Bismillahirrahmanirrahiim
Akhir-akhir makin marak terjadinya kejahatan, baik kejahatan secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi, mulai dari perampokan, pembunuhan sampai yang korupsi di kalangan pejabat dan wakil rakyat, dari fenomena itu menggerakkanku untuk ikut peran serta dalam beramar ma’ruf nahi mungkar. Satu hal yang bisa disimpulkan adalah kita sering mengenyampingkan rasa malu dari hati kita, padahal dalam pandangan Islam rasa malu merupakan hal penting dalam mengarungi hidup dan kehidupan. Semoga dengan tulisan ini bisa membawa manfaat bagi semuanya terutama diri penulis sendiri
Salah satu sifat yang harus ada pada seorang muslim adalah memiliki sifat malu, sebagaimana sifat yang dimiliki oleh Rasulullah Shallallahi Alaihi wa Sallam seperti yang diceritakan salah satu sahabat Sa’id Al-Khudri ra.
![]() |
sifat malu harus ada pada muslim l sumber gambar |
"Rasulullah Shallallahi Alaihi wa Sallam lebih pemalu daripada gadis di dalam pingitan, apabila Beliau melihat sesuatu yang tidak sukai maka kami dapat mengetauhi dari wajahnya” (Muttafaqun Alaih)
Malu merupakan akhlak mulia yang selalu mendorong seseorang untuk meninggalkan segala bentuk keburukan dan melanggar hak orang lain, banyak hadist yang menyebutkan tentang itu, salah satunya seperti sabda Rasulullah Shallallahi Alaihi wa Sallam
“Malu itu tidak datang melainkan dengan kebaikan” (Muttafaqun Alaih)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Shallallahi Alaihi wa Sallam bersabda,
“Iman itu memiliki tujuh puluh cabang (riwayat lain tujuh puluh tujuh cabang) dan yang paling utama ialah Laa ilaaha illa Allah, dan yang terendah ialah membuang duri dari jalan. Dan malu juga merupakan salah satu cabang iman.” (Muttafaqun Alaih)
Seorang muslim yang bertakwa selalu memiliki sifat malu, mempunyai tatakrama dan lembut perasaannya, enggan berbuat keburukan yang akan menyakiti hati serta melanggar hak-hak orang lain, karena rasa malu telah menghalanginya dari perbuatan sia-sia yang mengakibatkan keterjerumusan pada kesesatan, rasa malunya bukan hanya kepada sesama tapi terlebih kepada Allah Azza wa Jalla, serta khawatir imannya tercoreng oleh kedzalimannya, karena sesungguhnya malu itu merupakan cabang dari iman dan inilah tingkatan tertinggi yang dicapai oleh seorang muslim
Ikatan akhlak mulia dengan iman kepada Allah dan hari akhir akan menjadikan kaum muslim berbeda dengan kaum lainnya, muslim yang benar selalu mengisi hatinya dengan keikhlasan yang mendalam dan menghiasi diri dengan akhlak yang baik dimanapun dan dalam situasi apapun, itu semua bisa diterapkan apabila rasa malu sudah menjadi bagian dari hidup dan kehidupannya, terutama malu kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala
Jadi kesimpulannya seorang muslim harus membudayakan rasa malu kepada sesama dan khususnya kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala, karena dengan rasa malu bisa mencegah diri kita dari sikap yang dzalim, yaitu dzalim kepada diri sendiri, kepada sesama dan kepada Rabbnya,
Dan terakhir sebagai penutup ada seuntai doa untuk kita semua
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan" (QS. Nuh : 28)
20 comments
^_^ tulisan yang membuat Anna kembali bercermin...makasih mas INsan ^_^
malu bagian dari iman..., hanya orang yg beriman yg msh memiliki rasa malu
sengaja tuh kang tulisa sesame ?
hhe
ditunggu tulisan kultum yang lainnya kang :)
sesama maksudnya uchank....
benar sekali, sifat malu sudah sepatutnya dimiliki oleh kaum muslimin, sehingga setiap perilaku kita terkontrol, dan selalu ingat bahwa ada DIA yang Maha Melihat...
salam blogger kang...
terimakasih sdh ditambahkan
salam blogger juga
Kunjungan silaturahmi petang setelah ashar sahabat...
Terima aksih telah berbagi hal yang bermanfaat...memang gelagatnya jaman sekarang ini sudah jarang yang malu untuk berbuat maksiat...bahkan secara terang-terangan mereka lakukan dan yang paling parah mereka tidak merasakannya sahabat.
betul sekali sobat, malah kadang bangga berbuat maksiat di depan umum, anehnya yg begitu malah jadi trendsetter
Terkadang bahkan seringkali kita malu kalau ketahuan berbuat dosa kepada sesama manusia...tetapi justru kepada Allah Ta'ala yang seharusnya kita lebih malu bahkan tenang-tenang saja....
Terima kasih atas pencerahannya sobat
subhanallah koment mas Ferry bener sebuah tamparan bagiku
wuihh..malu sifat yang harusnya ada pada manusia, apalagi kami kaum hawa...thanks lot buat bang Insan,teguran dan pembelajaran buat uty^_^
keep write kak^^
waduh Uty jangan gitu lah, ini juga dlm rangka mengingatkan diri sendiri
karena budaya malu di Indonesia, khususnya, sudah luntur. dalam pergaulan maupun cara berpakaian.
tulisan yg bermanfaat banget mas. malu semata2 krn Allah SWT :)
Super sekali Irma, padahal busana menunjukkan karakter seseorang, orang bisa dihargai karena penampilannya yg baik, benar dan sopan
malu berbuat sesuatu yang merugikan orang lain itu sangatlah penting apalagi malu berbuat maksiat tapi kita harus berani untuk melakukan sesuatu yang baik jangan sampai kita malu untuk berbuat kebaikan..
wah terimakasih sdh diingatkan.
seandainya semua orang mempunyai sifat malu untuk berbuat maksiat??!
itu karena setan dan kroni2nya tidaka akan tinggal diam bila ada yg malu berbuat maksiat
nice post
Post a Comment
"Setelah dibaca tunjukkan kunjungannya dengan meninggalkan jejak dikolom komentar karena postingannya sopan maka diharap komentarnya juga yang sopan mohon tidak menulis komentar spam dan OOT disini"