Thursday, January 26, 2012

Bocah Penjual Koran Pemberi Inspirasi

Bismillahirrahmanirrahim
Seperti biasa setiap berangkat kantor aku melintasi lampu merah diperempatan jalan, tidak seperti biasanya pagi ini mataku seperti digerakkan kearah bocah kecil yang sedang menjajakan setupuk koran ditangannya. Didatanginya satu persatu kendaraan yang berhenti dilampu merah, berkali-kali kulihat pengemudi mobil maupun motor hanya mengelengkan kepala sebagai isyarat tidak membeli koran yang ditawarkannya. Kulihat jam tangan masih pukul delapan pagi, masih ada waktu setengah jam lagi. Karena penasaran aku berhenti dan menepi sambil terus memperhatikan reaksi si bocah atas penolakan demi penolakan. kurang kerjaan banget ya...!

Lampu hijau menyala kendaraanpun mulai berjalan satu persatu kesempatan untuk mengais rezeki harus ditunda sesaat. Si bocah kembali menepi duduk ditrotoar persis dibawah traffic light. Wajahnya mulai tampak letih menatap kelangit. Bibir mungilnya tak berhenti komat-kamit, mungkin seuntai doa yang ditujukan pada Robbnya. Dilihatnya burung-burung terbang lincah kesana-kemari untuk mencari makanan seraya memberi isyarat agar bocah tersebut tidak lelah untuk mencari rizkinya. 

Lampu merah kembali menyala, dengan setengah meloncat si bocah kembali beranjak dari trotoar menghampiri pengemudi kendaraan. Lagi-lagi gelengan kepala yang diterimanya, entah ini penolakan yang keberapa kalinya dia tidak sempat menghitungnya, tapi bocah itu tidak mau menyerah dihampirinya lagi satu-persatu pengemudi tersebut, hanya sebuah harapan yang dimilikinya, semoga masih ada yang akan membelinya.

Kaca mobil Inova hitam dibuka, seorang lelaki paruh baya melambaikan tangan sembari berteriak memanggilnya. Entah karena memang perlu berita dikoran atau hanya rasa kasian belaka. Dari jarak kira-kira limapuluh meter aku masih mengamati si bocah tadi. Tampak senyumnya mulai mengembang alhamdulillah dua orang sudah yang membelinya. Wajah si bocah makin berbinar ketika ada tiga, empat, lima dan seterusnya membeli korannya, ada tersisa dua lagi yang ada ditangannya…, Subhanallah dari kesabaran dan sikap pantang menyerah telah dibalas tuntas oleh Allah Ta’ala. Kuhampiri si bocah tadi, karena tinggal dua Koran ditangannya kubeli keduanya walau sebenarnya dirumah sudah berlangganan.

YESS..!! si bocah itu mengepalkan kedua tangannya mengekspresikan kegirangannya karena korannya habis terjual, dengan rasa penasaran aku bertanya padanya. 
      
“adik umur berapa, apa tidak sekolah? tanyaku dengan rasa penasaran

“sembilan tahun, masuk siang” Bocah itu menjawab singkat.

“ayah dan ibunya kemana..??” aku bertanya lagi.

“ayah penarik becak" kembali dengan singkat dia menjawab sambil menunjuk ayahnya yang ada diseberang jalan.

"ibu tukang cuci pakaian”

"lantas uang dari jualan Koran untuk apa..?"
 
"untuk sekolah, sehari saya harus menjualkan sepuluh koran, dikumpulin untuk bayar sekolah" kata bocah itu dengan tegas.

Subhanallah bocah sekecil ini sudah mentarget dirinya dengan nominal angka-angka, hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, dia tidak mampu berpikir besok bagaimana, masa depannya jadi apa, yang dia sanggup pikirkan adalah bagaimana dia menghabiskan korannya hari ini, bagaimana dia menjalani hidup yang baik untuk hari ini.

Ya Allah hari ini Engkau beri pelajaran dalam hidupku dengan ayat-ayat kauniyah-Mu, hari ini telah Engkau beri pelajaran padaku tentang kesabaran, istiqomah, rasa syukur dan tidak mudah menyerah, serta harus punya goal setting dan tujuan hidup, tak terasa mataku berkaca, ketika menyadari atas berbagai kenikmatan dari-Nya yang jarang aku syukuri, hingga tak terasa mulutku berucap:
"Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan"
Ya Allah berilah pemahaman kepadaku akan makna dari tujuan ibadah dan target dalam ibadah, tiap hari sholat dan bersujud kepadamu, tapi sholatku masih belum bisa mencegah dari kemungkaran, sholatku hanya sebatas melaksanakan ketentuan dan kewajiban agama tapi belum menyentuh pada hakikat yang sesungguhnya dalam kehidupan. Puasa Ramadhan selalu kujalani tapi hanya sebatas menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari, belum menyentuh esensi dan tujuan puasa yang sebenarnya yaitu menjaga hati dari sikap hasud serta mengendalikan perilaku dan ucapan dari kerusakan dan menjaga harmonisasi hubungan vertical dengan-Mu serta hubungan horizontal dengan sesama.

Masih banyak tujuan yang belum terealisasikan, banyak hikmah besar yang belum terwujud melalui ibadah-ibadah ritual. hanya melakukan ibadah tanpa berusaha menghidupkan ruh dari ibadah tersebut. Jiwa masih kering kerontang masih jauh dari sifat tawadhu' apalagi zuhud. ibadah kepada-Mu masih menjadi kewajiban bukan kebutuhan. Ya Allah ya Robb ampunilah aku atas kebodohanku ini.

Aku mencoba merenung dan bertafakur menyikapi akan kejadian tadi pagi, sampai akhirnya kutemukan jawabannya walau belum tuntas. Tapi tetap aku coba menulisnya agar tidak hilang hasil perenunganku. Dalam hidup dan beragama ada tiga hal yang harus kita pegang, yaitu sarana, tujuan dan buahnya (hasil akhir)

Manusia diberi sarana yang luar biasa yaitu hati dan akal, dari keduanya manusia bisa berbuat apa saja, lantas apa tujuan kita melakukan sesuatu amalan kehidupan? sebagai manusia yang hatinya hidup tentu akan berpikir seribu kali untuk melakukan kesia-siaan apalagi berbuat kemaksiatan. Nah..! sekarang tergantung kita memanfaatkan sarana tersebut untuk tujuan apa? Untuk kebaikan atau untuk keburukan?. Sedangkan buah atau hasilnya insya Allah akan ditentukan oleh niat dan tujuan kita, barang siapa untuk kebaikan insya Allah hasilnya kebaikan, barang siapa untuk keburukan insya Allah hasilnya juga keburukan

Akhir kata
aku hanya bisa berdo’a dan berharap Allah selalu memberikan kemudahan dalam setiap ujian-ujian dari-Nya…., Aamiin


Notice: "Jika kita yang telah diberi kenikmatan melebihi bocah penjual koran, tapi masih sering mengeluh, mari kita belajar kepada kegigihan bocah penjual koran"

50 comments

December 27, 2011 at 5:37 PM

"Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan"

berasa tertampar dengan postingan ini, Ya RABB....sungguh, ibadah yang telah kulakukan sangat jauh dari kata sempurna. sedangkan nikmat-MU begitu sempurna ku rasakan. ampuni hamba duhai RABBI...
makasih telah diingatkan mas Insan

January 4, 2012 at 9:48 PM

@Rima AuliaRima mari kita belajar atas kegigihan seorang anak penjual koran

January 5, 2012 at 7:02 PM

aku baru aja baca ini kang, di tengah keresahan, dan ketika aku baca

"Ya Allah berilah pemahaman kepadaku akan makna dari tujuan ibadah dan target dalam ibadah, tiap hari sholat dan bersujud kepadamu, tapi sholatku masih belum bisa mencegah dari kemungkaran, sholatku hanya sebatas melaksanakan ketentuan dan kewajiban agama dan belum menyentuh pada fungsi dan peran yang sesungguhnya dalam kehidupan,"

aku menemukan jawaban dari semua keresahanku : solatku masih sebatas melakasanakan ketentuan dan kewajiban agama, dan belum menyentuh peran yag sesunguhnya dalam kehidupan. dan memang solatku masih ancur. mungkin dari sanalah aku harus berangkat. kembali ke masa masa tenang seperti sepuluh tahun yang lalu.

makasih kang....

January 6, 2012 at 1:10 AM

@muhammad ridwansama kang kadang kita sholat hanya untuk menggugurkan kewajiban beragama, padahal selain ruj=kun2 sholat tidak kalah pentingnya dgn esensi dari sholat itu sendiri, untuk apa kita sholat, mengapa harus sholat, kepada siapa kita persembahkan sholat kita dll...itulah yg kadang luput dari kajian kita, mulut basah dgn lafadz ayat2 al Qur'an tp bathin kering dari ruhnya ayat2 al Qur'an..., mari kita belajar dan bedoa bersama, semoga akan lbh baik..

January 23, 2012 at 9:08 PM

bisa jadi pekerjaan si tukang koran itu lebih berkah ketimbang pekerjaan2 gedongan kita ..
lagi-lagi disini..diruangan ini.. T_T terimakasiiiih telah mengingatkan lagi babeh..

January 23, 2012 at 9:26 PM

Hmmm...sbuah pelajaran dari adik kecil tentang semangat dari kesabaran, Peristiwa yang kembali menyadarkan..pendewasaan bukan dinilai dari segi umur, dan brapa lama seseorang menghirup oksigen bum..
nice share kak...syukron bertubi tubi
^^

January 23, 2012 at 9:37 PM

Tetap belajar dari sekeliling.
Nice posting ^__^

January 23, 2012 at 9:52 PM

banyak berjalan banyak pula yang dilihat, belajar dari melihat disekeliling kita, bljar makna hidup..postingan yang sngkat namun sarap ibrah didalam nya..syukran sudah mengingatkan.

January 23, 2012 at 10:44 PM

hmm, dhe ngerti kang, tapi susah untuk menjabarkan disini dalam komentar yang indah dan sopan.. langsung aja wes, semoga kita selalu berusaha untuk menjadi hambaNya yang selalu berusaha, dan selalu bersyukur :)

January 23, 2012 at 11:32 PM

@Nurul Inayah Joisangadjiaduuhh Inuy.. paling bisa bikin diriku tersanjung, btw... alhamdulillah kalu ada manfaatnya

January 23, 2012 at 11:38 PM

@Phuji Astuty Lipibetul uty..saya malu melihat kegigihan seorang bocah kecil, yg tegar dlm menjalani hidupnya

January 24, 2012 at 12:20 AM

Teringat dulu sewaktu kuliah saya dan teman-teman children counceling centre sering menghabiskan waktu di rumah singgah, bercengkrama bersama anak- anak ajaib ini sungguh menakjubkan mereka adalah anak-anak yang luar biasa..
bagi mereka tiap hari adalah harapan, harapan untuk sebuah kebaikan, untuk sebuah janji masa depan yang lebih baik, tidak peduli bagaimana nasib mereka hari ini.. yang mereka tau kata- kata esok dan esoknya lagi adalah baik dan terus baik..
bagi kita kebanyakan.. sungguh tidak mudah memiliki kekuatan hati seperti demikian, butuh proses yang panjang dalam memaknai hidup ini...
namun lihatlah dengan keterbatasan itu mereka lebih dekat pada perbuatan yang baik, jujur dan menerima apa adanya dan terus berusaha..

inilah paradoks jaman kak.. kadang miris dengan nasib anak- anak yang sangat jauh dari kelayakan.. padahal di sana.. di gedung-gedung mewah yang tak pernah mereka jejak sekalipun (padahal ada hak mereka di sana) diisi dengan manusia2 yang dengan mudahnya bermandikan uang dan kemewahan mengalir seperti gelombang laut lepas..

saya sayang mereka,, mereka adalah university of life karna saya bisa belajar banyak, seperti ketika saya futur dengan menatap wajah anak2 saya bisa tegar,,
semoga mereka adalah anak-anak sorga.. aamiinn Ya Allah..

January 24, 2012 at 12:58 AM

@Mugniarbetul bunda, cerita kejadian itu benar2 menjadi pembelajaran agar saya tdk kufur nikmat

January 24, 2012 at 1:04 AM

@meutia rahmahitulah cara kerja Allah untuk mengingatkan saya, barangkali orang lain menganggab biasa, tapi itulah salah satu media pembelajaran yg baik..

January 24, 2012 at 1:10 AM

@dhenok habibiesetuju Dhe..., kadang apa yang kita pikirkan tdk mudah didriskripsikan dlm bentuk kata2 dan tulisan...
saya meng-amin-i doamu...

January 24, 2012 at 6:17 AM

Assalamu'alaikum...
Alhamdulillah setiap kali bersilaturahmi di sini mendapatkan ibrah yang luar biasa saudaraku...
memang kita harus banyak belajar dari sekeliling kita untuk bisa meningkatkan rasa syukur kita

January 24, 2012 at 7:23 AM

Subhanallah..dari anak kecil penjual koran saja kita bisa belajar banyak...
Begitu semangatnya ia untuk dapat bersekolah serta tidak menyesali kehidupannya sekarang yang hanya penjual koran, padahal tanpa kita sadari kita seringkali berkeluh ksah dengan kehidupan yang yang kebanyakan lebih baik dari anak penjual koran itu..
Astagfirullah....
Terima kasih sobat telah berbagi artikel yang mengingatkan kepada kita semua akan pentingnya sebuah kata "Syukur:

January 24, 2012 at 8:54 AM

baca postingan ini jadi inget peristiwa di KRL bogor Jakrta sewaktu ak temukan bocak cilik kelas 3 SD yang jualan es dan suasana hujan hanya dapat 5 ribu dalam sehari dihari minggu itu,,saya jadi miris dan menangis dalam hati, begitu panjang obrolan kita di kereta itu bersama temanku juga,,tapi ada satu hal yang bikin ak iri dengan anak itu, walau tak mendapatkan rejeki tapi keceriaan tetap ada diwajah bocah itu, rasa syukur dari rejeki yang didapat terus terucap,,,kita kadang mungkin harus malu dengan sikap kita yang diberi kerjaan mapan, serba kecukupan tapi hati kita kadang masih merasa tak syukur merasa kurang dan mengeluh...yah mungkin dari bocah bocah jalanan itu kita harus belajar tentang arti sebuah hidup...


thanks mas postingannya--

January 24, 2012 at 6:48 PM

@abufarrasWaalaikumsalam saudaraku Abu Farras terkadang kita melupakan hal2 yg dianggap sepele disekitar kita, sehingga rasa syukur atas nikmat2-Nya kita lupakan

January 24, 2012 at 6:50 PM

@cardiackuserimakasih juga mas Ferry, jika masih berkeluh kesah dgn keadaan mari kita belajar lagi dengan seorang bocah penjual koran

January 24, 2012 at 6:52 PM

@N'dearwah pasti seru obrolannya, kepingin juga membaca postingan ttg peristiwa di KRL Bogor-jakarta

ditunggu...

January 24, 2012 at 6:56 PM

@Ilfi Khairani RahmanBetul... mereka tidak layak utk diexploitasi, sebagai pengamen dan pengemis bayaran, tapi harus diselamatkan agar bukan dianggap sampah tp bisa generasi bangsa yg akan datang dan bisa menatap masa depannya dengan keyakinan yg mantab

January 25, 2012 at 3:10 AM

Membayangkan bocah penjual koran ini dengan target-targetnya, saya jadi teringat akan sebuah ungkapan Arab, "Man jadda wa jada", siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil... :)

January 25, 2012 at 9:57 AM

Nice post... menulis sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Yah.. kadangkala kita kurang bersyukur telah diberi lebih. Dengan membaca artikel ini semoga saya pribadi bisa lebih bersyukur atas karunia yang telah dilimpahkan Allah SWT.

Happy blogging

January 25, 2012 at 11:20 AM

@SamSetuju sekali, hakekat kemenangan adalah bukan hanya hasil akhir, tapi proses menuju hasil akhir

January 25, 2012 at 11:21 AM

@Sakahayang Kang AsepAmin.. semoga membawa manfaat dan perubahan...

January 25, 2012 at 11:34 AM

sekali lagi, baca tulisan di 'rumah' ini bikin terharu, sekaligus menenangkan.
Sungguh benar bahwa aku masih jauh dari rasa syukur terhadap nikmat yg sudah ku miliki, ibadahku pun lebih kepada karena rutinitas, sekedar memenuhi kewajiban saja.
Terimakasih sudah mengingatkan ya Mas Insan.. Makasih banyak :)
Makasih juga buat adik penjual koran dilampu merah itu.. :)

January 25, 2012 at 2:33 PM

Suatu keteguhan pasti akan membuahkan hasil. Seperti yang terjadi sama si bocah penjual koran tadi. Sikap pantang menyerah dan tidak putus asa patut kita jadikan contoh.
Subhanallah.

Salam kenal dari hp yitno sang newbie.

January 25, 2012 at 3:53 PM

Kita dianjurkan sekali-sekali melihat ke bawah, agar kita pandai bersyukur ..^^

January 25, 2012 at 7:06 PM

@armaeTerimakasih RIe, rasa terharu bermuara dari hati yang sehat, maka berbahagialah bila masih ada rasa haru.

January 25, 2012 at 7:09 PM

@HP YitnoBetul Mas..., Allah akan memberikan balasan atas stiap perjuangan hambanya

January 25, 2012 at 7:12 PM

@Fahrie Sadahbetul Mas Fahrie.., jika kita menyadari atas kefakiran diri, insya Allah selalu bersyukur, dan hilanglah kesombongan

January 25, 2012 at 7:43 PM

saya teringat dengan kuis who want to be millioners ,,dimana di predikat angka terbesar yang hampir mendapatkan 1 milliar adalah seorang penjual korang,,,sungguh,,,saya sangat salut dengan penjual koran,,apalagi dengan bocah2 penjual koran yang sekarang sudah menjalar hampir seluruh posisi kota besar ,, semoga mereka tidak menyia nyiakan apa yang mereka bawa,,tapi mereka akan melahap isi@,,

January 26, 2012 at 7:57 AM

@farel_iraksuper sekali, semoga makin banyak penjual koran yang punya kwalitas berpikir yang baik, bukan hanya menjual koran, tapi juga belajar dari isi korannya.

January 26, 2012 at 8:02 AM

pelajaran hidup yang selalu membuat kita merasa kecil dihadapaNya...

January 26, 2012 at 6:22 PM

@Medgadharusnya kita banyak beristighfar

January 27, 2012 at 3:04 AM

salut dengan perjuangan adek penjual koran itu,pantang menyerah.ketabahannya menawanku....

January 27, 2012 at 7:11 AM

bener2 sebuah kejadian yang memberi banyak pelajaran ya, proses pembelajaran tidak harus di dapat dari cara2 yg besar artinya dari hal yg kecilpun kalo kita bsa memaksimalkan penilaian kita maka akan bsa menangkap sebuah pembelajaran yg bermanfaat. Terimakasih tulisanya yg sarat makna dan manfaat :) salam

January 27, 2012 at 3:08 PM

waalaikumsalam,
sungguh artikel yang sangat inspiratif dan mencerahkan kalbu,
sesungguhnya rezeki ALLAH selalu hadir mencukupi untuk semua hamba-NYA yang mau berikhtiar....salam :-)

January 27, 2012 at 5:56 PM

@Atma Muthmainnabetul Mbak saya merasa tertampar dengan kegigihannya

January 27, 2012 at 5:59 PM

@Yayack Faqihkomentar yang sngat bagus, pembelajaran ada dimana saja, bahkan kejadian2 yg dianggap remehpun sebenernya jika direnungkan jadi ibrah yg baik

January 27, 2012 at 6:00 PM

@BlogS of Hariyanto setuju Mas Hariyanto, Rezeki Allah tersebar dimana aja bagi yg mau mencarinya

February 10, 2012 at 11:08 AM

pantaskah aku mengeluh, ketika nikmat hidup itu sangat besar pada ku? tidak Irma, sangat tidak pantas
lagi-lagi di sini, tangis berurai. makasi mas, sudah share.

anak-anak yang teramat hebat, saya tidak bisa membayangkan bila saya bagian dari mereka. akan jadi "pemenang" atau "pecundang" yang menyerah krn himpitan hidup. Allah.. Allah.. :')

February 10, 2012 at 8:54 PM

@Irma Devi Santikasemua itu ibrah bagi kita, agar selalu mensyukuri nikmat-NYA, ada pelajaran yang bisa aku petik dari kejadian itu

setyarini
July 3, 2012 at 11:13 AM

subhanallah....tulisan yang bagus dan inspiratif....

November 20, 2012 at 9:23 PM

Subhanallah.
Sukron mas buat tulisan yang sangat menginspirasi ini.
Sungguh, saya bener2 merasa diingatkan kembali tentang arti bersyukur.
Jazakallah khairan.

February 6, 2013 at 2:38 PM

subhanallah..
nice post..

March 22, 2013 at 9:01 PM

Subhanallah..
Itulah yg mmbwt sya sbg org kantoran trkdg trlena, lalai utk brsukur krn mrasa sumber rjekiny jlas, stiap bln dgaji..
Sdgkn pnjual koran rjekiny tdk pasti..
Salut utk keikhlasn,ikhtiar, n ksbaran yg dtnjukkn mujahid cilik di crita tsb..
Mnjd pljrn brhrga utk sya pribadi..

Bocah yang memiliki kegigihan yang sangat luar biasa ,,

July 19, 2013 at 2:10 AM

yup aku juga sering liat di prapatan di sini..
suka ga tega liat anak2 kecil begitu, yang ada pengen memalingkan muka..
makasih ya Mas membuatku terharu,membaca tulisan yang indah ini..

Post a Comment

"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes