Friday, July 13, 2012

Ramadhan, Titik Balik Kehidupan


Oleh: Nurmayanti Zain
11 Juli 2012 Miladiyah | 16.00 WITA


gambar dari sini
Ramadhan Mubarak. MasyaAllah kurang dari sepuluh hari, Ramadhan akan segera tiba. Kedatangannya begitu dinantikan oleh seluruh makhluk bumi. Apalagi bagi makhluk berakal dengan bentuk yang paling sempurna, manusia. Kita. Bukankah begitu?

Ramadhan yang hanya bertandang sekali dalam setahun itu begitu menyilaukan. Siapapun dia, baik dia seorang ulama, ustadz, ustadzah, pencuri, peminum khamr, bahkan pembunuh, tak ada beda di antara mereka, semuanya menyambut hadirnya Ramadhan. Bukan status sosial itu saja, perkara usia pun tidaklah menjadi batasan khusus untuk turut merasakan keagungan Ramadhan. Dari anak-anak hingga dewasa bisa begitu gembira menantikan kedatangan Ramadhan. Faktanya, Ramadhan memang milik bersama.

Tak ada salahnya ketika saat ini kita merenung sejenak. Mencoba mengingat kembali apa-apa yang telah kita lakukan selama hidup di dunia ini. Lalu mari membuka lembar Ramadhan tahun lalu kita. Apa yang terlihat? Sudahkah kita memberikan diri sepenuhnya untuk beribadah kepada Rabb Semesta Alam?

Tak perlu alasan, tak perlu pembenaran. Cukup diri kita yang tahu sudah seberapa besar usaha kita untuk menjadi muslim atau muslimah sejati. Benar adanya,kita hanya manusia biasa yang penuh dengan khilaf dan lalai. Kadang kemewahan dunia menutup mata kita dari hari akhir yang lebih kekal. Iya, kita terlampau menikmati dunia sehingga lupa mempersiapkan bekal terbaik untuk perjalanan menuju akhirat. Sesal kini tiada berguna. Lebih baik memikirkan hal-hal apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi diri yang lebih baik.

Lihatlah ke depan. Sebuah peluang besar tercipta di depan mata. Ramadhan menyediakan berkah, rahmat dan ampunan Allah Azza wa Jalla bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh beribadah kepada-Nya. Yuk, memulai langkah-langkah kecil nan mantap menuju amal-amal kebaikan. Jangan tunda lagi, bersegeralah dalam melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Masih terasa malas? Oh, tidak! Kekhawatiran terbesar, jangan sampai kita termasuk sebagai orang-orang celaka yang diharamkan mendapatkan rahmat Allah. Sehingga tak satupun rasa ikhlas bersarang di hati ketika beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Na’udzubillahi min dzalik.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan padanya rahmat, menghapus kesalahan-kesalahan dan mengabulkan do’a. Maka bergegaslah menuju amal-amal kebaikan, bersegeralah kepada ketaatan serta menjauhlah dari amal-amal keburukan, karena sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang diharamkan rahmat Allah padanya.” (HR. Ath-Thabarani)

Masih terasa berat untuk melakukan kebaikan? Ok, kalau begitu mulailah dari hal-hal kecil. Mulailah dari hal-hal yang disukai. Mulailah dari sekarang. Mari mempersiapkan diri untuk menyambut tamu istimewa itu, Ramadhan. Tak perlu muluk-muluk, lakukan semampu kita. Ketika kita mulai menebar kebaikan dan beramal shaleh sejak hari ini, maka yakinlah ketika Ramadhan datang, kita tidak akan kagok atau kesulitan beribadah kepada Allah Ta’ala.

Ramadhan, titik balik balik kehidupan. Dari yang malas shalat menjadi rajin shalat. Dari yang membaca Al Qur’an per halaman tiap hari menjadi membaca Al Qur’an per juz tiap hari. Dari yang tidak peduli sesama menjadi dermawan dan suka menolong sesama. Tak perlu malu apalagi sombong, ketika perubahan itu datang. Biarkan saja rumor mendadak alim itu beredar. Jangan pedulikan apa kata orang. Toh yang terpenting adalah niat kita untuk menggapai Ridho Ilahi. Bagaimana Allah memandang ibadah kita dan bukan sebaliknya.Jadi tak ada urusan untuk menggaet popularitas dari manusia. Setuju? Kalau begitu, ayo sama-sama berusaha untuk menjadi hamba-hamba terbaik di bulan suci Ramadhan.

Ketika sudah memutuskan untuk melakukan maka lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Karena ibadah yang dilakukan dengan tekad kuat dan bersifat kontinuitas akan menghasilkan sesuatu yang lebih tahan lama dibanding beribadah hanya karena terpancing suasana. Sungguh sangat disayangkan bila ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan hanya tinggal nama saja ketika bulan Ramadhan berakhir. Besar harapan, kita bisa menjadi finalis-finalis Ramadhan. Ya, sosok hamba Allah yang telah menjadi lebih baik dari hari kemarin. Semakin hari semakin baik. Buktikan, kita bisa tetap merasakan nuansa Ramadhan walau Ramadhan telah meninggalkan kita. Bisa? InsyaAllah, bisa. Allahu Akbar! (My)



Kontributor:

Nurmayanti Zain


16 comments

July 13, 2012 at 6:34 PM

Sangsi kita bisa??? Insya Allah bisa....

July 13, 2012 at 7:58 PM

DImulai dari yang kecil yaa om, semuga bisa dan tidak menjadi orang yang dadakan dibilang sok alim :D

July 13, 2012 at 8:52 PM

semoga tidak hanya dibulan ramadhan saja melakukkan kebaikannya tapi dibulan2 selanjutnya

July 14, 2012 at 6:36 AM

Titik balik kehidupan, dari yg tidak pernah menjadi jarang, dari yang jarang menjadi sering, dari sering menjadi selalu. Dan insyaAllah kita bisa berkomitmen untuk mempertahankannya bahkan hingga ramadhan tlah usai. Aamiin. :)

July 14, 2012 at 6:47 AM

Ketika sudah memutuskan untu melakukan, maka lakukan dengan maksimal dan sungguh-sungguh, bukankah saat kita membuat pilihan kita sudah siap dengan segala resikonya..

Memilih jd muslim/muslimah...maka jadilah muslim/mslimah yang total...[saya sendiri masih sangat fluktuatif neh grafiknya...#maluuu]

July 14, 2012 at 7:59 AM

mulai dari hal yg kecil...
setuju banget...
tapi walau mudah terucap, tetap sulit dilakukan...

dan tidak terasa Ramadhan telah kembali mengunjungi kita semua...
padahal rasanya baru beberapa hari yg lalu, tapi semoga Ramadhan ini menjadi sesuatu yg berkah. AMin....

July 14, 2012 at 2:24 PM

Luar biasa nih tulisan nurmayanti zain. :D
Kata ceramah yang kemarin saya dengar ketika jumatan bahwa, apabila puasa kita dibulan ramadhan tuntas dengan ibadah yang luar biasa, sehabis lebaran kita seperti bayi yang baru dilahirkan. masih suci katanya.. semoga saja.. aminn

July 14, 2012 at 3:26 PM

bagus ni dijadikan materi khutbah jumat.. *smile

July 14, 2012 at 4:46 PM

@Saminsya Allah bisa

July 14, 2012 at 4:47 PM

@Niar Ci Luk BaaKan Niar bukan org yg sok alim

July 14, 2012 at 4:47 PM

@Lidya - Mama Cal-VinSetuju sama mbak Lidya

July 14, 2012 at 4:48 PM

@Erlangga Kusumawijayadengan istiqomah jauh lbh baik dari pada frontal tp musiman

July 14, 2012 at 4:50 PM

@Ririe Khayanbelajar berproses dan menikmati prosesnya

July 14, 2012 at 4:51 PM

@JeQ the ShadowZ Knightbetul setuju itu... tapi akan jauh lbh sulit kalau kita diam tdk melakukan apa2

July 14, 2012 at 4:52 PM

@karyakuumyAmin... saya berharap begitu Riski

July 14, 2012 at 4:53 PM

@Rohis Facebookbetul..., tp jauh lbh bagus kalau di praktekan sendiri.. hihihi

Post a Comment

"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes