Aku berdiri didepan cermin. Kutatap dalam-dalam wajah kusam penuh guratan kepenatan. "Hey apa
arti semua ini" tanyaku dalam hati. Aku tersentak ketika tiba-tiba dikejutkan dengan hadirnya dua sosok bayangan kembar dari dalam cermin dengan dua karakter yang berbeda. Dua-duanya mirip denganku dan dua-duanya
menasehatiku dengan caranya sendiri.
"Jangan!,
engkau tidak boleh lemah, engkau harus semangat, bagaimana mungkin engkau biasa
menguasai dunia jika engkau berleha-leha". Begitulah kalimat yang
disampaikan oleh bayangan yang mengaku pecinta dunia.
"Tetapi engkau kelihatan sangat letih dan perlu berhenti sejenak dari kelelahanmu", begitulah kira-kira nasehat dari bayangan si pemalas.
"Jangan
didengar ucapan si pemalas jika tidak ingin disebut pecundang, engkau tidak
akan berharga dan dihargai tanpa harta digenggamanmu" Si Pecinta dunia
memprovokasiku.
"Hey
bukankah kebahagiaan itu ada dihati tidak bisa diukur dengan harta, walau
sedikit hartapun engkau berhak bahagia" sergah si Pemalas.
"Bukankah
uang prioritas utama untuk menopang hidupmu, segalanya perlu uang, engkau harus
mengais rezeki dengan kerja keras banting tulang tanpa mengenal waktu"
Sang pecinta dunia menasehatiku.
"Tapi
ingat rezeki sudah ada yang mengaturnya tidak bisa dicari dan tidak bisa
dikejar, kalau memang jatah rezekimu tidak akan kemana" tukas si pemalas
tidak kalah sengitnya.
Aku
berdiri mematung demi melihat pertengkaran dua jiwa yang tak ada ujung
pangkalnya. Masing-masing mencari pengakuan pembenar dariku. "Hey
kalian Diaaaaammm...!!", aku berteriak lantang. "Aku adalah aku bukan
kalian, aku juga bekerja dan punya semangat tapi aku juga perlu istirahat
sekedar meluruskan ototku yang penat. Aku bukan pemburu dunia menilai
segalanya dengan materi tapi aku juga bukan pemalas, hanya mengharap runtuhnya
durian dari langit".
Aku tetap berikhtiar sebatas kemampuan tapi juga bertawakal kepada Allah Tuhanku, karena tugasku hanya berusaha semaksimal
mungkin selebihnya Allah yang menentukan. Secara hakekatnya rezeki memang ada di tangan Allah tapi secara syariatnya kita tetap harus mencari dan menyambutnya. Maka aku akan tetapp berusaha dengan baik dan benar disertai dengan semangat, dengan doa dan kesabaran. Agar Matahari tetap bersinar menerangi jalanku menuju pintu rezeki
"Man Jadda Wa Jada, Man Shabra Wa Zhafira"
49 comments
postingan yang sejuk, dan memang demikianlah seharusnya,
rezeki memang ALLAH yang memberikan, namun tanpa ikhtiar maka pintu rejeki itu tak akan terbuka lebar untuk kita,
dan sebagai hamba ALLAH kita hanya berupaya berikhtiar semaksimal mungkin, urusan selanjutna biarlah ALLAH yang mengatur-nya untuk kita.....salam :)
Sangat setuju mas Hari, terimakasih sdh menambahi
Inspiratif sekali mas,...ikhtiar adalah kewajiban kita sebagai mahluk ya, meski keputusan adalah mutlak kuasaNYA. :)
Ahay terimakasih.. sang senja.
renungan luar biasa.
aku suka pemaparannya
smoga kita bisa mengendalikan smwnya. dan Karna Allahlah itu smw pastinya
^_6
Alhamdulillah jika bermanfaat..., terimakasih ya Adik
setiap makhluk di dunia ini sudah di jatah rezekinya oleh Alloh SWT. tinggal bagaimana kita "menjemputnya". Tentunya dengan cara yang halal dan baik...
Salam silaturahim mas insan Robbani :)
Terimakasih Mas Fitrianto.., lama gak berkunjung, insya Allah akan bersilaturahmi juga..
Sederhana kang, tapi begitu syarat makna. Dunia memang bukan untuk dikejar, didapat, lalu dibiarkan bersemayam dalam hati. Semoga kita bisa jadi seperti yang diinginkan sang pencipta....
Terimakasih untuk posting yang indah ini ....
Iya kang, nulis yang santai-santai aja yang pernting ada siratan makna...
makasih kunjungannya
Yups.. sebuah konsistensi untuk berikhtiar sangat diperlukan dalam kehidupan..
Ibarat sebuah bongkah batu, sekeras apapun batu itu akan berlobang juga jika terkena tetesan air setiap harinya
Setuju Sam Lozz..
keep istiqomah ya
ikhtiar itu perlu dalam hidup untuk menopang apa yang kita butuhkan. namun kita juga harus selalu mengingat "semua terjadi karena kehendakNya".
sebuah refleksi untuk diri sendiri, postingannya mengena sekali om.
Alhamdulillah...
terimakasih Banyu
pengingat yang manis..
Terima kasih telah berbagi mas
Alhamdulillah, terutama utk pengingat diriku sendiri
Tertunduk hati membaca tulisan ini...
Tertunduk kemudian berdzikir dan berdoa
emang harus yakin kalau man jadda wa jadda :D
jadi inget film 5 menara deh :D
Keyakinan itu memang sangat mahal Niar
semangat berikhitiar ya mas, hasil ada ditangan Allah juga
insya Allah mbak Lidya, tak akan bosan
nih jadinya topiknya berbicara pada diri sendiri yah...
ya, saya juga sering seperti itu, satu sisi berkata ini dan yg lain berkata itu... ^_^
yah... sedikit merenung, tetapi tetap kita harus berikhtiar..
Nah itulah yang biasanya terjadi pertarungan antara nafsa lawammah dan mutmainnah
tarbiyah yang indah, terimakasih kak Insan untuk selalu meluangkan waktu untuk mengingatkan adik- adikmu ini .. :)
Insya Allah Ilfi...
terimakasih sudah mampir disini
Seperti pergulatan dalam pikiran kita sendiri
Betul mas, tentu hampir setiap orang mengalaminya
adeeem bangeet !!
tulisannya :D
adem.. seperti udara di bandung ya teh
terus berikhtiar ya :)
Insya Allah mbak Myra
hehe kadang saya juga suka merasakan hal itu mas..semoga kita selalu bersemangat dalam bekerja dan beribadah :)
iya betul mas, karena kita manusia ada hati akal dan nafsu yg terus bertarung dengan egonya
Yang penting berusaha dan berdoa
hasilnya tak serahkan aja pada yang di atas..
Sangat setuju
wew...realita kehidupan tuh,ngingetin tentang tawazun, dan itu lumayan sulit. coz terkadang kita cenderung hanya ke salah satunya.. makasih dah diingetin mas. btw, maaff kalo ga salah, mantra nya itu man shabra wa zhafira deh. CMIIW
eh iya makasih Rima..
udah diganti tuh.. salah nulisnya bisa juga shabara wa zhabira
Hmm.., sebuah kesadaran yang bercakap dan bangun dari tempatnya, sungguh bahagialah bagi; yang mampu melakukanya.
Salam..
sungguh beruntung yang mampu memenangkan atas dirinya karena musuh yang paling sulit ditakhlukkan adalah diri sendiri
Salam
Berikhtiar semaksimal mungkin, lalu bertawakkal ya, Pak. Semoga bahia dunia dan akhirat ya Pak. Aamiin....
Aamiin...
terimakasih kunjungannya Pak Azzet
Pengen main kemari....
Baca-baca lagi aah...
harus berani memilih yg benar, bukan yg salah dan merusak. pertengkaran bisa jadi adalah jalan terbaik
"Man Jadda Wa Jada, Man Shabra Wa Zhafira"
Selalu berusaha dengan memberikan yang terbaik dan tidak menjadikan suatu alasan, itu dapat mengajarkan diri kita untuk menempatkan hati dan pikiran dalam sebuah titik kejernihan dalam melakukan kehidupan ini.
Sukses selalu
Salam Wisata
"Man Jadda Wa Jada, Man Shabra Wa Zhafira"..
artikel yang sangat hebat mas, salam kenal ya..
inspiring banget bang :)
saya sukabanget sama kata2 mutiara man jadanya itu. sampei buat poster terus ditempel di tembok :)
ni lah yang buat betah nongkrong Sobat IR :D
Post a Comment
"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"