"Akan tiba suatu zaman dimana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram"
Sungguh miris melihat perkembangan di negeri ini, kejahatan dan korupsi kian lama kian merajalela, berbagai sangsi yang memberikan efek jera tidak mampu membendung arus korupsi seperti jamur dimusim penghujan. Budaya malu yang menjadi identitas bangsa timur seolah telah luntur tergerus jiwa yang tamak. Korupsi menciptakan manusia apatis tanpa memperhatikan penderitaan si miskin. Korupsi telah memporak-porandakan persatuan dan kesatuan yang dibangun oleh pejuang dengan tetes darah dan air mata. Korupsi makin menimbulkan perpecahan dan kesenjangan sosial antar golongan masyarakat, Korupsilah penyebab kerusakan dan kemiskinan dinegeri ini.
![]() |
Korupsi Penyebab kerusakan dan kemiskinan |
Yang menjadi materi pembahasan kali ini adalah "Bolehkah seorang muslim itu kaya?"
Islam tidak melarang umatnya kaya, bahkan dianjurkan untuk berikhtiar mencari harta dengan caya yang halal. Islam tidak menyuruh umatnya untuk bermalas-malasan. Banyak ayat maupun hadits yang menganjurkan dan menyuruh untuk bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah dan harta. Karena dengan harta kita bisa beramal, bisa mensyiarkan agama, berjihad dan menjalankan ibadah yang lain agar bisa menjadi umat Islam yang paripurna. Islam agama yang suci hanya menghendaki harta yang suci yang disertai dengan amalan yang suci pula. Tetapi makna kaya dalam Islam bukanlah sekedar kaya harta tapi yang lebih diutamakan kaya hati dan kaya bathin. Dengan kaya hati mukmin akan bersikap qona'ah atau merasa tercukupi serta selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikan-Nya.
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Terjemah QS. Al Mulk : 15)
Rasulullah bersabda: “Tidaklah sekali-kali seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makan daari hasil kerja tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabiyullah Daud juga makan dari hasil kerja tangannya sendiri” (HR. Bukhari)
Dahulu
di jaman para sahabat kekayaan utama yang dicari adalah kekayaan hati, mereka berbondong-bondong membangun kekokohan iman untuk slalu mencari ridhonya Allah. Ibarat membangun sebuah bangunan dengan kaya hati berarti sudah membangun pondasi yang kokoh sehingga sulit untuk dirobohkan. Maka benar jika dikatakan sebaik-baik harta adalah harta yang ada
ditangan orang shalih. Dengan rasa keimanan yang kuat insya Allah akan mampu memanfaatkan hartanya di jalan Allah. Seorang mukmin yang baik selalu bersikap zuhud dengan hartanya. Mereka tidak menampikkan harta dunia tetapi menempatkan pada porsi yang tepat. Dunia ada digenggaman dan akhirat didalam hatinya.
Tetapi
dijaman sekarang justru berbanding terbalik dengan kondisi jaman para sahabat, kini orang berbondong-bondong mencari kekayaan duniawi
sehingga melupakan kekayaan hati, maka tidak heran jika dikalangan
masyarakat dan tokoh masyarakat banyak terlibat tindak korupsi,
nepotisme dan berbagai tindak kecurangan lainnya. Yang ironis adalah tokoh yang digadang-gadang menjadi ujung
tombak pendobrak praktik kecurangan justru ikut terbawa arus dalam
lingkaran kecurangan itu sendiri. Bisa dibayangkan betapa kuatnya
pengaruh virus sekulerisme dalam darah masyarakat muslim.
Maka sesungguhnya orang yang merasa tercukupi tidak merasa kekurangan dan tidak keluh kesah atas nikmat Allah itulah hakekat orang yang kaya. Sebaliknya kendatipun orang yang berlimpah harta tetapi tidak merasa puas atas nikmat-Nya selalu merasa kurang dan menghalalkan segala maka dia pada hakekatnya orang yang miskin.
Hari ini, telah nyata di depan mata kita apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah dalam salah satu sabdanya: “ Akan tiba suatu zaman dimana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram” (HR. Bukhori)
61 comments
bener kata kanjeng nabi itu, buktinya di sekolah tempet sy ngajar, dari proyek sampe BSM yg menjadi hak murid dan tidak ada aturannya untnuk memotong dana tsb, eh kepala sekolah paling bernafsu untuk mendapat jatah.
Sepertinya banyak cerita2 sejenis mas
itu sebabnya, kita harus menjga diri dan keluarga dari harta dan makanan yg haram. karena yg halal sebenarnya banyak dan udah mendapatkannya, napa mesti nyari yg haram.
boleh menjadi kaya, asalkan hartanya halal..sangat mrip melihat korupsi sekarang sedangkan di sisi lain yg kurang mampu menjerit di seluruh negeri..postingan yg sangat mengingatkan kita semua...
Nah itulah kenyataan yang sering kita dapati di negeri ini
Sebagai umat Islam kita harus bisa menanamkan jiwa qana'ah dalam kalbu kita, sehingga takkan muncul keinginan-keinginan duniawi. Sebab memang sudah menjadi sifat manusia ada rasa tidak pernah puas. Seperti pada hadist ini :
"Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat." (HR. Bukhari no 6436)
Dengan jiwa qana'ah kita akan merasa cukup dengan apa yang Allah berikan pada kita.
Aku pernah menulis tentang ini disini http://bundalahfy.blogspot.com/2012/02/yuuukk-berzuhud-dan-qanaah.html
itulah contoh manusia yang yang disifati jiwa tamak, lebih buruk dari sifat hewan,
Terimakasih mbak
mencoba merenungi makna kata 'Kaya'
kita renungi bersama
Islam selalu mengajarkan agar kita selalu kaya, namun kayanya adalah kaya hati.
Sukses selalu
Salam wisata
Setuju kang...
Terimakasih dan salam
kekayaan hati itu lbh mahal dari segalanya ya sob... tp jarang sekali org yg mengumpulkan kekayaan hati, apalagi dijaman skrg...
Kaya hati ternyata kekayaan yang sangat mahal dan langka
sekarang udah mulai muncul tanda-tandanya gan. blogwalking
Yups, betul banget
semoga kita dijauhkan dari harta yang tidak halal ya
Aamiin...
semoga ya mbak
saman sekarang jamak kita temui orang yang kaya harta namun miskin hati, dan yang lebih parah lagi, juga akan kita temui saudara kita yang miskin harta dan juga miskin hati.... astagfirullah...semoga semua mendapat hidayah dari ALLAH SWT....salam :-)
suah miskin harta dan miskin hati lantas apa yang bisa dibanggakan,..
salam
Harta. Godaan terbesar dunia selain tahta dan wanita. Jadi ingat, dulu di Cairo, ada bis yang nempelin stiker di kaca atas sebelah supir, bunyinya: ya abi, nashbiru 'alal juu' walaa nashbiru alanNaar. Artinya lebih kurang: Wahai ayah, kami mampu sabar atas kelaparan, tapi kami tidak sabar atas neraka. Bagus juga untuk menyemangati para ayah untuk tetap mencari rejeki halal. Karena gak jarang yang korupsi dll itu juga karena tuntutan keluarganya yg terlalu besar sih ya..
cerita yang inspiratif mbak..
semoga menjadi inspirasi para suami
Selalu Mas Insan Robani bikin saya kembali bersemangat setiap saya mampir kesini.
Nice to meet you pokoknya mas Insan Robani
Terimakasih mas, seperti saya yang suka kenal mas Imam
Sekarang amat sulit terlihat ada orang kaya yg kaya materi juga kaya hati, sering kali ada orang kaya rela sumbangkan dana hingga ber-MM untuk dana kampanye tp disaat ada yg minta sumbangan utk perbaikan masjid, rata koceknya cuma jut-jut aja :D
hahahaha... betul..betul..
ternyata kepentingan duniawi lebih penting dibanding kepentingan akhirat ya.
Sekarang malah banyak yang haram di anggapnya halal, hmmmmm ko zaman sekarang malah akan balik lagi ke zaman jahiliyah yah -__-
Wis biarin aja, jangan ikutan mereka Fan
semoga kita selalu bisa terus memperkaya hati dan mencukupi kekayaan duniawi ya kang. biar kekayaan kita bisa disalurkan sesuai dengan ajaran agama kita, dan menjadi bekal ibadah kita kelak. ;)
Aamiin..
aku percaya Dhe akan bisa mewujudkan
kaya itu perlu dan wajib...karena dengan kekayaan kita dapat memampukan diri untuk berkontribusi terhadap ummat.. jihad ekonomi :) kalo masalah kekayaan hati itu sudah tidak perlu diperdebatkan :)
hooh kang...
jangan diperdebatkan, malah rame entar
Kalau menurut cerita hikmah, manusia itu harus dan wajib kaya.
Walaupun dalam keadaan kekurangan sekalipun harus tetap merasa kaya. sehingga hal itu memicu rasa syukur dan tak ada lagi usaha untuk memperkaya diri sendiri. Bukankah Rasul juga mengajari umat yang kelebihan hartanya untuk disedekahkan? jadi sebetulnya didunia ini gak ada orang kaya miskin karena rezeki Allah yang mengatur
Wuih keren mbak Yun ini...
makin siip aja ustadzahku ini..
siap2 menjelang datangnya Ramadhan
Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin..
kenapa sangsi dan hukum tak membuat mereka jera, sebab hukumannya tak setimpal dengan apa yang mereka buat. Bahkan ada kecenderungan hukum sudah dipermainkan oleh para koruptor Cs. #kayak Kartolo aja pakai Cs haha
Dengan kekayaan bisa berbuat banyak hal, misalnya saja bisa ibadah haji, bersedekah dengan nominal yang banyak, dan masih banyak ibadah lainnya yang bisa didukung dengan materi yang banyak (kaya). Yang penting cara mendapatkan harta kekayaan dengan cara yang halal. :)
Salam
Ada pepatang uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang, selama harta bersumber dari yang halal boleh kan.
Astaghfirullahaladzim... semoga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT dari hal2 seperti itu.
Aamiin Ya Robb
Kalau kata lagu Rhoma itu yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Tidak merata bukan karena alasan geografis, tapi karena korupsi di negeri ini selalu berakhir manis.
salam dangduuuuut
betul sekali bang..
salam
Boleh saja untuk menjadi kaya, dengan cara yang halal, sehingga harta kekayaan itu, dapat kita dermakan di jalan kebajikan, beroleh berkah yang tentunya akan menentramkan. Begitu idealnya kali ya Mas?
Makin apik wae iki blognya. :)
Yups setuju mbak, ibarat kalau piring kita kosong apa yang bakal dibagikan ke orang lain
makasih...
Eh, kak Alaika iso boso Jowo toh? :)
Sifat manusia yang tidak pernah puas kadang membuat manusia lupa untuk bersyukur atas apa yang dimiliki. Ditambah dengan rasa iri yang kian merajai hati membuat manusia berpikir sempit dan menggunakan berbagai cara atas nama sebuah "kebutuhan".
semoga kita semua dijauhkan dari sifat tamak.
Kunjungan perdana, salam kenal ya Mas :D
komentar yang indah mbak Ayu.. temakasih kunjungannya, berharap kita semua bisa terbebas dari sifat tamak dan serakah
Yaa Allah Yaa Rabb... Harus banyak-banyak bermuhasabah nih ^^ nice posting budhi-niichan. Ayo perbanyak syukur dan menghilangkan iri!
Insya Allah May..
harus sering2 bermuhasabah
DI jaman ini, kesuksesan biasanya ukurannya materi. Ibu2 kalo bertemu kerabat/kawannya saling bercerita ttg anak2 mereka. Saya bbrp kali menemani ibu, mendengarkan pembicaraan mereka sedih.
Misalnya ada yang menyebut anak2nya dengan, "Itu, anak saya yang dokter gigi" atau "Itu, anak saya yang kerja di perusahaan anu" (perusahaan anu itu perusahaan besar). MEreka bangga bila bisa saling menceritakan kesuksesan seperti itu (sampai kadang2 saya minder mas Insan karena ibu hanya bisa menyebut saya dengan, "Ini anak saya yang cuma ibu rumahtangga biasa, padahal sarjana teknik".
Tapi ya ... saya tetap berusaha melakukan hal2 baik sebagai anak. memaklumi saja sekarang ini memang banyak pandangan materialistis bertebaran.
Ada satu lagi yang suka bikin saya bingung. Kenapa majelis taklim ibu2 sekarang sukanhya bikin pakaian seragam ya? Sementara menjahit pakaian sekarang itu tak murah (menurut saya) belum beli kainnya. Eh, salah ya koq nanyanya ke mas Insan :D
ya gitulah mbak pengaruh virus sekulerisme demikian kuat tolok ukur kebanggaan hanya dinilai dari duniawi.
tidak salah memang memakai seragam, menambah keindahan, yang penting yang esensi yaitu talbul ilmi jangan ditinggalkan, jangan sampai spt fashion show di majelis ta'lim
semoga segala harta yang kita punyai adalah harta yang berasal dari jalanNya,yang halal :')
Aamiin...
apa kabar mbak Rakyan..??
menurut saya mbak, korupsi di negeri ini bukan memberi efek jera, bandingkan saya hukum korupsi, di Arab potong tangan, di Cina potong leher (hukum mati), Indonesia potong masa tahanan...
eiit mbak..??
rumah bagus2, gedung pencakar langit ini kan sudah bukti ya...
entahlah...bisa jadi iya bisa jadi bukan...
kpn ya korupsi bnr2 hilang dr muka bumi?
Susah sepertinya.. selain faktor keimanan, iblis dan kroninya tidak akan tinggal diam..
sulitnya menjadi orang kaya harta .. akan mendapatkan banyak godaan
Sangat setuju mas Andri
Iya mas, kata ustad kalau masalah harta kita lihatnya ke bawah, kalau masalah agama kita lihatnya yg atas..
Orang muslim boleh berusaha kaya tapi tujuannya mencari ridho Allah, buat naik haji misal.. ^^
Mungkin supaya kita pandai bersyukur dan selalu semangat beribadah.. begitu kan mas Wahyu?
Post a Comment
"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"