Tampilkan postingan dengan label Open House Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Open House Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Agustus 2012

Diam Menatap Bisu Sebuah Death Note


Oleh: Endar Wati


Mendung Tlah datang tak pudar membawa kepekaan hitam
diharibaan namamu ada namun tiada
Samar samar membawa rintikan hujan
Usir angin hingga sirna terkatup luka yang masih tersisa
Terasa hingga terlalu terlena Lusah mukamu kusut tertegun tak berucap
Diam menatap bisu sebuah death note yang pernah dia Tulis untukku.

gambar dari sini
Jakarta 1 Syawal 1429 H sebuah peristiwa yang membuatku pedih disaat aku benar-benar merasakan kehilangan seseorang yang baru aku sadari kalo dia benar benar berarti dalam hidupku.

Namanya Henk anak keturunan China manado, dia kukenal pertama kali di semester ke 2 saat aku kerja praktek di sebuah RS swasta yang cukup elit dikawasan Bekasi
Dia adalah sepupu pemilik RS tersebut dan juga mempunyai posisi yang cukup penting di RS itu.

Entah kekuatan cinta apa yang ada pada diriku hingga dia begitu mencintaiku, dia berjuang mati-matian tuk bisa meluluhkan hatiku yang keras bagai batu, tak jarang caci-makianku menyambutnya disaat dia datang ke kos ataupun kerumah, dari temen kampusku dia selalu bertanya tentang ku.

aku sendiri tak tau kenapa aku begitu membenci dia padahal begitu banyak kebaikan yang dia berikan saat aku di RS itu, dari wajahnyapun dia selalu jadi bahan gosipan temen2ku.

Yah mungkin satu alasannya aku belum bisa mencintai orang lain selain cinta pertamaku Arya namanya, tapi sayangnya Arya lebih memilih sahabat dekatku. Sejak saat itu aku tak berusaha membuka pintu hati ini untuk orang lain, aku lebih memilih mempertahankan persahabatan itu, membiarkan hidup tanpa arti sebuah cinta.

Cinta yang buta yang telah mematikan hati dan pikiranku.

*****

Setahun telah berlalu begitu cepat, atas saran dari teman kampus akupun meng-iyakan untuk menerima Henk sebagai kekasihku meski dihati belum bisa sepenuhnya mencintainya, aku berharap bersama dia aku bisa melupakan si Arya. Sebulan kemudian keluarganya datang kerumah berniat untuk meminangku, semua terlalu cepat dan seolah jantungku sudah berhenti berdetak, tak pernah mampu buka tabir pintu cinta itu dihadapannya karna memang sekeping hatiku udah tertaut buat si Arya.

Ibuku adalah orang yang pertama kali menentang keras kalau aku bersama dia karna sampai saat itu dia masih Non muslim, meski keluarganya dan dia sendiri tak pernah keberatan bisa masuk islam setelah menikah denganku nanti. Ayahku yang berusaha menepis pertentangan itu dengan harapan ak tak terlalu larut dalam kesedihan dan masa laluku bersama si Arya.

Dia menguji Henk dengan ratusan syarat yang sangat memberatkan untuk menguji kesungguhan dia masuk Islam dan mencintaiku, semua tlah dia jalani dari sahadat, sholat, puasa sunah serta puluhan sarat lainya.

Hal yang paling berat dia harus jalani yaitu khitan disaat umurnya sudah 30 tahun, karna dalam islam itu adalah hal yang wajib, dan bukan hal yang Wajib bagi umat Non Is seperti dia sebelumnya.

Semua ratusan syarat tlah dia penuhi. Akirnya 3 bulan saat aku berumur 20 tahun lebih aku syah jadi istrinya meskipun kuliahku masih belum selesai. dia begitu menyayangi aku memanjakanku bagai putri cinderella saat itu. 2 Th dari pernikahan itu akupun baru mengandung anak dari dia hingga akhirnya lahirlah bayi laki-laki yang mungil, aku sangat menyayanginya, tapi hatiku masih saja belum sepenuhnya mencintai dia.

Proses kelahiran itu begitu sulit sekali saat itu aku putuskan untuk mengangkat rahim agar aku tak lagi punya keturunan dari si Henk. Karena beberapa bulan menjelang kelahiran anaknya dia sungguh berbeda sikapnya, memang benar firasatku saat itu. Sejak anaknya lahir 2 bulan kemudian dia benar2 berubah total dia sering mabuk-mabukan, pulang malam dari tempat-tempat hiburan, dan yang paling buat aku syok, dia memutuskan untuk keluar bekerja dari RS dimana saat itu posisinya sudah sangat bagus. Dia sangat pencemburu disaat teman-teman laki-lakiku datang kerumah meski sekedar silaturahmi, dia memperlakukan aku begitu kasar sering mencacimaki bahkan memukulku karna cinta butanya.

HP pun dia rampas dari tanganku, sungguh tidak tahu apa alasannya, kenapa dia benar-benar berubah. Setiap kuajak datang ke pesta pernikahan ataupun Takjiah tetangga dia menolaknya, mengherankan dengan perubahan kelakuannya seperti itu, dari ibunya kakak atau aku sendiri sudah puluhan kali menanyakan tapi dia hanya diam membisu. Waktu begitu cepat berlalu, aku sudah tak sanggup pertahankan rumah tanggaku yang hambar saat itu, tiap hari hanya dihiasi air mata.

Dia tak penah lagi menafkahiku dan anaknya. Setelah lulus kuliah aku bekerja sendiri tak pernah mau mengambil speserpun uang tabungannya yang tiap hari sudah dihambur hamburkan.

10 thn tlah berlalu aku merasa sudah tak sanggup lagi melihat perubahan sikapnya si Henk, aku berusaha ngomong baik-baik untuk pisah atau cerai saja dari si Henk tapi entah setan mana yang merasuki pikirannya dia tiba-tiba dia mengambil pisau dan ingin membunuhku. Aku lari terbirit birit, disebuah rumah kawasan Elit diBekasi itu. Tak seorangpun yang melihat aku lari di jalan di tengah malam jam 12 itu, aku lari keluar rumah sambil berteriak minta tolong, tanpa kusadari telah memecahkan sebuah hiasan kaca dan terinjak sampai akhirnya tetangga membawaku ke RS untuk dioperasi. Tetangga bedatangan dan melihat si Henk yang masih memegang pisau, timbul kepanikan hingga tetangga nenelpon kakakku yang tinggal dikawasan bekasi juga. Kebetulan dia seorang Polisi hingga akhirnya mengkasuskan ini dengan perkara pidana. Dengan pilihan dia tidak akan dipidanakan dengan syarat mau menceraikan aku saat itu.

Dengan berat hati dia harus meilih jalan itu karna dia sangat menyayangi anaknya dan tidak mungkin tega anaknya dibilang punya anah mantan Napi. Perceraianpun berlangsung dia memaksa kami untuk merawat anaknya satu-satunya, dia berjanji akan bekerja lagi demi anaknya, kalau tidak boleh dia mengancam akan membawanya ke luar negeri dan tak pernah boleh lagi aku menemui anakku. Akupun mengiyakan karna aku tau dia begitu menyayangi anak kami. Semua berjalan begitu cepat anakku begitu jauh sama aku, setiap ingin bertemu dengannya dia slalu menghindar dan dia mau menemuiku kalau bisa rujuk lagi. Begitu sesak aku mendengarkannya, aku menangis sejadi jadinya, hingga harus merelakannya untuk tidak menemuinya lagi.

3 tahun setelah perpisahan itu tepatnya di Hari Raya Idul Fitri aku mendapat telpon dari mantan mertuaku yang mengkabari kalau si Henk sakaratul maut karna penyakit leukimianya yang sudah bertahaun-tahun dia derita dan tidak pernah mau berobat, keluarganyapun syock karena tak pernah tahu dengan penyakit itu. Tanpa berfikir panjang aku datang ke Rumah sakit tempat dia dirawat sesuai permintaan terakir dia ke Ibunya. kurangkul erat-erat anakku yang sedang menangis sesenggukan melihat ayahnya dalam sakaratul maut.


"Dik Rose maafin atas kelakuanku selama ini kepadamu, aku tlah dibutakan oleh cinta di dunia, aku begitu mencintaimu melebihi cintaku terhadap Penciptaku sendiri tapi tahukah engkau kenapa aku jadi berubah seperti di hari-hari terakhirku?" katanya dengan terbata-bata.

"Sudahlah tidak usah dibahas lagi,  aku tahu kau sangat mencintaiku melebihi cintamu terhadap ragamu sendiri, tapi aku berharap cinta hakikimu hanya untukNya yang utama, aku berharap kau berubah dulu bukan karena aku tapi karna Cintamu kepadaNYa, sudahlah kita tutup cerita lama ini.

Hari ini hari Fitri sudah saatnya kita saling memaafkan" Sambil kujulurkan jemariku kemulutnya sebagai isyarat agar dia tak banyak bicara dengan kondisi yang sudah parah. Sebelum menutupkan matanya untuk terakhir kalinya di hari suci itu dia menyerahkan sebuah death note berwarna hitam dengan tulisan tinta putih yang rapi, dia tuliskan harapan harapannya selama 10 tahun lebih menderita leukimia tanpa ada seorangpun yang tau tentang itu,  yah mungkin hanya mukjijat dariNya dia bisa bertahan begitu lama.


Hal yang buat aku makin merasa bersalah, dia ceritakan pernah membaca sms dari arya untukku dan dia tulis disitu. "Adik Rose aku berharap dengan pernikahanmu ini kau bisa melupakanku dari cinta sejatimu dan cinta pertamamu, dia lebih baik dari aku, cinta dia begitu besar terhadapmu dibanding cintaku ke kamu, maafkan aku jika tak bisa membalas cintamu itu, karna cintaku telah kujanjikan hanya untuk sahabatmu meski rasa itu ada juga untukmu tapi tak sebesar sayangnya ke sahabatmu, maafkan aku karna persahabatan kalian jadi seperti ini, Aku Tahu Alloh itu adil menciptakan orang baik untuk orang baik seperti kau dan dia semoga kau bisa belajar mencintainya dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.   Aamiin"

Dan yang paling membuat jiwa ini merinding adalah sebuah tulisan di death note itu dia menginginkan kematiannya pada saat Ramadhan ataupun titik penghabisan bulan puasa, dengan melihat aku berada disampingnya sambil berucap kata maaf. Teryata Alloh mengabulkannya.

Ya Robb Ampuni aku yang tak pernah bisa menerima taqdirmu, aku merasa jadi makluk yang tak berguna jadi istri yang tak pernah bisa mencintai dan membahagiakan dia dengan sepenuh hati, aku merasa malu sejak kecil aku diajarkan agama ibu dan ayahku tapi agamaku masih setengah setengah, sedang dia yang mualaf saja sudah begitu kuat menjalani semua itu meski dia pernah drop dalam beberapa waktu. Tapi ak tak pernah menyalahkan dia mungkin saat itu dari baru frustasi dengan penyakit yang dideritanya dan apalagi dia sudah mengetahui orang yang begitu dia cintai teryata tak pernah mencintainya dengan tulus. Seharusnya aku berada disampingnya menguatkan mencintanya...

Ya Robb di bulan Ramadhan ini mengingatkan aku pada dia, ternyata sampai saat ini ak masih
menyimpan rasa penyesalan itu, aku begitu kehilangan dia ya Robb, mulai saat ini ak berjanji akan selalu mensyukuri apa yang ada.

Dan bisa jadi kita mencintai seseorang padahal itu teramat buruk untuk kita, bisa jadi kita membenci seseorang padahal itu sebenarnya yang terbaik untuk kita, sesungguhnya Alloh itu Adil pilihannya selalu buat yang terbaik untuk hambanya.


 ~oOo~


Special Thanks to MAs Insan yang udah memaksa buat postingan di Open Housenya he he akirnya ada juga postingan meski masih abal-abal



Kontributor:

Author: Dear-dEaRy

Sabtu, 18 Agustus 2012

Mahabatullah


Oleh Bonit Notz

Assallamu’alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuh
Puji Syukur Khadirat yang Maha HaQ, Rabb dari segala isi Dunia, pencipta Alam Semesta yang dengan Keridhaan-Nya masih menjaga setiap hati hingga masih bisa menikmati kebesaran-Nya. 

Allahu Akbar…

Suara jangkrik berdawai dan unix, mengikis kekosongan pada tengah malam yang rindang akan sunyi, berbalut hampa dengan desir angin yang buat tubuh menggigil.. RAMADHAN.. diatas langit masih nampak keharuan tentang kedatanganmu, tak terasa detik-detik bulan sucimu kian surut terhempas waktu yang memagut. RAMADHAN… hanya butiran yang sanggup kuurai tentangmu, bukan kisah kasih yang apik dari mereka  yang terdahulu.

Ramadhan… sisa bulanmu mengajakku berpikir…
·         Berapa banyak kebajikan yang kulakukan???
·         Berapa banyak kalimat dzikir telah kuukir???
·         Berapa banyak waktu silaturahim kusempat???
·         Berapa banyak ayat-ayat cinta-Nya kubaca???
·         Berapa banyak waktu kuabaikan ???
·         Berapa banyak lalai kuumbar???
·         Berapa banyak dosa yang kusebar???

Rabb.. pemilik jiwa rapuh sepertiku, rasanya semua pertanyaan itu memelukku, penuh rasa bersalah, rasa mengabaikan bulan penuh rahmat-MU…

Rabb... penjaga hati dari semua hati, lembutkan hatiku, pikiranku senantiasa mencipta separuh masa Ramadhan dengan makna.

Inginku gapai Mahabatullah dibulan mulia ini dengan sempurna, inginku mengembara dalam pengembaraan cinta-Nya,.. Mahabatullah adalah Cinta yang bukan sembarang cinta, melainkan cinta yang memiliki tingkat tertinggi diatas segala cinta. Yang memiliki kekayaan Ruhaniyah, dengan memfocuskan seluruh rasa cinta kepada Allah Swt.  Mahabatullah.. adalah sebesar-besar kewajiban iman, sebesar-besar pokok dan setinggi-tingginya azas yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman.
Firman Allah :

“Dan Orang-orang yang beriman itu terlebih cinta kepada Allah,.. “
(Q.S. Al-Baqarah : 165)
“Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang…” (Q.S. Al-Imran : 31)

Kelopak Ramadhan, yang mencuri isi hati setiap perindunya, mengobati luka dari setiap hati yang berdosa, mengikis kesakitan dari pelaku berbahasa pilu. Dan pasti menjadi satu bulan yang special dari bulan lainnya. “Sudahkah kugapai Mahabatullah dalam pelukanmu???”.  Jauuuhh.. masih sangat jauuuhh… T-T

Semoga bermanfaat.. .

Wassallamu’alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuh
Notz 17/08/12


Kontributor:

Author: Just a'Note

Jumat, 17 Agustus 2012

Ayo Berzakat


Oleh : Kang Sofyan


Ramadhan sudah hampir terbenam diufuk barat, dan hari kemenangan akan segera terbit. Apa yang sudah didapat selama berpuasa dibulan Ramadhan ini, adakah sisa-sisa bulan Ramadhan yang masih melekat sebagai sebuah amalan dibulan selanjutnya, semoga saja. Lapar dan haus dahaga telah memberikan sebuah pelajaran yang berharga. Bahwa nikmat Allah itu bukan hanya sebatas makanan dan air saja. Masih banyak nikmat yang kita terima walaupun kita tidak makan dan minum.

Oksigen adalah salah satu nikmat kecil yang masih dberikan Allah pada kita semua. Selama ini banyak orang beranggapan, nikmat itu hanya sebatas barang yang terlihat oleh kasat mata. Ternyata tidak. Salah satu dari nikmat itu adalah Rezki, kata orang jawa Rejeki, kata orang arab “maa yam fa ‘unnas” sesuatu yang bermanfaat. Banyak sekali penafisran mengenai rejeki ini, bahkan ada yang mengatakan, barang haram pun bisa dikatan itu rejeki meski cara mendapatkannya dengan jalan yang salah.

Itu hanya sedikit definisi mengenai rejeki. Yang perlu kita cari tahu adalah bagaimana cara kita untuk mensyukri rezki yang sudah kita terima. Berhubung rezki itu datangnya dari Allah, sebaiknyalah semua itu didistribusikan dijalan_Nya. Sesuai dengan firman_Nya “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka” QS : Al-baqoroh ayat 3. Ayat diatas sudah jelas, kita wajib menafkahkan sebagian kenikmatan yang kita terima terutama rejeki kepada orang lain.



Mari sebagai umat muslim yang taat akan  perintah_Nya, mumpung masih Ramadhan dan Sholat Ied belum dilaksanakan, tunaikan zakat. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Dan zakat ini adalah salah satu cara untuk mendistribusikan nikmat Allah yang diberikan pada seluruh makhluknya kepada sesamanya. Dengan zakat, berarti kita sudah memisahkan sekat perbedaan antara si miskin dan si kaya. Dengan Zakat, kita sudah memberikan sebuah kebahagian kepada mereka yang berhak untuk turut merayakan sebuah kemenangan. Lebih-lebih sekarang adalah bulan Agustus, bulan penuh dengan semangat persatuan dan kesatuan, dengan zakat semoga persatuan dan kesatuan negeri ini semakin erat.
Ayoo berzakat. . . . . . . 


Kontributor:

Author: Kang SOFYAN

Kamis, 16 Agustus 2012

Antara Hijab, Jilbab dan Kerudungku


Oleh : Annur El Karimah


Pernah tidak yah, terbesit di benak kita.Membedakan mana wanita kafir dan wanita muslim?

Wanita yang muslimah senantiasa menjaga auratnya, wanita yang menjaga agamanya karena sebuah pengikatan hati dan jiwa untuk senantiasa tunduk kepadaNya.
Seandainya saja setiap muslimah terlahir sudah memakai baju serta kerudung yang menutupi kepalanya.

            “ah, aku selalu berandai-andai yang tak mampu dicerna otak”
Kabar gembira melihat suasana ramadhan yang hamper usai ini.Ada beberapa orang yang mulai menemukan hidayah. Konon katanya sekarang memakai kerudung.
Tapi terkesan aneh memang jika sekedar memakai kerudung.

            “yah, tak apalah setidaknya bias menutupi kepala daripada tidak sama sekali” jawab seorang gadis yang beranjak dewasa.

            Belum lagi aku mendapati wanita yang usia diatasku hanya berbeda satu tahun. Dia berubah dandanannya yang tadinya menjepit rambutnya dengan pita. Kali ini dengan balutan kain ala “hijab”.

            Aku sendiri bingung mengapa ada kata-kata hijab di pakai dalam “fashionista muslimah”

            Setiap orang berpikiran berbeda-beda itu wajar.Tapi kalau dalam realitanya dandanan yang berlebihan itu terkadang terlihat aneh dimata orang.
Menelusuri fenomena Hijab yang sekarang menjadi pusat perhatian PAKAIAN TERLARIS di setiap moment Ramadhan mendekati Hari raya begitu luar biasa.

            Jilbab yang seutuhnya kini tak ada di dalam barisan pelengkap kata HIJAB itu sendiri.

            Memaknai kata jilbab yang sesuai dengan anjuran Al-Qur’an. Memang sekilas mudah membaca terjemahannya.Tapi belum lagi kita menilik yang lebih dalam lagi.
"Artinya: Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan mu dan istri-istri  orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang. (Al Ahzab.59)
Al Quran juga mengungkapkan penutup seorang wanita dengan kata hijab yang artinya penutup secara umum, Allah Swt dalam surat Al Ahzabayat 58 memerintah kepada para shahabat Nabi Saw pada waktu mereka meminta suatu barang kepada istri-istri Nabi Saw untuk memintanya dari balik hijab (tutup).
… Artinya; Dan bila engkau meminta sesuatu (keparluan) kepada mereka (istri-istri Nabi saw) maka mintalah dari belakang tabir, cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka ­(Al Ahzab. 58)
Seperti yang di terangkan di atas, hijab lebih luas artinya dari kata jilbab atau khimar meskipun ayat di atas adalah turun untuk para istri-istri Nabi Saw tapi para ulama` sepakat dalam hal ini bahwa semua wanita muslimah juga termasuk dalam ayat di atas, sehingga yang di ambil adalah umumnya arti suatu lafad atau kalimat ayat Al Quran, bukan sebab yang khusus untuk istri-istri Nabi saja.
Ayat di atas memerintahkan pada wanita muslimah untuk mengenakan penutup  yang demikian itu adalah lebih baik untuk dirinya dan laki-laki lain yang sedang berkepentingan dengannya, adapun cara berhijab di atas adalah dengan berbagai cara yang bisa menutup aurat dan tidak bertentangan dengan maksud dari disyariatkannya pakaian penutup bagi wanita, sehingga kalau memakai pakaian yang sebaliknya bisa merangsang terjadinya keburukan maka itu bukan dan belum di namakan berhijab atau bertutup.
Asy Syaih Athiyah Shoqor (Ulama` ternama Mesir) ketika ditanya hukum seorang wanita yang Cuma mengenakan penutup kepala yang bisa menutup rambut dan leher saja tanpa memanjangkan kain penutup itu ke dada dan sekitarnya, beliau menjawab dengan membagi permasalahan menutup aurat (kepala) itu menjadi tiga :
1.  Khimar (kerudung) yaitu segala bentuk penutup kepala wanita baik itu yang panjang menutup kepala dada dan badan wanitaa tau yang hanya rambut dan leher saja.

2.   Niqobatau burqo`(cadar) yaitu kain penutup wajah wanita dan ini sudah ada dan dikenal dari zaman sebelum Islam datang seperti yang tertulis di surat kejadian dalam kitab Injil. Namun kata beliau ini juga kadang disebut Khimar

3.   Hijab (tutup) yaitu semua yang dimaksudkan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya fitnah jinsiyah (godaanseksual) baik dengan menahan pandangan, tidak mengubah intonasi suara bicara wanita supaya terdengar lebih menarik dan menggugah, menutup aurat dan lain sebagainya, semuanya ini dinamankan hijab bagiwanita

Sedangkan ulama-ulama madzhab Maliki menjelaskan bahwa dalam shalat aurat laki-laki, wanita merdeka dan budak, terbagi menjadi dua:
1.   Aurat mugalladhah (berat), untuk laki-laki aurat ini adalah dua kemaluan depan dan belakang, sedangkan bagi wanita merdeka aurat ini adalah semua badan kecuali tangan, kaki, kepala dada dan sekitarnya (bagian belakangnya)

2.   Aurat mukhaffafah (ringan), aurat ini untuk laki-laki adalah selain mugalladhah yang berada diantara pusar dan lutut, sedang untuk wanita merdeka adalah tangan, kaki, kepala, dada dan bagian belakangnya, dua lengan tangan, leher, kepala, dari lutut sampai akhir telapak kaki dan adapun wajah dan kedua telapak tangan (luar atau dalam) tidak termasuk aurat wanita dalam shalat baik yang mugalladhah atau yang mukhaffafah. Untuk wanita budak aurat ini adalah sebagai mana laki-laki namun di tambah pantat dan sekitarnya dan kemaluan, vulva dan bagian yang ditumbuhi rambut kemaluan itu.


HIJAB BUKAN SEMABARANG HIJAB / JILBAB.

Hijab yang menutup, bukan bermaksud riya malah penampakkan gaya / fashion berlebihan. Belum lagi make-up yang melekat.
Sebaiknya putar kembali masa silam yang kelam.Seandainya mata ini buta.Mampukah aku bercermin dengan seperti ini?

Nah loe, bersyukur saja.Tujuan utama berjilbab/ berhijab.
Karena Allah agar sesuai perintahnya tidak diganggu ini malah mengganggu dengan foto-foto berlenggak-lenggok dengan busana yang wah.Dan terlihat menarik perhatian.

Padahal pakaian syar’I biasanya tidak semahal pakaian-pakaian model baru yang bertabarruj. Benar ataubenar? Cobas ajas ih. Menggunakan dandanan ala “alay sekarang sulit dipahami. Belum lagi membeli perlengkapan dalam kerudung yang dipakai ajal ebih dari sepuluhr ibu. Belum kerudung luarannya.

IngatUkhti, 
Hijab itu menutup. Bukan menutup yang malah menggumbar syahwat.
Sudah berjilbab dan berkerudung tapi berdandan menor / berlebihan.
Gak salah deh kalau kaum hawa disebut “KARISMATIK” karena selalu berusaha membuat kaum adam tertarik dengan berbagai macam pesona. Dari dandanan, pakaian termasuk kerudung yang notabennya adalah pelengkap dari jilbab untuk menjaga diri kalian agar tidak diganggu.
So, memikirkan diri di dunia memang tak ada habisnya.Termasuk bergaya memaksakan diri agar diri tetap terlihat cantik.

Menurutku asal rapi dan bersih sudah enak dipandang kok ukh, hayu laksanakan pikiran kita untuk beranjak berpikir maju dan mencintai cara yang baik.

Ingat menampilkan sesuatu agar menjadi wah dan menjadi banyak sorotan termasuk “RIYA” kan? Susah yah, jadi manusia salah riya sedikit ibadah jadi lebur lho.
Mikirnya jangan kelamaan. Semua karena Allah saja. Sederhanakan pikiran, hati dan rasa ini.Bahwa yang indah tak perlu mahal dan menjulang kemewahan serta ungkapan kata “wow” agar semua orang terpana pada sudut pandang yang indah. 

Diambil dari berbagai sumber serta narasi penulissendiri ^_^.

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Saya hanya mengikuti aturan Al-Qur’an karena tak suka dengan main-main hehe…
Semoga ini bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya hingga akhir hayat.
Karena hakikatnya kebenaran terus danwajib ditegakkan.
Semoga senantiasa hanif dan menegakkan kebanaran amin.

Selamat menunaikan ibadah puasa ^_^


Kontributor:


Rabu, 15 Agustus 2012

Lebaran Sebentar Lagi


Oleh : Nchie Hanie


Hai sahabat..

Merasa ga sih kalo bulan Ramadhan kali ini begitu cepat berlalu, ga berasa tinggal beberapa hari lagi menuju hari kemenangan.

Ya Lebaran sebentar lagi..*langsung nyanyi*

Ada rasa bahagia karena akan menjemput hari kemenangan tiba dengan segala euforia nya, apalagi buat anak-anak *khususnya Olive* menyambut hari kemenangan dengan segala sesuatu nya yang serba baru *meskipun ga wajib, dan ga membiasakan, tetep aja*.

Setidaknya sebagai reward selama sebulan penuh berpuasa, menahan lapar dan dahaga, menahan amarah.




Ga sabar menyambut hari kemenangan . Dimana seluruh umat muslim di berbagai tempat, daerah, dan negara memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut datangnya Lebaran.
Namun, intinya pada saat hari raya, setiap keluarga bisa berkumpul, saling mengunjungi, dan bersilaturahim, serta saling memaafkan. 


Tapi ada rasa sedih, karena akan meninggalkan bulan Ramadhan, meskipun di sepuluh hari terakhir ini makin berasa godaannya semakin berat, rasa malas, dimana harus bertempur melawan hawa nafsu yang ada dalam diri kita sendiri.


Alhamdulillah yah masih bisa teratasi, masih bisa bergandengan tangan menikmati shalat taraweh di mesjid bareng keluaga kecilku, masih bisa membaca ayat-ayat al qur'an, masih bisa merasakan malam-malam Lailatul Qadr, menikmati suasana Ramadhan yang berada di penghujung bulan ini dengan senyuman .


Di malam - malam terakhir bulan Ramadhan ini begitu berharga,berasa melownya, aku hanya bisa memandangi mereka ( Papa dan Olive) yang sedang terlelap.

Ya Allah masih bisakah aku menemani mereka di Ramadhan tahun depan ?

Tak henti aku berdoa, berharap di beri umur panjang *kalo boleh nawar*, aku masih ingin menemani mereka, menyiapkan makan dan berkumpul tatkala sahur, menikmati berbuka puasa bareng Olive dan bergandengan tangan menuju mesjid untuk melakukan shalat taraweh.


Ahh..begitu indahnya, semoga doa-doa ini terkabulkan..

Aamiin..


Ya Ramadhan kali begitu cepat berlalu..

Mari kita menyambut hari kemenangan..

Lebaran sebentar lagi..*nyanyi*



Kontributor:


Nchie Hanie

Author : Mama Olive

Senin, 13 Agustus 2012

Takbir Dihati Seorang Mu'alaf


Oleh : Insan Robbani

Masih jelas dalam ingatanku beberapa tahun lalu, saat pertama kali bertemu dengan  indahnya Ramadhan. Ada rasa suka cita bercampur deg-degan saat mengucapkan Marhaban ya Ramadhan. Jujur aku masih awam tentang makna Ramadhan akupun tidak tahu banyak bagaimana mengisi hari-hari di bulan Ramadhan, karena saat itu aku seorang mu'alaf. Hanya semangat dan kemauan untuk menjadi muslim yang baik membuatku antusias ikut menyemarakkan Ramadhan.

Seperti pada umumnya dimasjid diadakan shalat tarawih dilanjut dengan tauziah para ustadz, banyak pengetahuan baru yang kudapat, membuat diriku makin yakin akan indahnya Islam. Ternyata berpuasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, tapi yang utama untuk mengaplikasikan makna sabar, syukur, ikhlas, tawadhu' dan ketakwaan pada sang Robb dan Ramadhan adalah waktu untuk menggembleng semua rasa itu.

Ramadhan ibarat waktu bagi Allah Ta'ala menggelar sebuah pesta yang Maha megah dengan mengundang hambanya untuk menghadirinya. Banyak menu hidangan yang ditawarkan berupa taufik, rahmat dan hidayah serta limpahan pahala dan berjuta kenikmatan tersaji dipesta Ramadhan. Bukan itu saja, Allah juga membagikan voucer pahala yang nilainya tujuh puluh kali lipat dari bulan-bulan biasanya. Tidurnya bernilai ibadah, diamnya bernilai dzikir, bau mulut orang yang berpuasa harumnya melebihi minyak kasturi. Dan yang luar biasa bagi yang mampu meraih Lailatul Qodr bernilai kebaikan selama seribu bulan. Subhanallah. Tidak ada alasan rasanya untuk meninggalkan ibadah puasa.

Hari demi hari kulalui dengan kesendirian dalam menjalani ibadah puasa, karena orang tua dan kedua kakakku masih non muslim (baca disini). Tapi bukan berarti menjadikan alasan pembenar tidak menjalankan kewajiban seorang muslim apalagi puasa adalah ibadah wajib bagi muslim yang mampu. Meski penuh tantangan dari keluarga tetap kujalani Ramadhan dengan besar hati. Berbuka puasa sendiri, makan sahur sendiri, mempersiapkan makan sahur sendiri adalah rutinitas sehari-hari yang kulalui. 

Jangan berpikir menu makan sahurku yang memenuhi standard empat sehat lima sempurna, bisa makan mie instant dan teh manis hangat sudah Alhamdulillah. Secara finansial orang tua tidaklah kesulitan jika menyediakan makanan yang cukup memenuhi standard gizi. Tapi mereka sedang menghukumku akibat pembelotanku menjadi muslim. Setiap pilihan memang ada konsekwensi, aku telah memilih jalan hidupku menjadi seorang muslim tentu ada harga yang harus dibayar. Hukuman dari orang tuaku tidak ada artinya apa-apa dibanding perjuangan para mujahid di medan laga dalam rangka menegakkan bendera Islam, hanyalah debu kecil jika dibanding perjuangan Rasulullah saat-saat memperkenalkan Islam dikalangan orang kafir dan kaum jahiliyah.

*****

Seperti muslim pada umumnya ba'da isya dilanjut dengan shalat tarawih. setelah shalat tarawih teman-teman mengajakku untuk ikut meramaikan masjid. Sayang bila bulan Ramadhan yang penuh berkah ini dilewatkan dengan kesia-sian. Kulihat beberapa orang duduk melingkar sambil membaca sebuah kitab, yang satu membaca yang lainnya menyimak dan sesekali membenarkan bila ada yang salah bacanya. Baru kutahu itu namanya tadarus Al Qur'an atau membaca Al Qur'an. Aku hanya bisa terperangah ketika diajak bergabung dengan mereka.  Hah..! baca Al Qur'an?, ujarku dalam hati. Jangankan membaca Al-Qur'an mengeja alif, ba', ta saja belum bisa.  Ah! aku benar-benar malu dan minder saat itu. Sebagai seorang muslim rasanya aneh apabila tidak bisa membaca kitab sucinya. 

Tidaaaaakkk..!!, aku berteriak dalam hati, aku harus bisa, aku harus belajar membaca Al Qur'an, aku harus merusaha mengamalkannya. Aku bertekad bulan Ramadhan ini harus bisa membaca dan menulis Al Qur'an, agar aku juga bisa duduk melingkar berdampingan mereka sambil bertadarus Al Qur'an.

Sepulang kuliah buru-buru beli buku dasar-dasar membaca-tulis Al Qur'an, kupelajari dari yang paling dasar membaca dan mengeja huruf hijaiyah, Alhamdulillah di dua pertiga Ramadhan aku memberanikan diri bergabung dengan teman-teman di masjid,  kutepis rasa malu kubuang jauh rasa minder meskipun belepotan aku nekad ikut membaca. Alhamdulillah Allah memberi kemudahan kepadaku, dan Ramadhan ini kurasakan banyak ilmu yang kudapatkan, Ramadhan yang penuh berkah bisa kulalui dengan peningkatan ilmu dan iman

*****

Allaahu akbar.. Allaahu akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar walillaahil hamd

Suara takbirpun menggema ke seluruh jagad raya, sebagai pertanda sebuah kemenangan bagi seorang muslim setelah berjuang selama sebulan. Entahlah, aku sendiri tidak tahu apa makna kemenangan bagi diriku, apakah aku sudah bisa disebut orang yang mendapat kemenangan atau justru malah sebaliknya..? hanya Allah yang tahu.  Tapi yang kurasakan suara takbir ini begitu bermakna, menyentuh kedalam relung hatiku yang paling dalam.


Kutatap langit yang mulai gelap tampak bulan dan bintangpun seperti ikut bertakbir mengagungkan Asma Allah. Suaranya indah lebih indah dari orkes symphony yang pernah kudengar.  Ya Allah hari ini gema takbir yang paling menyentuh hatiku, tak sadar telaga bening telah mengalir dari bilik mataku, sebuah tetesan air mata yang kupersembahkan pada-Mu ya Robb.



Kontributor:

Insan Robbani


Sabtu, 11 Agustus 2012

Semua Belum Terlambat



Oleh : Shofie Akmala Luthfie
 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim…

Astaghfirullahaladzim
Sudah bulan Ramadhan masih aja kamu seperti ini, timpal bunda pada gadis kecilnya itu. Ya inilah gadis kecil yang selalu bandel dan rewel jika sakit. Akulah yang sebenanrnya gadis anak tunggal dari ayah dan bunda. Remaja tua yang telah menginjak usia 21 tahun. Masih di manja dan selalu dimarahi bunda sebab sikap aku yang selalu mau membantah apa yang bunda suruh atau katakan.

Hari ini adalah sholat teraweh pertama saat bulan ramadhan pada tahun ini. Ya aku, bunda dan ayah menjalankan puasa pada hari sabtu soalnya kita mengikuti pemerintah. Tepat pukul tujuh malam aku dan kedua orang tua menuju mesjid terdekat dari rumah untuk menunaikan sholat taraweh berjamaah. Disini aku dan si dia pun telah janjian untuk sholat taraweh bareng. Biasalah nanti pas ceramah kita keluar berdua untuk ketemuan. aiich ( niatnya udah salah ).

Sholat taraweh pun telah selesai kami laksanakan. Aku dan dia mulai keluar untuk bertemu sesuai  rencana. Aku pamit ke bunda untuk ke toilet dengan alasan perutku mules (jadul bangat alasannya). Pagar mesjid adalah tempat janjian kita bertemu. Dia telah menungguku dengan mencari-cari dimana keberadaanku. Tepukkan bahu itu mengejutkan dia yang lagi celingak celinguk mencari dimana aku berada.

Dengan senyum lebarku, dia langsung mengajakku ke jajanan yang tersaji di depan mesjid ( bulan puasa gadis ). Tanpa berfikir panjang lagi aku melirik sate yang ada di samping mesjid. “ aku mau itu kanda”. “ok dech auk”. Itu ucapan kanda ketika aku memilih sate yang aromanya sangat menggugah selera. Tanpa ragu lagi aku langsung pesan sate itu dan melahapnya seperti seseorang yang sedang kelaparan.

“hay, gadis keciku kamu dimana sayang”. Kulihat ada sms bunda di hapeku
“tadi gadis ketemu teman, trus aku ke warnet cari tugas untuk bahan besok bun, bunda dan ayah pulang dulu aja, ntar aku pulang bareng teman”. (boonk dikit)
“sip, hati-hati ya nak”.

30 menit waktu untuk menghabiskan sate yang ada di depanku. Tanpa menunggu lama  aku segera pulang dengan dia, agar situasi ini tidak di curigai bunda (modus). Kami langsung menuju kereta (motor=kereta bagi kami) yang di parkir tidak jauh dari mesjid. Segeralah kanda memacu keretanya menuju gubuk mungil penuh makna orang tuaku.

Jam didinding telah menunjukkan pukul 10 malam, sudah waktunya aku tidur soalnya takut tidak bisa bangun sahur (hihihihi,,,modus bakal nggak puasa). Aku langsung pamit sama bunda untuk tidur dan titip salam buat ayah. soalnya ayah udah masuk ke kamar lebih dulu. Tanpa was-was aku segera menuju peraduan.

Tenggah malam pun perutku terasa mules. Nyerinya minta ampun sepertinya maag ku kumat. Tanpa tunggu lama aku segera menuju kamar bunda dan bilang aku lagi sakit perut.
Tok… tok… tok…

“Bundaaaaa,,,,, perutku sakit.”

“Kenapa kamu gadis?.”

“Nggak tau, nyeri banget, kayak  maag gitu bun.”

“Kumat lagi ya nak?, makan apa aja kamu sayang”

“Nggak ada bun, udah nyeri aja pas aku bangun.” Aku mencoba berbohong

“Jujur aja kamu nak?”

“Jujur bun.”

“Makan apa kamu semalam nak, ayo ngaku….”  ucap bunda dengan mimik serius

“Ituuuu bun……”

“Jangan itu-itu nak, bilang sejujurnya sama bunda”  tanya bunda dengan wajah sedikit menyelidik

“Sate bun,,,,,”

“Nah lo, dari awal bunda udah ingatkan kamu kan bahwa jangan makan-makanan yang akan ganggu puasamu”

“Abisnya pengen banget bun.”

“ Ah alasan  klasik, semalam makan ya, bukan belajar?, sama siapa kamu pergi” bunda bertanya sinis

“sama Andi bun.”

“ooooooo,..”


Bunda langsung berbalik meninggalkanku. Rasa sakit akan ku rasaka sendiri tanpa bantuan bunda karena bunda kecewa atas kebohongan yang telah kulakukan. Semua ini sedikit ajaran dari bunda terhadapku. Agar aku bersikap  jujur dan menghargai bunda atas larangannya untuk  tidak memakan hal-hal yang akan membuat sakit lambungku.

(sms masuk)
Udah sana minum obat,,,,,
Nah bandel banget jadi anak, bohong lagi. Mau jadi apa kamu, wanita jalang, nggak kan. Ingat ini pelajaran buat kamu, hal kecil saja Allah swt telah mengingatkanmu. Apalagi ini bulan ramadhan, jangan berbuat hal yang akan membuat dosa kita berlipat-lipat dari biasanya. bertaubatlah kamu nak, Allah akan menunjukkan bahwa yang kamu lakukan itu salah. Semua belum terlambat, ramadhan baru akan di mulai. Niatkan ramadhan ini akan lebih baik dari sebelumnya. Semoga besok kamu sanggup untuk menjalankan puasa... amin


gambar dari google

Dengan rasa bersalah aku segera mengambil wudhu untuk sholat tahajud. Ya sedetik jiwa ini berkata hanya pada Allah lah tempat kita memohon ampun atas salah yang telah ku perbuat. Dengan yakin ku mulai takbir dengan jiwa yang bergetar dan ku akhiri dengan butiran air mata yang membasahi jiwa yang tandus akan iman. Semua belom terlambat, ini awal untuk bulan yang suci, semoga Allah membuka pintu taubatnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



Kontributor:

Author: La Tahzan

Jumat, 10 Agustus 2012

Memanfaatkan Gadget Untuk Kebaikan.


Oleh : Niar Ningrum


Gadget untuk kebaikan?? Emang bisa??

Gadget kan sudah banyak yang punya dimana-mana, semua orang juga bisa memanfaatkannya untuk hal kebaikan. Sudah menjadi salah satu alat kebutuhan yang vital untuk kebanyakan orang. Gadget banyak banget manfaatnya apah lagi untuk meraup kebaikan sebanyak-banyaknya disaat bulan ramadhan yang penuh barokah ini.

Gadget yang biasa orang bawa kemana-mana yaitu handphone. Handphone lebih kerennya hape, atau telepon genggam, karena hanya dalam genggaman anda bisa menelepon dan melakukan hal-hal untuk kebaikan. Tapi tak menutup kemungkinan, mereka membawa lebih dari satu gadget dalam keseharian.

Ayo kita manfaatkan gadget yang kita bawa sehari-hari, supaya lebih bisa mendapatkan kebaikan, amalan yang baik dan ilmu yang banyak.

Cara Memanfaatkan gadget untuk kebaikan : 

  1. Beri aplikasi Al Qur’an.
    Didalam gadget yang dipunya, bisa download aplikasi Al Qur’an secara gratis. Dengan adanya Al Qur’an di hape kan lebih  mudah untuk membaca Al Qur’an serta bisa dibawa kemana-mana praktis.
  2. Berikan Music Islami dan Surat-Surat Pendek Al Qur’an.
    Music islami sekarang banyak yang bagus-bagus, seperti Maher Zain, Debu, Sulis ‘Ummi’, Haddad Alwi, atau dapat juga diisi dengan surat-surat pendek supaya bisa didengarkan dimana pun. Lantunan music islami dan surat-surat pendek dapat membuat hati menjadi lebih damai.
  3. Berselancar di konten-konten yang baik dan benar.
    Hari gini kan banyak yang menggunakan internet untuk berselancar ria dari gadget yang dimiliki. Berselancar lah selama hal yang di cari dalam kontes masih baik dan benar. Banyak cara berselancar yang baik dan benar, bisa dengan contoh mencari resep kue untuk dihidangkan di hari raya, mencari baju dan perlengkapannya lewat took online, bisa juga blog walking sebagai blogger  yang ingin bersilahturahmi lebih dalam dengan berbagai teman yang ada dibelahan dunia dengan beraneka ragam isi dan makna postingan.
  4. Mengabadikan moment yang indah.
    Foto semua orang pasti pernah kan di foto, tak lupa untuk mengabadikan moment yang indah saat ramadhan, seperti saat lesu orang puasa disiang hari, suasana traweh, orang jualan takjil, saur on the road, saat malam takbiran, atau sholat idul fitri diabadikan momentnya  karena tidak bisa tiap hari kita bisa menjalani moment indah dan berharga ditiap detik yang kita lewati.


Beberapa cara yang bisa dimanfaatkan dengan gadget tiap orang, ada yang bisa menambahkan cara memanfaatkan gadget unntuk kebaikan?

Semoga bermanfaat isi postingan ini, terima kasih untuk om Insan Robbani aka om Budhi blogger Surabaya yang orangnya ramah banget dan ini salah satu orang yang ‘meracuni’ niar untuk bisa nulis fiksi, padahal yaa nulis fiksi tuh bukan lahan niar.



Surabaya, 9 Agustus 2012.

Kontributor



Kamis, 09 Agustus 2012

Andai Aku Seorang Mualaf


Oleh : Lozzakbar


“Saya seorang mualaf mas”

Itulah sebuah pernyataan yang diungkapkan oleh seorang lelaki pada saya pada sebuah percakapan via YM.  Spontan saya pun menjawab pernyataan itu dengan ucapan hamdalah. Yah, saya bersyukur karena untuk kesekian kalinya bisa berkenalan  dengan dulur muslim baru di ranah maya ini.  Itulah sekilas perkenalan saya dengan seorang mualaf yang menjadi empunya blog ini.

Berkenalan dengan Insan Robbani saya jadi teringat saat dulu begitu intens mengikuti kajian-kajian lintas agama.  Masa dimana saya begitu getolnya keluar masuk forum dan grup-grup penghujat Islam.  Saat itulah saya menemukan seseorang yang akhirnya menjadi teman FB saya. Sebut saja namanya EP sang mualaf.

Seingat saya dulu di Facebook atau mungkin hingga sekarang banyak sekali grup-grup penghujat Islam. Grup-grup yang sengaja dibuat oknum-oknum yang  mengatasnamakan agama, tapi menurut saya merekalah sebenarnya yang tidak beragama. Rasanya saat itu saya menjadi orang yang kesetanan saat menjumpai sebuah grup FB yang menghujat Nabi. Saya marah karena Muhammad yang saya agungkan, disitu dijadikan bak seorang pesakitan yang dihina, ditertawakan dan dilecehkan. 

Saya bingung harus dengan cara apa saya membela Nabi. Segala hujatan dan pelecehan itu coba saya tepiskan dengan segala pengetahuan agama yang saya dapatkan. Tapi hasilnya tetap sama, hujatan demi hujatan kian hari kian bertambah. Hingga pada suatu ketika di saat kesabaran saya mencapai batasnya, saya pun melakukan hal yang gila.  Saya tantang admin dan para penghujat itu bertarung di dunia nyata. Yah, sebuah tindakan yang hingga saat ini membuat saya tertawa sendiri ketika mengingatnya.

Dari grup itulah saya mengenal EP. Seseorang yang begitu tenang ketika menghadapi setiap hujatan yang menghadang. Begitu santun dan tak mau sedikitpun membalas semua hujatan dengan ungkapan kekasaran.  Semua pelecehan dan hujatan itu pun mampu dia tepiskan dengan begitu elegan.  Seorang pribadi yang menarik dan membuat saya tertarik untuk menjadikannya sebagai salah satu teman di situs jejaring sosial saya.


Mualaf..! ah rasanya saya tak percaya saat mengetahui EP ternyata seorang mualaf.  Saya heran karena ternyata EP memiliki pengetahuan tentang Islam yang jauh lebih hebat dari diri saya.  Saya malu karena Islam yang hingga kini di kartu tanda pengenal saya masih tertera begitu manis ternyata hanya menjadi sebuah simbolis. 

Dari EP akhirnya saya belajar jika untuk membela Nabi tak harus kita mengangkat senjata untuk menjawab hujatan yang ada. Mencari, menemukan lalu menjalankan semua sunnah beliau, mungkin itulah cara yang lebih tepat untuk mencintai Nabi. Menjadi pribadi muslim yang senantiasa menebarkan kedamaian serta mensyukuri setiap perbedaan sebagai rahmat Illahi.  Yah, sebuah hujatan yang tak perlu disikapi dengan hujatan pula, karena sepakat atau tidak sepakat semakin Islam dihujat akan nampak jika Islam itu lebih hebat.

Para mualaf itu telah mengajarkan saya jika sudah waktunya bagi saya untuk mempertanyakan keislaman yang ada pada diri saya. Menjawab semua hujatan itu dengan terus belajar dan mencari kebenaran akan Islam serta mencoba mengaplikasikannya dalam sendi kehidupan. Sebab Islam bukanlah agama taqlid buta yang senantiasa tunduk dengan dogma para pemuka agama. Islam menghargai kebebasan berpikir umatnya sepanjang tidak bertentangan dengan Al Qur’an serta As sunnah. 

Ah andai saja aku seorang mualaf, mungkin saat ini aku tengah berlomba mencari jalan kebenaran itu dengan mereka.  Tapi semoga saja semangat mereka selalu ada pada diri ini.  Semangat untuk mencari dan terus mencari sebuah nikmat illahi bernama Islam.  Yah, sebuah nikmat yang tak kuperoleh karena sebuah keturunan, tapi karena aku benar-benar menemukan.


Kontributor:

Author: EssiP

 

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes