah ibu serta bersedia membimbing kami menjadi musim yang baik”   dari Ayahanda



Blleegaaaaarrrr…!!, bagai petir menyambar disiang bolong, aku terperangah seperti tidak sadarkan diri usai membaca surat itu, antara percaya dan tidak, “apa benar ini surat dari Ayah…??”, tapi dari tulisannya aku hafal banget kalau ini tulisan Ayah…, Ya Allah ya Robbi.. sujud syukurku kupersembahkan kepada-Mu. Engkau satukan keluargaku dalam dien-Mu, tak terasa air mata menitik dipipiku sesuatu yang jarang terjadi dalam hidupku, karena Ayah selalu menasehati bahwa laki-laki tidak boleh gampang nangis. Tapi kebahagiaan kali ini benar-benar tdk mampu lagi menahan keluarnya air mata..

Ya Allah hanya Engkaulah yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Pandanganku menerawang jauh aku masih ingat tiga tahun lalu ketika aku minta ijin masuk Islam, betapa marahnya ayah waktu itu, marah semarah-marahnya dan suatu pemandangan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Selama ini ayah sosok yang bijaksana selalu memberi support atas ide-ide anaknya tapi mengapa dalam hal keyakinan bisa berubah drastis..?? Salahkah bila aku menentukan pilihanku sendiri..? Salahkah bila aku mencari kebenaran yang kuinginkan..? Itulah pertanyaanku yang tidak mampu kuungkapkan pada Ayah. Berhari-hari kulalui dengan perasaan dilema antara mengikuti kata hatiku tentang kebenaran Islam atau patuh dengan orang tua yang telah merawat, mendidik dan membesarkanku. Berhari-hari aku mencari jawabnya sampai akhirnya kutemukan jawabnya

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman:
Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (QS. At-Taubah: 24)

Dari Ayat Tersebut jelas bahwa Allah memerintahkan kita untuk mengutamakan cinta kepada-Nya melebihi cinta kepada siapapun dan cinta pada apapun. Allah memberikan peringatan keras kepada mereka yang mencintai segala sesuatu melebihi cinta kepada Allah “…maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya …” Astaghfirullahal aziim. Kita tidak tahu siksa apa yang akan menimpa jika menduakan-Nya sedangkan kita mengetahui siksa Allah amatlah pedih. Allah juga memberi gelar fasik kepada mereka dan mereka tidak diberi petunjuk oleh Allah!

Maka dengan mengucap dua kalimat syahadat… dan membaca bismillah kemantabkan hatiku kubulatkan tekadku menjadi seorang muslim. Ternyata dengan keislamanku membuat kemarahan ayah makin menjadi-jadi, kendati tidak terungkap tapi dari sikapnya dan cara memperlakukanku jelas sebagai bukti kemarahannya. Ayah tidak mengusirku tapi seolah aku sudah dicoret dari status sebagai anak. Keputusan sudah kuambil sebagai lelaki harus konsisten dengan keputusannya tidak boleh plin-plan selama dalam jalur yang benar konsekwensi apapun aku hadapi dan kupastikan ISLAM adalah pilihanku yang tepat.

Hari demi hari kulewati dengan perasaan asing di keluargaku sindiran dan sikap sinis sering kudapat dari kedua kakakku suasana hangat keluarga, canda tawa biasanya kudapat dilingkungan keluarga nyaris hilang. Ayah teramat ketat memproteksiku bahkan sampai teman yang datang kerumah tidak luput dari perhatiannya, kemana aku pergi dengan siapa perginya harus sepengetahuannya. Mungkin saat kuliah waktu yg bisa aku manfaaatkan untuk menghirup kebebasan, sedikit curi-curi waktu aku manfaatkan untuk belajar agama dan mencari referensi buku agama yang kubeli dari uang saku.

Ternyata sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat terjatuh pula, sepandai-pandainya aku menyiasati waktu dan uang saku akhirnya ketahuan juga. Tidak bisa dihindari lagi uang saku dipangkas, karena ayah tidak ingin uang pemberiannya untuk beli buku agama. Tapi insya Allah apapun kenyataan yang kuhadapi tidak akan menyurutkan tekadku untuk belajar agama itu komitmen atas keputusan yang kuambil. Ditengah-tengah keterbatasan waktu aku bergabung dengan Ikatan Mahasiswa Islam di kampus, disanalah aku kenal dengan beberapa teman mahasiswa dan ustadz yang punya kemampuan ilmu agama yang baik, ikut berdiskusi tentang Islam, sekaligus belajar baca tulis Al Qur’an. Alhamdulillah sambutan hangat mereka makin membuatku betah dikomunitas itu, banyak pengetahuan agama yang aku dapat

Bulan Ramadhanpun tiba ini puasa pertama, dengan perasaan suka cita aku menyambut datangnya Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Dalam kesendirian berpuasa semakin membuatku merasa Ramadhan sangatlah bermakna, semua serba sendiri, bikin susu sendiri, manasin sayur sendiri (kalau ada), kalau tidak ada mie instan adalah alternative termudah, kemudian makan sahurpun sendiri. Begitulah aku melewatkan hari demi hari di bulan Ramadhan, hingga datangnya hari raya Idul Fitri.

Usai sholat Ied masih ada keraguan dalam hati, bisakah aku seperti yang lain saling bermaafan atau sungkem (istilah jawa) kepada orang tua, sementara orang tua begitu dingin dan cuek menyambut uluran tanganku. Ya Allah sebegitu bencikah mereka terhadapku, apakah aku anak durhaka? Demikianlah pertanyaan hati yang mencoba meluruhkan keimananku. Sebuah nasehat dari seorang ustadz yang aku pegang adalah “Tiada ketaatan suatu makhluk untuk bermaksiat kepada Allah, taatlah pada Allah melebihi ketaatan kepada hambanya”  maafkan aku ayah, maafkan aku ibu jika aku lebih memilih taat kepada Allah dan Rasulnya, aku lebih memilih Islam sebagai jalan hidupku,  maafkan anakmu.

~0O0~



Tok..tok..tok…!!
Kudengar pintu kamarku ada yang mengetuk, meyadarkanku dari lamunan masa lalu. Ketika kubuka pintu, terlihat sesosok pria setengah tua berdiri tepat didepanku dengan pandangan teduh menghujam kejantungku, disampingnya ada seorang wanita yang tersenyum manis untukku. Senyum yang tulus inilah sangat aku rindukan. 

“Ayah… Ibu!!” kata ini yang spontan keluar dari mulutku. Dengan bibir bergetar ayah berkata “Selamat Ulang Tahun Anakku..!”, kulihat mata ayah berkaca-kaca seolah ada sesuatu perasaan yang ditahan. "terimakasih ayah" sembari kucium tangannya, Ayahpun memelukku erat-erat sembari berkata lirih  “maafkan ayah nak..”. 

Ibupun segera memeluk diriku dan memberi ciuman hangat di keningku, dengan setengah berbisik berkata “Ayah dan ibu sayang kamu nak”, ibu percaya dengan pilihanmu, untuk itu bimbinglah kami bisa menjadi muslim dan kembali bersatu dalam kebahagiaan lagi". Aku benar-benar tak mampu lagi membendung derasnya air mata, tiada kebahagiaan yang pernah kurasakan seperti sekarang ini.., dengan sujud syukur aku haturkan ucapan syukur Alhamdulillah…segala puji bagi Allah yang telah mendengarkan doa hambanya serta menyatukan keluargaku lagi. Ya Allah rasanya segala pujian kepada-Mu tidak akan cukup untuk membalas nikmat dan kebahagiaan yang Engkau berikan hari ini.

Aku menengadahkan wajahku kelangit, sembari berkata dalam hati “Ya Allah hari ini telah Engkau berikan kepadaku sebuah kado yang terindah dalam hidupku”

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh



Pict from google 



155 comments

January 4, 2012 at 11:24 PM

Subhanallah...subhanallah...subhanallah...tadi habis ngomongin Conan sama kak Tia n Ute...ngakak habis, sampe di lapak ini nangis cegugukan...syukron bertubi tubi postingannya kak

January 4, 2012 at 11:29 PM

Jujur saya menangis dengarnya kak Insan.. Ingat tempo hari yang engkau ceritakan padaku di kotak chat itu. Sekarang adalah versi lengkapnya.. Ikut berbahagia untukmu.. :)

Bisa kubayangkan.. Momen itu tak ada yang bisa menggantikannya. Seluruh harta di bumi pun. Perasaan hangat... Sedih, bercampur bahagia.. Sekali lagi, ikut berbahagia untukmu kak..

January 4, 2012 at 11:32 PM

smga sampai hayat kita dalam keadaan menjadi muslim sejati,,allah telah memberi hidayah kepada mu kak di wkt yang tepat..smga aku,kamu dan kita bkn bisa mengamalkan sgala ajaran NYA dngan taat..trima ksh tlah berbagi crita..innaddiina 'indallahil islam..

January 4, 2012 at 11:38 PM

Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar

postingan terbaik babeeeh.. T.T
saya baru tau babeh muallaf hiks..
Selamat datang,selamat berislam u/ mama dn papanya y.. Bener kata uty,barusan ngakak2 ngbahas conan skrg mematung dr berkaca2 mataku

January 4, 2012 at 11:39 PM

ga bisa berkata-kata banyak... surat ayahnya sudah bikin saya merinding... yang namanya hidayah Allah justru datang dari orang terdekat yang mungkin sangat dimusuhi sebelumnya... :)

January 4, 2012 at 11:39 PM

subhanallah beruntung sekali dirimu mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah :)

January 4, 2012 at 11:48 PM

merinding sekali saya membacanya.
Semoga kita semua jadi muslim sejati sampai akhir hayat nanti :) amiin

January 4, 2012 at 11:57 PM

Terima kasih, untuk ilmuNYA hari ini, lewat kisah yang terangkum dalam liukan-liukan hitam di atas putihmu, kak Insan.. Syukran telah membaginya..

Hati pun bergemuruh..
Menebar kembali semangat akan kisah pencarian cintaNYA. Memanggil kembali memori-memori masa lalu yang tak bersahabat. Memandang jauh ke depan, dengan keyakinan akan Nur yang dijanjikanNYA, dengan keyakinan, berusaha merubah semuanya.. Sedikit demi sedikit..

Sungguh Hangat.. Indah.. tak tergantikan.. itulah cintaNYA,Cinta yang Insya Allah telah engkau dapatkan kak. Wujud abstrak yang menggetarkan kami yang membacanya..

January 5, 2012 at 12:02 AM

Subhanallah..

Ketika Allah SWT membuka tabir hidayahNya, tak ada satupun yang mampu menepis uluran itu..

Ketika Allah SWT berkehendak, maka jadilah.. ^_^

Allahu Akbar..!!

January 5, 2012 at 12:04 AM

Subhanallah ... saya pun merinding membacanya juga terharu.
Semoga istiqamah dan kaffah selamanya saudaraku.
Seseorang tak bisa membuka hati orang lain, tapi melalui dirimu Allah membukakan hati kedua orangtua. Sunggu berkah luar biasa. Insya Allah di buku catatan amalmu, tercatat kebaikan yang tak berhingga ...

Salam ukhuwah ...

January 5, 2012 at 8:43 AM

Wahai Allah... indah nian skenario hidup yang Kau tulis untuk hidup kami,,,

January 5, 2012 at 9:10 AM

@Phuji Astuty Lipijangan nangis Uty..., kk jd ikut sedih nih...
tpi makasih yg atas atensinya

January 5, 2012 at 9:13 AM

@Arya PoetraSudah Arya jgn sedih lagi, justru itu adalah hikmah yg harus disyukuri, mungkin tanpa perjuangan spt itu kita tdk akan kenal dan bersaudara...

January 5, 2012 at 9:21 AM

@meutia rahmahinnaddiina 'indallahil islam..., sebuah Kalamullah yg membuat saya yakin akan kebenaran dan kesempurnaan Islam, petikan ayat itu yg merubah keyakinanku

January 5, 2012 at 9:26 AM

@Nurul Inayah JoisangadjiHay Inuy.., makasih apresiasinya, dah jgn sedih lagi..

January 5, 2012 at 9:28 AM

@Samtadinya sayapun tidak percaya surat itu...tp jika Allah berkehendak tdk ada yg mustahil

January 5, 2012 at 9:32 AM

@anandaberuntung dirimu masuk Islam, berarti hidayah Allah jg menghampirimu, tinggal mari dijaga hidayah itu

January 5, 2012 at 9:33 AM

@Asep Saepurohman saya ikut meng-amin-i harapan kang Asep

January 5, 2012 at 9:37 AM

@Arya PoetraTerimakasih Arya.., sebuah kata2 yg indah, maksih do'anya semoga Allahpun memberi kebaikan untukmu dan keluarga...

January 5, 2012 at 9:39 AM

@Nike as kekeesetuju sekali, jika Allah berkehendak untuk memberi hidayah tidak ada yg bisa menolaknya, jika Allah berkehendak apapun tdk ada yang sanggup mencegahnya

January 5, 2012 at 9:42 AM

@MugniarMaaf apa ini Bundanya Fithiya.., terimakasih atas doa, saran serta pesan2nya, insya Allah bermanfaat

January 5, 2012 at 9:46 AM

@emjeAllah maha penulis Snenario yg sdh disimpan di lauhul mahfus, tdk ada intervensi dalm penulisannya

Anonymous
January 5, 2012 at 11:28 AM

kpan sy bs sprti beliau... :)

January 5, 2012 at 2:38 PM

subhanaLLOH, speachless bacanya mas....

ada yang bergemuruh dari dalam, sungguh..celupan ALLOH maha sempurna, hidayah datang pada siapa yang diinginkan-NYA. semoga hidayah ALLOH juga datang padaku, padanya dan pada kita semua dan kita diberikan kekuatan untuk istiqomah mempertahankan hidayah itu..
terimakasih mas insan, saudaraku fillah, tulisanmu begitu berharga. banyak hikmah yang bisa diambil dan dipelajari

January 5, 2012 at 6:17 PM

@Rima AuliaSyukron Rima, aku manusia yang tiada daya dan kekuatan apapun kecuali atas kehendak Allah, hanya karena Allah saya Tegar, hanya terinspirasi sirah Nabi saya bertahan, yg tdk kalah berartinya adalah doa2 dari kalian.

January 5, 2012 at 6:48 PM

kang insan,
aku baca postingan ini, lalu aku terdiam di depan monitor komputer ini. memandang gak percaya kalau aku sudah selesai membaca apa yang kang insan tulis disini. tiba tiba ada kekosongan kang dalam kepalaku. dan aku gak tau harus bilang apa. aku seperti tertohok membaca ini. entahlah,

subhanallah,
terus berjuang ya kang, hidup ini adalah perjuangan. dan kang insan adalah pejuang sejati....

salut...
semoga aku bisa jadi seperti kang insan....

January 5, 2012 at 7:20 PM

@muhammad ridwanitu karena kang Ridwan masih punya rasa, punya hati, sangat wajar.
terimakasih suportnya, insya Allah saya akan tetap berjuang...

jangan...
jangan seperti saya, kang Ridwan harus lebih baik dari saya...

January 5, 2012 at 7:25 PM

Subhanallah.. Komentar-komentar di Atas telah menterjemahkan perasaanku saat membaca tulisan ini..

Alhamdulillah.. saya dikenalkan pada sosok yang InsyaAllah dapat membangkitkan semangat keislamanku..

Allahu Akbar.. Tidak ada yang Sulit bagi Allah.. tapi apakah saya pun telah meminta dengan penuh ketulusan dan keikhlasan..?

Selamat kupersembahkan bukan untuk hari jadimu mas, tapi untuk kado terindah yang telah Allah berikan... Semoga dengannya engkau dan keluarga lebih menikmati indahnya Islam sehingga tetap istiqamah di dalamnya.. dan InsyaAllah dengan pengakuan ini akan bermanfaat bagi kami yang telah lebih dahulu mengenal Islam untuk lebih peduli dalam menggali kedalaman Islam yang kaffah..

Satu hal yang tak lupa saya sampaikan.. "Aku adalah saudaramu" :)

January 5, 2012 at 7:46 PM

semoga selamanya kita mampu menjaga hidayah dan keimanan yg telah kita miliki..amin..

January 5, 2012 at 7:56 PM

tak bisa berkata2 apa2 kang.

jujur, dari hati saya yg paling dalam... membacanya sampai benar2 nangis.. tak kuat nahan air mata kang. :'(

subhanallah, tak ada nikmat yang lebih nikmat drpada nikmat iman dan islam.

ya Allah, saya sampai malu ama diri sendiri.

welcome sauadaraku, dalam dekapan ukhuwah.

January 5, 2012 at 8:19 PM

@Andro Bhaskaraterimakasih Saudaraku Andro, Alhamdulillah berkali2 saya ucapkan kepada Allah yg telah menjadikan diriku sebagai seorang muslim, tiada keraguan dalam diriku atas indahnya dan nikmatnya Islam, dan lagi2 saya bersyukur diperkenalkan dgn saudar2ku, adik2ku di lingkaran Ungu Bloof, dan untukmu Andro... kamu adalah saudaraku, kamu adlah adikku yang punya kelembutan hati.

January 5, 2012 at 8:22 PM

@Nick SalsabiilaAmin..., terimakasih Nick, adikku yg paling lincah di Bloof..

January 5, 2012 at 8:25 PM

alhamdulillah.. moga istoqomah dan husnul-khotimah, amiiin..

saya senang membacanya.. :)

January 5, 2012 at 8:25 PM

@ROeHaduh jangan nangis Bang Roe.., saya tidak lebih baik dari kalian, hanya Allah memberikan jalan yang berbeda, Bang Roe tetep menjadi salah satu yang terbaik bagi saya

January 5, 2012 at 8:29 PM

subhanallah ..
bahagia banget ya kak ..
untung td sama kak Andro di mention , jd tau post ini ^^
salut deh ..
mengharukan banget :'''''''''')

January 5, 2012 at 8:49 PM

Subhanalloh,...Allohu Akbar....
semoga kita senantiasa diberi hidayah untuk mempertahankan iman dan islam dalam diri kita...aamiin...

January 5, 2012 at 9:19 PM

@Insan Robbani. amin kang, moga bisa lebih baik bersama sama .....

January 5, 2012 at 9:30 PM

@Andy Onlineamin Kang Andy, kapan2 boleh deh diskusi lagi...

January 5, 2012 at 9:33 PM

@Cenzhawah bahagia banget Ken, kenangan itu membekas sampai sekarang, kalo inget tanpa sadar air mata meleleh

January 5, 2012 at 9:38 PM

@syawaliyahAmin... terimakasih doa dan harapannya, semoga kita tetap dalam lingkaran Islam, Iman dan Ihsan...

January 5, 2012 at 9:59 PM

alhamdulillah :') saya terharu banget baca postingannya, mas.. jadi sejuuk.. memang surprise dari Allah itu luar biasa indahnya.. :') selalu saja ada titik balik dari permasalahan yang ujung2nya jadi kebahagiaan jika kita bersabar dan percaya :') hehehe

January 5, 2012 at 11:50 PM

Subhanallah... I Like this story ...
Tapi boleh nanyak nggak? Ini kisah nyata tidak? Jika ia, kisahnya siapa?

January 5, 2012 at 11:52 PM

@suci nabbilaterimaksaih Adik Suci Nabbila atas kunjungannya, alhamdulillah suport dari temen2 yg saya butuhkan

January 6, 2012 at 12:18 AM

SubhanAllah:: Aq sampe TT.TT::

Nice story_Like sangaddd,,,

January 6, 2012 at 12:36 AM

@KHAIRIL AKBAR IBN SYARIF EL-INDUNIESYini adalah true story, yg saya angkat dari kisah sendiri bang

January 6, 2012 at 12:37 AM

@Inayati Husniterimakasih, semoga ada manfaatnya, agar lbh mencintai agamanya

January 6, 2012 at 12:57 AM

@Anonymouspertanyaannya dirubah...kapan saya lebih baik dari beliau

January 6, 2012 at 6:22 AM

Subhanallah..
Nggak nyangka kalau kak Insan itu muallaf :3

Welcome kakak. Semoga kita semua senantiasa berada dijalan yang lurus dan selalu dilimpahi hidayahnya.

Ini.. membacanya membuatku semakin dan sangat makin cinta sama Islam. Allahu Akbar!!! :)

January 6, 2012 at 10:02 AM

@Wina ZhonniwaYa Begitulah Wina, terimakasih untuk semua doanya, doa itu untuk Wina juga...
tetep semangat ya, semangat mencintai Islam

January 6, 2012 at 10:17 AM

Tullisan kang Insan kali ini mampu membuat saya merenungkan 'sesuatu'....

^__^

January 6, 2012 at 2:50 PM

@rusdah hayatiMakasih Uthe...setelah merenung mari segera diamalkan

January 6, 2012 at 4:21 PM

wah jadi seneng baca postingan ini :D hehe

January 6, 2012 at 4:31 PM

ini kisah nyata sampean yaa kang??
subhanallah, dhe suka sekali membaca kisah tentang para muallaf.. semoga Allah selalu memberikan nikmat iman kepada kita yaa kang.. selalu diberi hidayah untuk menjadi hamba yang lebih baik.. :)

January 6, 2012 at 5:41 PM

@volverhankahlamdulillah, semoga ada manfaatnya

January 6, 2012 at 5:43 PM

@dhenok habibieAmin..., Terimakasih Dhe untuk doanya, semoga Allah berkenan mendengar doa dan mengebulkan doa dari Dhe, terimakasih juga sdh berkunjung.

January 6, 2012 at 10:31 PM

amin .....

January 6, 2012 at 11:05 PM

Assalamu'alaikum...saudaraku...
Sungguh hati abu bergetar membaca cerita diatas, seperti melihat dengan mata kepla sendiri serta merasakannya kebahagiaan yang tidak terkira..subhanallah...

Tidak sanggup berkata-kata lagi saudaraku...
Oh ya kalau mau tahu cara membuat ucapan dalam kotak komentar dulu abu mendapatkannya di sini http://sandydoank12.blogspot.com/2011/12/cara-pasang-ucapan-di-komentar-blog.html

January 6, 2012 at 11:24 PM

mhm... terharu... T_T

bahkan saya yang islam sejak lahir dan terlahir di keluarga muslim pun belajar dari sini.. ngga taunya kk muallaf.. dan kk lebih tau banyak dari pada aku..
hebat kak..


tetep semangat dan keep share ya kak.. kita belajar bareng.. hehe, blognya bermanfaat bgt, sungguh.. :)
terimakasih y

January 6, 2012 at 11:43 PM

@Just | ShareTerimakasih telah mengaminkan doaku

January 6, 2012 at 11:50 PM

@abufarrasWaalaikumsalam warahmatulloh..., Terimakasih saudaraku Abu Farras, sungguh senang menyambut kedatangannya, salah satu sahabat blogger terbaikku, yg byk memberi inspirasi...

oh iya...syukron dikasih linknya...

January 6, 2012 at 11:56 PM

@SaiaennoAdik Enno...jangan merendah gitu ah..., jelas kalah kaka dibanding adik..., insya Allah kaka akan tetap semangat utk share ttg Islam..

makasih udah mau berkunjung

January 7, 2012 at 5:36 PM

Assalamu'alaikum....
Pena hadir dan absen kembali ditempat sobat setelah sekian lama offline sob...
membacanya pena merasakan sesuatu yang membuncah di dalam hati pena...
postingan yang luar biasa sobat...hidayah itu betapa indah dan manisnya

January 7, 2012 at 6:22 PM

@tautanpenaWaalaikumsalam warahmatulloh...
Betapa rindunya saya dengan kehadiran saudaraku yg satu ini, kunjungannya selalu memberikan semangat baru sobat

January 8, 2012 at 8:20 AM

Assalamu'alaikum....
Subhanallah membacanya mata ini hampir meneteskan air mata sobat...Betapa Indahnya sebuah hidayah....

January 8, 2012 at 12:05 PM

Bagaimanapun Aku Menahannya, Air Mata Itu Tetap Tidak Terbendung, Sebuah Cerita Yang Sangat Inspiratif, Bersyukurlah Kita Yang Lahir dan Dibesarkan Dalam Keluarga Islam.

January 8, 2012 at 1:36 PM

@cardiackuwaalaikumsalam Mas Ferry...
terimakasih yang sdh berkunjung disini, betul sekali mas hidayah terasa indah dan nikmat bagi yang mengetahuinya

January 8, 2012 at 1:38 PM

@Iskandar DormanTerimakasih Mas Iskandar..
itu karena Mas masih punya hati yang sehat dalam balutan hidayah Allah Ta'ala, sehingga msh bisa merasakan makna kebesaran Islam

January 9, 2012 at 5:17 AM

Alhamdulillah
masyaAllah :) kado yang sangat indah

January 9, 2012 at 12:37 PM

semoga engkau tdk menyia2kan kado terindah itu sob..

oya, berhubung ada 1 blog yg tdk bs aku hubungi, sudikah kiranya engkau menerima awardku ini sob..? mohon diambil ya, namamu skrg masuk dlm daftar.

January 9, 2012 at 3:36 PM

Subhanalloh.. sudah ana duga inilah kisah yang akan tertuang disini.. tidak semua manusia mendapat kemuliaan hidayah seperti ini ka.. engkau termasuk hambaNya yg beruntung.. jaga terus hidayah itu, kerana untuk memuslimkan seorang muslim saja sulit ^__^ Barokallohufika, wa ahbabkalloh saudaraku :)

January 9, 2012 at 4:36 PM

@Nurmayanti ZainTerimakasih atas kunjungannya, sungguh kehormatan bagi saya

January 9, 2012 at 4:38 PM

@Penghuni 60terimakasih sobat, pesannya Insya Allah saya perhatikan

oh iya terimakasih awardnya, sebagai rangkaian dari kado yang indah juga

January 9, 2012 at 4:41 PM

@Anna AQyuanTerimakasih Adikku Anna yg shalihah, insya Allah Anna juga termasuk hamba yg disayang Allah, tetep jadi kebanggaan orang tua ya Anna..., semoga Allah selalu membimbingmu

January 10, 2012 at 6:23 AM

^_^

January 10, 2012 at 11:25 AM

Semua yang ada di dunia ini adalah kado terindah dari Allah

January 10, 2012 at 11:47 AM

@ABCsenyumnya manis euih...

January 10, 2012 at 11:49 AM

@Dhidhitbetul sekali Mas Dhidhit, semuanya Indah dan terindah, tapi ada yang terindah diantara yang terindah bagiku...

January 10, 2012 at 3:41 PM

Subhanallah

------keren pisan hikkss jadi terharu pingin nangis--------

January 10, 2012 at 5:31 PM

subhanallah mas Insan.. hati sy juga ikut tergetar membacanya.. smoga Allah senantiasa mencurahkan nikmat Islam itu terus.. amin Ya Nur.. :')
Allahu Akbar.. :)

January 10, 2012 at 6:58 PM

@N'dearterimakasih atas kunjungannya, semoga bisa memrtik hikmah dari kisah diatas

January 10, 2012 at 7:01 PM

@Erlangga KusumawijayaTerimakasih Angga..., kamu memang adikku yang manis dan shalih, semoga nikmat Islam selalu ada pada dirimu dan keluarga

January 11, 2012 at 12:05 AM

wah postingan yang menarik...blognya rame sekaliii
oya gan kalo boleh saya mau tukeran link..ini link saya
http://blog.umy.ac.id/ghea
kalo sudah terpasang kabarin yh gan..makasih.. :D

January 11, 2012 at 12:50 PM

Ya Akrim. Merinding bacanya Mas, saya ikut tegang berasa kemarahan orang tua itu selalu menghantui. Kalau orang tua udah marah, seolah benar2 sendiri hidup. Mas, aku salut sama keteguhannya Mas Insan, sangat. Pengen banget dapet hidayah kayak Mas Insan yang selalu taat. Semoga saya bisa lebih taat lagi, mohon doanya ya Mas Insan. Saya rekomendasiin tulisan ini untuk yang lain...

January 11, 2012 at 6:32 PM

@gheaMakasih mbak Ghea atas kunjungannnya, maaf sebelumnya, sekarang saya msh blm pasang link temandulu, msh optmasi SEO, nanti kalo udh dipasang bakal dikabari

January 11, 2012 at 6:35 PM

@Dia Rediana Putramakasih kang Dia, memang suatu dilema bila harus berhadapan dgn orang Tua, terutama ibu, tapi hidupa adl pilihan pilih skala prioritas yg dibenarkan menurut Islam, bukan menurut pribadi.

January 12, 2012 at 3:23 AM

mantappp..!!!

January 12, 2012 at 11:42 AM

Subhanallah... sya speechless... nda tau mw ngomong ap lgi...
Semoga Allah senantiasa memberkahi hidup Ka Insan dgn cahaya ilahiNYA. Amin..

January 12, 2012 at 5:25 PM

sudah lama baca tulisan ini lewat HP, tp baru bs Bewe sekarang di lepi.. :(

Subhanallah, speechless k' pas baca ini pertama kali, sy doakan smoga k'Insan dan keluarga, istiqomah di JalanNya..
aamiin. makasih tulisannya k', penuh hikmah..sangat.. :')

January 12, 2012 at 5:50 PM

@geje.mleteterimakasih atas kunjungannya

January 12, 2012 at 5:52 PM

@Anty The EldctROCKzAmin..., doa yang sama ku panjatkan kepada Allah Ta'ala, semoga Anty dan keluarga selalu dalam bimbingannya

January 12, 2012 at 5:56 PM

@PhipiAmin..., terimakasih Phipi yang sdh meluangkan waktunya untuk berkunjung, kaka' berharap Phpi dan keluarga selalu Istiqomah dalam amal dan ibadahnya, selalu merasa bangga menjadi seorang muslimah.

January 14, 2012 at 8:42 PM

eh, dipostingan ini sy juga silent reader yakz?? kirain dah komen. pdahal sya bacanya dah lama. wkwkwkkwkw... parah, ingatanq makin rusak kayaknya.


#maaf...maaf.. jdi komen dak nyambung ma postingan. :)

January 15, 2012 at 10:38 PM

mengingat masa hijrahku kembali, walau mungkin tak seperti punya kk ToT

January 16, 2012 at 7:51 AM

@Accilonggak apa2 achi, yang penting dirimu suka... wkwkwkwk

January 16, 2012 at 7:53 AM

@CLk7oke Cahya... Kutunggu cerita tentang sejarah hijrahmu

January 16, 2012 at 8:35 AM

Subhanallah, alhamdulillah, nangis bacanya mas... Nikmat Islam adalah nikmat terindah :')

January 16, 2012 at 8:51 AM

sampe terharu bacanyaaaa :'(

January 16, 2012 at 11:06 AM

@Monika Yulando Putrisaya ikut terharu baca komenmu Monika...
makasih kunjungannya

January 16, 2012 at 11:08 AM

@armaemakasih Rie..., boleh terharu tp tetep semangat yah...

January 21, 2012 at 1:32 AM

ini kali kesekian saya membaca tulisan kakak yang satu ini,, namun baru kali ini bisa kasih komentar, saya ga bisa komentar apa2 selain
subhanallah.. betapa saya kagum dengan perjuangan demi perjuangan yang kakak lakukan dalam berproses menjadi muslim yang kaffah,
dan ada rasa malu yang saya rasakan pada diri saya,, sungguh,,,

semoga ni'mat iman dan islam ini senantiasa berkekalan...

dan sungguh saya bangga menjadi seorang muslim.. :)

January 22, 2012 at 8:57 AM

Subhanallah... *speechless*
salam kenal ya Kak,, saya orang baru di blogger.. ^_^

January 22, 2012 at 10:36 AM

@Ilfi Khairani RahmanTerimakasih adik Ilfi, sesungguhnya yg hebat bukan kakak, tapi Allah yg maha hebat, yg bisa membolak balikkan hati hambanya, dan saya juga beruntung kenal dgn orang yg slalu mensuportku salah satunya adik sendiri...

January 22, 2012 at 10:37 AM

@Agustina Fauziyah Terimakasih adik Agustina...

salam kenal juga, blogger baru tp tulisan dan blognya kereen loh

January 22, 2012 at 12:55 PM

wow...setiap kata yang tertulis..aku suka...
ga ada kata yang bisa kuucapkan untuk tulisan ini Subhanallah

bacanya merinding lo...

January 22, 2012 at 4:02 PM

@Selvi bethariaTerimakasih Selvi...
tulisan Selvi juga bagus kok...

January 23, 2012 at 3:32 PM

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzaab: 71)

Uhibbuka fillah..

January 23, 2012 at 4:08 PM

@Abu Abdillah Hasyimalhamdulillah sudah menambahkan... syukron

February 10, 2012 at 10:57 AM

bukan hanya merinding, tapi tangis pun menyeruak. bagai oase di tengahnya padang pasir, seperti itulah rasanya tulisan ini ketika saya baca. maaf telat tenggelam dalam tulisan ini.
subhanallah wal hamdulillah walaa illahaillallah, allahu akbar. hanya kata2 itu yg bisa saya ucapkan ketika baris berbaris tulisan ini saya baca.
kisah ini telah menginspirasi saya u/ terus berpegang teguh pada Islam dan meyakini Allah lah Tuhan kita. laillahaillallah :)
kado yang sangat indah, teramat indah..

February 10, 2012 at 8:59 PM

@Irma Devi Santikaterimakasih Irma, cerita itu yang selalu berbekas dihati, seakan saya terlahir kembali, selalu memotivasiku utk selalu berjalan di dlm Rule yg di tentukan-Nya

February 18, 2012 at 11:35 AM

kado yang sangat indah dan sangat spesial yang kau dapatkan karena tidak semua orang mendapatkan hal yang serupa...
aku salut padamu kau mencari kebenaran karena dirimu sendiri sedangkan aku hanya diberi kebenaran atas keturunanku..semoga Allah SWT juga memberikan keyakinan yang kuat kadalam hati hambaNya ini bahwa sesungguhnya "AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA NABI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH SWT"

February 18, 2012 at 11:38 AM

mantap kawan semoga kau benar2 dijalan yang di ridhai oleh ALLAH SWT...
amiin

February 21, 2012 at 7:58 PM

@kios herbalAmin Allahuma Amin, itu semua semata-mata karena kemurahan Allah. Dia lah yang mengatur semuanya

February 21, 2012 at 7:59 PM

@obat herbal strokeamin..., insya Allah, mohon doa dan suportnya

March 28, 2012 at 11:06 PM

subhanallah.. Allahu Akbar... nangis deh bacanya :)

May 4, 2012 at 11:19 PM

Speechless ... cuma airmata yang menandakan bahwa aku memaknai sangat tulisan ini ...

May 5, 2012 at 4:43 PM

@@yankmirawaduh... malah nangis..., #kasih tissue

May 5, 2012 at 4:44 PM

@Titie Suryaterimakasih Mbak Titie, udah nyempatin berkunjung dan baca2 di blog ini

May 22, 2012 at 8:23 AM

Subhanallah..tk bisa berkata2 lagi..
smg ms insan robbani & klrg senantiasa dlm lindungan & limpahan rahmat Allah Swt aminn ya rabb..

May 22, 2012 at 10:50 AM

@Enny Ernawatiamin.., saya berharap demikian juga untuk mbak Enny dan keluarga senantiasa dlm lindungan & limpahan rahmat Allah Ta'ala

May 26, 2012 at 12:37 AM

Subhanallah.... Subhanallah... betapa nikmat dan karuniaNya telah dilimpahkan bagimu mas.. dilengkapi pula dengan terbukanya pintu hati kedua orangtua untuk mengikuti jejakmu... menjadi muslim dan muslimah sejati... Subhanallah, maha Besar Allah dengan segala kehendakNya...

Sungguh aku terharu membaca postingan ini.... trims telah berbagi.

btw, aku juga punya seorang adik ipar perempuan, baru enam bulan lalu menjadi muslimah dan menjadi istri adikku. Wanita ini berasal dari Bella Rusia, kini telah menjadi adik ipar dan saudara seimanku... kisahnya juga begitu mengharukan.... Kini mereka menetap di Istanbul, Turkey.

semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah dan rahmahNya bagi kita semua ya mas, dan menetapkan kita senantiasa menjadi muslim dan muslimah sejati. Amin.

May 26, 2012 at 10:05 AM

@alaika abdullahmakasih mbak alaila.., sikap baik akan berbuah kebaikan pula, itu filosofi yg saya pegang menghadapi keluargaku...

keren tuh, bule bisa jd muslimah...
hidayah kalau sdh datang tdk ada yg kuasa mencegahnya.. subhanallah

terimakasih doanya... saya haya bisa meng-amin-kan seraya berdoa serupa untuk mbak Al.

June 18, 2012 at 8:47 PM

Alhamdulillah terima kasih ya allah atas hidayahmu yang enggkau berikan kepada umatmu, amin ya robbal alamin.

June 19, 2012 at 8:51 AM

Subhanallah...
Alhamdulillah...
Allahu Akbar...
Mas Insan... saya sampai menitikkan air mata membaca tulisan ini. Terharu sekali mengetahui datangnya hidayah pada diri mas Insan dan orang tua. Selebihnya speechless mas...

Semoga Allah selalu menjaga qulub kita.

June 19, 2012 at 10:13 AM

@Sumiyati SapriasihAmin...
terimakasih Mbak Sumi..., Terharu

June 19, 2012 at 10:15 AM

@nikenMatur Nuwun mbak Niken..
saya juga terharu membaca koment dari mbak Niken

Amin... semoga...

June 26, 2012 at 8:38 PM

Insan Robanni, subhaanallah.........postingan ini sdangat menyentuh. Bunda terharu membacanya sekaligus berbahagia karena ananda Insan mampu dengan tanpa sebuah paksaan membawa serta kedua orang ltua yang paling ananda Insan cintai. Subhaanallah. Semoga Allah selalu memberi hidayahNya kepada kalian bertiga, juga kepada keluarga kecil Insan yang pastinya sudah terbina sekarang. Amin. Ya, Robb.

July 11, 2012 at 1:07 AM

jujur aku pun ikut meneteskan air mata,,walau aku tahan air mata ini tetap saja turun dari pelupuk mata ini..
dan membuat aku kangen sama mama bapak di kampung..aku ingin memeluk mereka..

semoga tercurahkan rahmat kepadamu atas segala kesabaran yang telah membawa berkah,,amiin

July 11, 2012 at 8:56 AM

@yatirachmatTerimakasih Bunda, terimakasih atas suport dan doanya

July 14, 2012 at 9:37 AM

aku selalu salut, kagum dan sekaligus merasa malu pada orang-orang yg menemukan ISlam dengan melalui pencarian, perenungan, pemikiran dan dengan segala resiko siap ber hijrah dalam Islam.

They're adorable...apalagi jika Hjrahnya kemudian jd jalanya Ilham bagi orang-orang di sekitarnya...

Subhanallah, sekali lagi selamat atas kado terindahnya dari Allah Subhanallahu wa Ta'ala ya Mas:)

July 31, 2012 at 3:58 PM

syukrn ceritanya mas..wah...saya jd nangis membacanya..
mmg benar nikmat islam adalah nikmat terindah yang kt dapat...apalagi bs berislam dengan keluarga besar kt...

July 31, 2012 at 7:14 PM

Assalamualaikum W.W..kita ambil kesimpulan diatas memang perjuangan seorang mualaf lebih berat akan memerlukan perjuangan yang sungguh besar karena penuh rintangan dan hambatan baik dari keluarga pada khususnya dan lingkungan pada umumnya, tapi Isya Allah, Allah juga akan menbalas setimpal dengan perjuangannya,,Amiiiiin..

September 9, 2012 at 12:10 AM

nice post.. mengharukan ☺

October 16, 2012 at 11:18 AM

Waalaikumsalam
subhanAllah, ceritanya begitu enak dibaca, mengharukan

December 30, 2012 at 6:18 AM

Subhanallah.....!!!
Kisah yg tersusun dgn sangat sangat.....luarrr biasa!

Jd pengen baca awal dapat hidayah...mudah2an ada ya.
Syukron
Salam

Yusransyah.Nasution

December 30, 2012 at 7:18 AM

@rusTerimakasih kunjungannya, semoga kedua rang tuanya baik2 saja ya..

December 30, 2012 at 7:20 AM

@ririemakash Ririe, memng satu kado terindah dalam hidupku...
salam...

December 30, 2012 at 7:21 AM

@iraAlhamdulillah, semua karena kemurahan dan kasih sayang-Nya

December 30, 2012 at 7:22 AM

@bungaWaalaikumsalam wr.wb. setiap menuju perubahan memang selalu memerlukan perjuangan dan resiko yang dihadapi, tapi Alhamdulillah semuanya jadi happy ending

December 30, 2012 at 7:23 AM

@x-manterimakasih kunjungannya

December 30, 2012 at 7:23 AM

@Banyu Kusumaterimakasih mas Banyu, salam

December 30, 2012 at 7:25 AM

@YusranMas Yusron bisa baca ini http://www.mediarobbani.com/2012/01/aku-bangga-menjadi-muslim_15.html

January 5, 2013 at 9:27 PM

Nyeseell aku mampir sinih

Taksadar air mataku berlinang..
Ga bisa berkata kata Mas..
Hiks..hiks..

Indahnya sebuah keluarga Mas Insan ya..
Terharuu..

#tanggung jawab niy, mataku sembab, tissue mana..tissue mana..

January 5, 2013 at 10:02 PM

ah emosional sekali bacanya..
:( beruntunglah orang orag yang diberi hidayah...

January 8, 2013 at 9:23 PM

@Nchie HanieMaaf..jika membuat teh Hanie matanya sembab...
#nyodorin tissue

January 8, 2013 at 9:23 PM

@BenagustianAlhamdulillah sekali ya mas

February 6, 2013 at 2:44 PM

nice post

May 17, 2013 at 12:17 PM

Subhanallah.... *berkaca2*

July 2, 2013 at 4:13 PM

masyaAllah.. sampai menitikkan airmata.. menyentuh hati..

July 8, 2013 at 4:17 PM

Subhanallah smp merinding bacanyq.untung udh nyiapin tissue mas. Bru tau kl perjalanan hidup mas Insan tyt bgni alhamdulillah Allah ksh hidayah ya mas... :-)

July 12, 2013 at 3:25 AM

@NOVA VIOLITAmakasih...dah berkunjung

July 12, 2013 at 3:25 AM

@may rayaTerimakasih..

July 12, 2013 at 3:27 AM

@momtravelerhmmm...
cerita yang unik ya mbak...

July 21, 2013 at 1:32 PM

Merinding saya bacanya, dan hampir mau menangis.

Post a Comment

"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes